
Farrel pergi menuju Club malam, memesan minuman keras untuk menghilangkan beban pikiran nya. sambil mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Kenapa aku begitu bodoh nya, melakukannya hubungan itu tanpa pengaman" Farrel menyesali perbuatannya
Seorang wanita dewasa yang sedari tadi memperhatikan tingkah Farrel, datang menghampiri nya.
"Brondong muda, selera gue banget"
Wanita itu menyentuh lembut bahu Farrel yang terlihat begitu kacau, serta penglihatannya yang mulai samaran pengaruh minuman alkohol, Farrel menoleh ke arah wanita yang tersenyum manis itu.
"Clarisa...!"
Ucap Farrel sambil berusaha untuk memperjelas penglihatan. karena dia merasa sedang bersama Clarisa.
"Hay boy.... boleh aku temani" duduk di pangkuan Farrel
"Bo.... boleh Clarisa"
"Ini kesempatan emas bagiku, bisa bercinta dengan brondong tampan"
Wanita itu Mel***"" bibir Farrel, serta menggerayangi tubuh atletis Farrel yang sedang mabuk.
"Beib...kita main di kamar yuk !"
__ADS_1
Menarik tubuh Farrel menuju kamar yang sudah disediakan untuk para tamu yang berniat untuk menginap di dalam Club malam tersebut. tidak ada penolakan dari Farrel. karena dia seperti merasa bercinta dengan pujaan hatinya Clarisa
Lama mereka melakukan hubungan itu, sampai kedua nya terkapar kehabisan tenaga, wanita itu adalah Nara. karena frustasi tidak bisa mendapatkan cinta Rama. dia tidak mau menikah tapi menyukai berhubungan dengan anak brondong. setelah lama menetap di luar negeri akirnya dia kembali.
"Okey sayang....aku memilih mu sebagai father sexku, semoga saja kamu juga menyukai ku. karena aku tidak sembarangan dalam berhubungan badan. kamu adalah lelaki kedua yang menyentuh tubuhku"
Nara memainkan anak rambut Farrel, hingga akhirnya ikut tertidur begitu saja.
Paginya Farrel terbangun, dia kaget karena seseorang memeluk tubuhnya. refleks Farrel mendorong tubuh wanita itu hingga jatuh terguling di bawah tempat tidur, dengan kondisi tubuh yang masih polos.
"Aduuuuuh.... sakit"
Wanita itu memegang jidatnya yang juga ikut terbentur lantai keramik berwarna putih itu
Farrel mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan kamar
"Tante Girang, ternyata semalam kamu telah berhasil memerkosa ku"
Farrel mengepalkan tangannya emosi dengan tubuh bergetar
"Cepat tinggal kan kamar ini, sebelum kesabaran ku habis dan menghajar wajah jelekmu itu. dan perlu kamu tahu meskipun aku laki-laki brengsek tapi aku tidak sembarangan memilih wanita untuk berhubungan"
"I....iya saya akan pergi"
__ADS_1
Nara segera memunguti pakaian nya dan berlalu dari hadapan Farrel yang masih terlihat emosi.
Farrel membersihkan tubuhnya, dia merasa jijik karena telah berhubungan dengan wanita yang hampir seumur ibu kandungnya sendiri. beberapa kali Farrel memukul dinding kamar mandi, hingga akhirnya pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.
Kedua sahabat Farrel menatap heran, melihat wajah dan penampilan Farrel yang semakin kacau. mereka pun memilih diam karena suasana hati Farrel yang sangat buruk, dengan kesal dia menendang botol bekas minuman kaleng keluar jendela kamar, hingga mengenai teman mereka yang lain.
"Hoy brengsek Lo.....ngelemparin kepala gue pakai bekas minuman ini"
Dengan kesal dia melemparkan balik ke kepala Farrel.
"Frrraanggggk....,,
Farrel memegangi kepalanya yang terasa begitu sakit,
"Aduuuuuh.... kenapa hari- hariku selalu sial, semenjak mengetahui Mentari hamil, diperkosa tante-tante dan sekarang ini"
Dengan keahlian bela dirinya, Farrel melompat turun melalui jendela, dia pun menghajar lelaki itu tanpa ampun. semua berkerumun dan mencoba membantu.
Farrel dibawa ke kantor BP, dan kembali mendapatkan hukuman dari pihak sekolah. serta rambut yang dibuat gundul serta Ancaman akan dikeluarkan dari sekolah. sehingga mau tidak mau papanya Farrel datang ke sekolah itu. dan memohon untuk berdamai dan membiayai pengobatan teman nya yang terluka akibat pukulan keras Farrel, mengingat Farrel yang tinggal beberapa bulan lagi akan menamatkan pendidikannya. sehingga papanya berharap sekali Farrel bisa menyelesaikan nya
Mentari yang mengetahui tersenyum sinis
"Rasain kamu .... dasar lelaki pengecut. yang berani berbuat tapi tidak berani untuk mempertanggungjawabkan nya"
__ADS_1