
"Dimana aku.?" terdengar nada suara Caca yang masih lemah. wajah gadis itu terlihat pucat, sehingga dia perlu perawatan dan penanganan yang tepat.
"Caca kamu sedang berada di klinik perusahaan ku." terang Zio sambil menatap kasihan sahabatnya itu, Zio juga menghubungi kekasihnya Clarisa untuk ikut membantu menjaga Caca.
Caca membuka matanya, dan melirik kearah Zio sambil menyipit kan matanya, karena Caca masih mersa agak pusing dan penglihatan nya masih belum fokus.
"Zio bantu aku, saat ini aku benar-benar sangat membutuhkan kehadiran Azka." ucap Caca sambil mengusap air matanya.
"Tentu Ca, tapi kamu harus tetap dirawat disini. mengingat kondisimu dan bayi yang kamu kandung masih lemah, jika kamu banyak bergerak dan stres. aku takut bisa membahayakan nya nanti." terang Zio.
"Ja... jadi kamu sudah tahu tentang kehamilan ku Zio." ucap Clarisa mengalihkan pandangannya kearah lain. dia benar-benar bersamaku, karena sebagai seorang perempuan dia tidak mampu menjaga kehormatannya.
"Iya Ca."
"Tolong beritahu Azka, dan juga rahasiakan tentang keberadaan ku sekarang. karena aku kabur dari rumah orang tua ku."
__ADS_1
"Caca tindakan nu itu salah." ucap Zio.
"Aku tidak mempunyai pilihan lain Zio, orang tuaku telah menetapkan hari pertunangan dan pernikahan untuk ku, sementara saat ini aku tengah hamil anaknya Azka." tangis Caca kembali membasahi pipinya.
"Baiklah Ca, kamu tidak perlu khawatir dan banyak pikiran, ingat bayimu sekarang. aku dan Daniel akan segera membawa Azka untuk mu." Zio sungguh-sungguh dengan ucapan nya.
"Terimakasih Zio."
"Iya Ca, selama aku mencari Azka. kamu akan ditemani oleh kekasihku Clarisa disini. jika kamu butuh apa-apa minta pada Clarisa." ucap Zio menyuruh Clarisa memasuki ruangan Caca dirawat.
"Iya, apa kamu masih mengingat nya, dia adik kelas kita dan aku juga sempat membawanya saat reunian sekolah kita itu."
"Iya Zio aku sangat mengenalinya, dia gadis yang sangat baik dan juga begitu mencintai mu" ucap Caca yang pernah bertemu Caca yang menangis sewaktu mencari Zio keasrama putra. kebetulan Caca juga disana berkencan dengan Azka.
"Hay kak Caca." sapa Clarisa tersenyum ramah.
__ADS_1
"Hay juga Clarisa," balas Caca yang terlihat senang melihat Clarisa, karena mersa mendapatkan teman untuk nya curhat.
"Kalau gitu aku pergi dulu untuk menemui Daniel, dan minta pertolongan nya juga. kalian berdua ngobrol-ngobrol dulu." ucap Zio yang keluar dari ruangan itu.
"Clarisa, kamu beruntung sekali mendapatkan Zio, dia begitu baik dan perhatian pada orang-orang disekitar." ucap Caca.
"Iya kak, aku merasa beruntung." sambil memikirkan nasib hubungan nya dengan Zio kedepannya, mengingat masa lalu orang tuanya dan orang tua Zio.terbesit kekhawatiran dihati Clarisa, namun dia berusaha untuk menyembunyikan nya.
"Percintaan ku dan Azka tidak seindah hubungan kebanyakan orang, karena orang tuaku tidak memberikan kami restu. sehingga kami berdua menempuh jalan yang salah, hingga berujung seperti ini." Caca menumpahkan kesedihannya pada Clarisa.
"Iya kak, aku ngerti dan berharap kakak dan mas Azka nantinya bisa menikah dan hidup bahagia, Setelah melalui begitu banyak rintangan ini."
"Iya Clarisa, itu lah yang selalu membuat ku kembali kuat dan semangat hingga kabur dari rumah, dan memilih hidup dengan Azka yang sederhana dan apa adanya." Caca tersenyum setiap kali teringat Tingkah konyol Azka. yang selalu berhasil membuat nya tertawa bahagia.
Teman-teman, kunjungi juga ya novel terbaru author yang ceritanya tidak kalah seru.
__ADS_1
..."One Night Love Presdir"...