
Agnes bangun dengan kepala yang masih terasa begitu pusing, tubuhnya begitu berat untuk digerakkan. dia mengedarkan pandangannya kesekeliling kamar yang terasa asing, Agnes tersadar saat merasakan sebuah tangan hangat melingkar di pinggang nya, dan hembusan nafas lembut menyentuh kulit leher jenjang nya.
refleks Agnes mendorong tubuh itu dan menatap lekat wajah pria itu yang ternyata adalah Daniel yang masih tertidur dengan pulas, Agnes segera memeriksa pakaian nya dan pakaian Daniel.
"Syukurlah pakaian kami masih utuh, berarti dia belum melakukan sesuatu yang buruk terhadap ku" gumam Agnes yang Masih berusaha mengingat kejadian semalam. tapi susah untuk nya mengingat semua, meskipun sekilas bayangan ciuman panjang itu seakan berputar-putar secara tiba-tiba dan
"Tidak.... tidak.... tidak...." teriak Agnes yang menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangannya, ingatan kejadian semalam berkumpul di memorinya, bagaimana cara Daniel memuaskan nya mengunakan jarinya
"Aku malu sekali, Daniel telah melihat tubuhku. aku tahu semua ini pasti akal aknya. awas Kamu Daniel"
Daniel langsung terbangun kaget dengan teriakan Agnes,
"A..ada apa" mencoba membuka matanya lebar-lebar untuk mengurangi rasa kantuk yang masih terasa.
__ADS_1
"Dasar cowok mesum... memukul tubuh Daniel secara membabi buta dengan bantal"
"Tapi kamu juga menikmati permainan ku kan" ledek Daniel yang berusaha menyembunyikan wajahnya dengan bantal.
"Tidak...., kamu menjebak ku dasar curang" bentak Agnes yang maju ingin menghajar Daniel kembali
Dengan sigap Daniel menghindar, namun melihat tubuh Agnes yang hampir jatuh karena dia refleks mendorong, segera Daniel menarik tangan Agnes. namun mereka berdua kehilangan keseimbangan sehingga jatuh tumpang tindih ke bawah tempat tidur, dengan posisi Agnes dibawah tubuh Daniel yang masih terlilit selimut tebal sehingga agnes tida k merasa kesakitan.
Pandangan mata mereka bertemu, seakan menyampaikan isi hati mereka masing-masing yang sudah mulai tertarik, perlahan Daniel mendekat wajah nya, gairah nya muncul kembali melihat bibir basah dan seksi Agnes yang langsung memejamkan mata saat bibir Daniel mulai menyentuh lembut bibir nya.
Tangan Daniel kembali bermain ditubuh Agnes, namun Agnes segera tersadar dan mendorong kasar tubuh Daniel kembali. dia langsung berdiri dan memperbaiki penampilannya.
"Aku harus pergi, lama bersamamu disini hanya membuat pikiran mesumnya itu bertambah parah"
__ADS_1
"Tunggu Agnes kita datang sama-sama, jadi pulang nya harus bareng juga" teriak Daniel yang ikut mengejar langkah Agnes
Sampai di asrama Agnes kesal melirik kedua sahabatnya satu kamar Jeni dan Caca, yang memegang wajah tidak bersalahnya
"Tega kalian meninggalkan ku berdua saja, dengan cowok mesum itu"
ucap Agnes kesal
"Hey...Kamu sudah hilang ingatan ya, bukan kak kamu yang memilih tempat khusus untuk berduaan saja" sela Jeni
"Iya kami pikir kalian sudah resmi berpacaran, dan pulang duluan" ucap Caca
"Tapi ngomong-ngomong, kamu udah diapain aja sama Daniel" ledek Caca dan Jeni
__ADS_1
"Dia belum mengambil milik berharga, tapi dia sudah berhasil menggerayangi tubuhku dan sudah melihat semuanya" pekik Agnes
"Wah....wah pasti kamu nya keenakan sekali, aku aja belum pernah di gituin sama Azka" pikiran mesum Caca membayangkan hal itu dengan Azka yang malu -malu kucing dan takut jika Caca akan bersikap agresif.