
"Ayo...ayo.... Azka semangat kalahkan mereka" teriak Daniel
Azka semangat karena dia mengalahkan team Farrel yaitu Yuda yang selalu gagal.
"Hore - hore aku berhasil lagi" pekik Azka
"Okey kita sudahi pertandingan ini dan untuk sesi pertama dimenangkan oleh Azka" teriak panitia yang membuat Azka dan Caca terlonjak kesenangan, diikuti teman-teman nya yang lain
"Untuk acara dan pertandingan selanjutnya adalah memakan buah apel secara bersamaan" ucap panitia
Zio melirik buah apel yang digantung dengan mengunakan tali itu, dia tertarik sekali mengikuti nya, sambil sesekali melirik Clarissa, dia berharap agar dapat berpasangan dengan Clarissa mengikuti perlombaan itu.
Daniel yang paham, mendekati panitia sambil membisikkan sesuatu.
__ADS_1
"Okey sekarang saya akan memanggil kan daftar nama-nama dan pasangan dalam lomba berikut" panitia pun memangil satu persatu termasuk Zio yang kaget sekaligus bahagia begitu mengetahui jika namanya tercantum berpasangan dengan Clarissa.
Farrel mengepalkan tangannya menatap tidak suka kearah Zio, dan pergi Begitu saja meninggalkan tempat acara itu.
Zio maju diikuti Clarissa yang telah berdiri di depan nya, sambil mendengarkan aba- aba dari panitia, dan jika kalah maka peserta bersiap-siap disiram air yang telah tercampur Es, kebayang kan dinginnya di puncak itu.
"Satu....dua....tiiii......ga" ucap panitia
Clarissa langsung mengangguk, karena tergesa-gesa dan gerakan Clarissa terlalu cepat, apel itu meleset sehingga bibir mereka bertemu, mata Zio melotot sempurna merasakan bibir yang kenyal dan manis itu, termasuk Clarissa yang juga merasakan hal yang sama, namun mereka berdua tersadar saat teriakan semua orang yang diiringi .....
"Byuuurr.....tubuh Zio dan Clarissa tersiram air dingin yang telah disediakan panitia, serta teriakan dan tawa dari teman-temannya yang melihat mereka telah kalah dalam permainan itu.
Zio memandang Clarissa yang juga teripu malu, Zio menjulurkan tangannya mengajak Clarisa meninggalkan area permainan itu yang tiada usainya.
__ADS_1
"Clarissa kamu nampak nya kedinginan, yuk kita kembali ke kamar kita saja untuk mengganti pakaian" ajak Zio yang dibalas anggukan Clarissa dan mereka menuju kamar masih
Sampai dikamar Zio senyum sendiri, dan mengunci pintu kamar rapat. dan membuka bajunya yang basah dan membuangnya asal, terlebih dahulu memutar-mutar baju itu di udara dengan jari telunjuk serta tangannya yang berdiri tegak. setelah merasa aman Zio mulai melakukan tingkah konyol nya kembali. dengan jingkrak-jingkrak kesenangan sambil terus meraba bibirnya yang sempat bersentuhan dengan bibirnya Clarissa. dan berguling-guling di atas kasur, yang hanya mengunakankan celana pendek.
Dan tanpa Zio sadari Clarissa melihat semua aksi konyol sambil menutup mulutnya menahan tawa, Zio tersadar saat matanya melihat Clarissa yang menahan tawa menatap nya.
"Matiii aku... bodoh.... bodoh...Kamu Zio" Zio tersenyum kikuk sambil berlari menuju kamar mandi dan menutup pintu
"Ya Tuhan...,, malunya aku. kenapa aku bisa lupa menutup jendela dan melupakan juga jika Kamar kami saling berhadapan dengan Clarissa"
setelah membersihkan tubuhnya Zio pun kembali dengan pakaian rapi.
Sebaiknya aku menghabiskan waktu dikamar saja, rasanya begitu malu untuk bertemu dengan Clarissa, mau ditaruh dimana muka dan wajah tampan kebanggaan mamiku ini"
__ADS_1