Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Terhanyut Perasaan Sendiri


__ADS_3

Dengan rasa penasaran dan bingung, Mentari mengambil map tersebut, dengan tangan yang gemetar dan gugup. Mentari membuka sambil membaca serta memperhatikan seksama. yang ternyata poin-poin persyaratan kerja sama yang diajukan oleh Farrel. termasuk sanksi yang harus diterima oleh Mentari jika dia menolak nya. terpaksa Farrel akan melaporkan tindakan Mentari yang telah meretas sistim informasi perusahaan nya.


Ancaman Farrel tersebut, ampuh membuat Mentari bergidik ngeri. karena Farrel telah menegang semua bukti-buktinya. sehingga Mentari tidak bisa berbuat apa-apa lagi untuk membela dirinya.


Poin pertama,


Kejora harus menjadi sekretaris pribadinya, dan memberikan kebebasan kepada Farrel untuk dekat dan bermain bersama Bunga putrinya.


Poin kedua,


Farrel bebas, untuk tinggal dan menempati apartemen Kejora.


Poin ketiga,


Melayani dan mematuhi aturan yang ditetapkan oleh Farrel, tanpa ada penolakan. termasuk mengurus keperluan pribadinya.


Mentari membulatkan matanya, dia menatap tajam ke arah Farrel. bagaimana pun juga, sekarang dia sudah kalah satu langkah dari Farrel. melawan dan berontak pun seakan percuma.

__ADS_1


"Okey baiklah, tapi aku keberatan dengan poin ketiga. dimana aku harus mengurus kebutuhan pribadimu. sementara kita tidak terikat hubungan pernikahan." ucap Mentari


"Ha....ha....aku senang sekali mendengarnya sayang, dari semula pertanyaan inilah yang sangat aku harapkan keluar dari bibir manis mu itu." ujar Farrel terlihat senang.


"Apa maksudmu.?" tanya Mentari


"Kamu keberatan karena kita tidak terikat hubungan pernikahan kan.?' okey baiklah aku akan mengikat mu dengan pernikahan itu. agar kamu tidak keberatan lagi melayani ku sayang.?"


"Apa ?" tidak.... tidak mau. aku tidak akan pernah mau.. ! menikah dengan laki-laki seperti mu." bentak Mentari kesal."


"Bisa gawat, dan semua akan terbongkar jika Farrel menikahiku. dan bertemu dengan keluarga ku nanti." gumam Mentari


Hal itu, membuat Mentari hanya bisa mengangguk pelan tanpa semangat lagi.


"Aku rasa semua sudah beres dan jelas, sebaiknya kita harus kekantor sekarang." ucap Farrel berdiri dan bersiap. Mentari hanya mengikuti dari belakang.


"Oiya, aku hampir lupa. Tuan Putri kecilku juga harus ikut kekantor." Farrel terbalik menuju kamar Bunga.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan, Bunga terlihat senang dan bahagia. senyum tidak lepas dari bibir mungil itu. begitu juga Farrel. dia sangat memanjakan Bunga.


Semua mata tertuju kepada Farrel, yang datang kekantor sambil menggendong seorang anak perempuan yang sangat cantik. dan juga ada Kejora diantaranya. membuat Giska mengepalkan tangannya menyaksikan semua itu. namun dia tidak bisa berbuat apa-apa. karena dia juga tidak ingin mengalami nasip seperti Dirga. yang dimutasi jauh keluar pulau oleh Farrel.


Mentari menundukkan kepalanya, dari tatapan karyawan lain, yang berpapasan dengan mereka. Mentari langsung menuju ruangan kerjanya. sambil sesekali memperhatikan dari luar. Bunga yang bermanja dengan Farrel. bahkan sudut ruangan kerjanya yang luas itu sudah disulap dengan berbagai mainan-mainan termahal dan bagus. Dita dan Frans selaku ajudannya harus siap setiap saat.


Mentari mengulum senyum, melihat pancaran kebahagiaan Bunga dan Farrel, secara tidak langsung. dia juga terbawa perasaan. rasa benci dan marahnya terhadap Farrel. berangsur-angsur berkurang.


Tanpa terasa sudah masuk jam makan siang, Mentari yang masih sibuk. dikagetkan dengan kedatangan Dita.


"Nona Kejora, Anda sudah ditunggu untuk makan siang, diruangan makan Presdir." ucap Dita


"Tidak, terimakasih saya bisa makan sendiri." tolaknya


"Tidak bisa Nona, ini perintah."


"Okey baiklah," mau tidak mau Mentari akirnya mengikuti langkah Dita, dia juga sudah rindu bermain dengan Bunga. Mentari memasuki ruangan khusus dan mewah itu, dimana sudah tersaji makanan dan minuman yang mengubah selera.

__ADS_1


"Ternyata Farrel tidak pernah melupakan makanan favoritku." Mentari menatap makanan tersebut. terhanyut dalam perasaan masalalunya sendiri.


Seiring berjalannya waktu, Mentari sudah mulai terbuka dan mau membuka sedikit hatinya, saat melihat ketulusan Farrel dalam menyayangi dan mencintai Bunga. serta perhatian Farrel yang tulus. di mana Farrel benar-benar menunjukkan perubahan pada dirinya. meskipun Mentari belum membuka hati dirinya yang sesungguhnya. dia masih ingin melihat kesungguhan perubahan sikap Farrel.


__ADS_2