Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Kepergian Mentari


__ADS_3

Tanpa terasa waktu terus berlalu, selama itu juga Mentari berusaha menyembunyikan perutnya yang sudah mulai terlihat. sementara Farrel selalu mengabaikan Mentari.


"Please Mentari jangan temui aku lagi, karena saat ini aku harus fokus belajar. kamu tahu sendiri jika aku akan mengikuti ujian akhir" bentak Farrel


"Aku tahu, tapi bagaimana dengan ku dan anak ini" jawab Mentari terus menangis


Dengan kasar Farrel menarik dagu Mentari


"Ini semua salah mu Mentari yang ceroboh, coba saja dari semula kamu memakai pengaman dengan mengunakan KB. aku rasa kamu memang sengaja menjebakku" mendorong kasar tubuh Mentari


"Tidak kak....hu....hu....,, aku tidak pernah menjebakmu, kamulah yang dari semula membujuk dan merayuku"


"Mentari apa kamu lupa dengan ancaman ku, ingat aku tidak pernah main-main"


Dengan emosi Farrel melemparkan kembali sejumlah uang ke tubuh Mentari, melangkah angkuh, pergi meninggalkan Mentari yang masih menagis terhenyak disamping gedung sekolah kosong itu.


"Aku harus bagaimana sekarang, tidak mungkin aku pulang kembali kerumah dengan kondisi seperti ini. aku telah menghancurkan harapan kedua orang tua ku, dan aku tidak ingin menambah lagi malu mereka dengan cemoohan orang-orang. sekarang aku tidak lebih dari seorang wanita penjual diri" dengan tangan gemetar Mentari memungut uang-uang yang berserakan itu.


Dalam kebingungan nya Mentari kembali ke asrama putri, dan menyusun pakaian nya, sambil memikirkan cara untuk kabur dari asrama ini. setelah melihat Clarisa pergi meninggalkan kamar mereka, Mentari langsung pergi dengan membawa sedikit pakaian. serta buku tabungan yang berisi jumlah uang yang banyak pemberian Farrel.

__ADS_1


Mentari terpaksa menerima semua uang pemberian Farrel, karena dia tidak mempunyai pilihan lain. dengan uang itu dia berharap bisa bertahan hidup dengan anak nya, dan langsung menyimpan kedalam rekening pribadinya.


Mentari langsung masuk kedalam taxi online yang telah dipesan dahulu, sambil memakai penutup kepala sehingga orang-orang tidak mengenalinya.


Selama dalam perjalanan Mentari lebih banyak menghabiskan waktu dengan terus menangis, sehingga membuat sopir taksi tersebut keheranan.


"Kita mau kemana dek ?" Pak sopir mulai menanyakan tujuan Mentari


"Kekota x saja pak, dan tolong Carikan saya rumah kontrakan di kota itu" jawab Mentari sambil menghapus air matanya yang membanjir


"Baiklah dek"


Capek menangis Mentari akirnya tertidur di sandaran kursi mobil. entah berapa lama dia tertidur, hingga guncangan lembut di bahunya mengangetkan Mentari.


"Dek....bangun dek..... kita sudah sampai dipusat kota !" ucap sopir


Mentari mengucek matanya yang terasa begitu berat


"Dimana kita sekarang?"

__ADS_1


Mentari mengedarkan pandangannya ke sekeliling halaman sebuah rumah bertingkat dan terlihat sangat sederhana, dan banyak penghuni lainya, sehingga terlihat ramai.


"Ini rumah kontrakan yang bapak ketahui dikota ini, tempat nya murah dan sangat aman, karena dilengkapi security serta ada cctv-nya"


Mentari tersenyum menanggapi ucapan bapak sopir itu, sambil mengikuti langkahnya menemui pemilu kontrakan itu. setelah membayar untuk satu tahun kedepannya. Mentari melangkah memasuki kamar yang sudah disediakan perlengkapan didalamnya.


"Sayang dikota ini kita akan mencoba untuk bertahan hidup, paling tidak dengan uang pemberian lelaki breng***** itu cukup untuk kita berdua beberapa tahun kedepannya" sambil mengelus-elus perut nya


Diasrama Putri dibuat heboh dengan teriakan spontan Clarisa yang syok begitu mengetahui jika Mentari telah kabur dari asrama.


"Kamu kenapa Clarisa, bikin kaget semua" bentuk ibu pengawas


"Ibu Mentari telah kabur dari asrama ini"


"Kenapa .... dan kok bisa ?"


Jawab Ibu asrama sambil mengambil sehelai kertas dari tangan Clarisa dan membaca isi pesan yang tertera di dalam nya.


"Teruntuk teman baikku Clarisa,,.....maafkan kesalahan-kesalahanku selama ini. dengan sikap bodoh ku yang tidak menghiraukan dan mendengarkan nasehat mu selama ini. aku menyesal dan mungkin pergi jauh dari asrama akan membuat ku bisa berubah menjadi seperti dulu kembali. Clarisa sahabat ku aku merindukan masa-masa bahagia kita dulu, dan berharap sekali kamu bakal sukses. dan jangan cemaskan aku, apa lagi mencari ku. karena aku disini baik-baik saja "

__ADS_1


__ADS_2