
"Kayaknya kita mesti bawa jaket tebal deh, mengingat udara di kawasan puncak yang begitu dingin" ucap Mentari
Malam itu mereka sibuk berkemas mengingat perjalanan jauh, dan menginap disana selama tiga hari. tentu mereka membawa peralatan penting lainnya.
"Huuaaaoomm..,,
Clarissa menguap merasa matanya yang terasa sudah berat,
"Tari kita tidur lagi yuuk..."
"Memangnya kamu sudah siap berkemas nya ?"
"Udah" sambil naik keatas tempat tidur dan tidak perlu waktu lama Clarissa telah terbang ke alam mimpi indahnya
Paginya Mentari terbangun saat merasakan cahaya Matahari mengenai wajah nya. yang masuk melalui celah-celah jendela kamar. perlahan dia membuka matanya yang masih terasa begitu ngantuk.
dan....
"Tidak.... tidak" teriak Mentari histeris
Clarissa terbangun dan melirik sahabat nya
"Cepetan Clarissa....kita udah telat, aku takut ketinggalan bis" pekik Mentari yang langsung menghambur menuju kamar mandi
__ADS_1
"I..iya " Clarissa ikut berlari masuk
Mereka berdua mandi kilat khusus, dan berpakaian seadanya sambil meneteng tas besar berjalan keluar kamar.
Sementara itu Zio masih terlihat gelisah celingak-celinguk mencari sosok Clarissa
"Gim Zio apa kamu yakin Clarissa bakalan ikut" ucap Azka
"Yakin, karena aku menemukan namanya tertera pada buku absen daftar siswa-siswi yang mengikuti study tour ini"
Caca dan Mentari menghampiri tiga sahabat itu
"Sayang kita masuk duluan ke mobil yuk" ajak Caca bergelayut manja di lengan Azka
"Barang dong" ucap Agnes yang menarik tangan Daniel
"Zio maafya kami terpaksa duluan" ucap Daniel
Zio hanya mengangguk pelan, menatap Bis yang mengakut teman-temannya itu
"Ini Bis terakhir kita, kare bis-bis yang lain sudah berangkat duluan. dihimbau kepada para siswa - siswi agar segera memasuki bis terakhir ini" ucap seorang guru yang memakai pengeras suara
Dengan perasaan kecewa Zio Akirnya melangkah menaiki Bis, hingga teriakan seorang wanita mengagetkan nya dan menoleh kebelakang
__ADS_1
"Tunggu kami" nampak Mentari berjalan cepat yang diikuti Clarissa dibelakangnya
Zio kembali turun dan membantu kedua gadis itu mengangkat tas mereka dan menaruhnya dibagasi.
Mentari yang mengetahui ada Zio disana, langsung paham dia mencari tempat duduknya menjarak dari mereka.
Clarissa langsung duduk dengan posisi dekat jendela, dan tersenyum kearah Zio
"Boleh aku duduk di sebelah mu"
"Silahkan kak Zio"
"Aduuh kenapa aku begitu gugup sekali duduk bersebelahan dengan kak Zio, aku merasa senang dan bahagia. aku tahu kak Zio memiliki perasaan yang sama. kalau tidak mana mungkin dia sendirian disini terpisah dari teman-temannya"
Mereka duduk dalam diam, di suasana Bis yang terdengar heboh dengan gelak tawa dan canda teman-teman mereka yang lain.
Tiba-tiba Zio seperti mendapatkan ide, saat melihat salah satu teman nya ada yang membawa gitar. Zio pun berdiri sambil memainkan gitar yang baru saja dipinjamnya itu.
Semua bertepuk tangan senang, dan memberi semangat
"Ayo kak Zio nyanyiin lagu yang Romantis ya.." ucap mereka
Zio hanya mengangguk mengiyakan permintaan mereka, sambil menatap ke arah Clarissa yang juga menatap kearahnya. kehebohan mereka terhenti ketika Zio mulai memetik Gitar dengan penuh perasaan, seolah-olah mereka terhanyut dengan syair dan persaan yang mendalam dari suara Gitar yang dipetik.
__ADS_1
Zio mulai bernyanyi dengan suara yang begitu merdu, Perempuan Pilihan hati ku... baru beberapa bait tepuk tangan yang meriah mengiringi suaranya.