Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Mencari informasi


__ADS_3

Mentari menghirup nafas lega, karena dia bekerja tanpa gangguan dari Dirga, ataupun juga Farrel yang tidak nampak masuk kantor hari ini.


"Tumben sibrengsek itu tidak kelihatan." Mentari mencuri pandang pada ruangan Presdir yang masih tertutup rapat.


Tiba-tiba dari arah belakang, Giska mendorong kasar kursi disebelah Mentari hingga membuatnya terlonjak kaget.


"Nona Giska apa yang Anda lakukan.?" Mentari berdiri dari kursi yang hampir membuatnya jatuh.


"Aku hanya ingin bermain-main sedikit, dengan wanita berwajah polos namun seorang jalang." Giska tertawa sinis kearah Mentari.


"Tolong jaga bicara' Nona, aku tidak serendah yang Nona pikirkan." Mentari mulai terpancing melihat sikap Giska.


"Kalau bukan jalang, terus panggilan yang cocok untukmu. karena masih baru bekerja, tapi sudah berhasil menggoda Presdir perusahaan besar ini." Giska menarik kuat dagu Mentari.


"Aku tidak pernah menggoda siapapun." Dengan kasar Mentari mengibas tangan Giska, dan memutarnya kebelakang.

__ADS_1


"Aduuuuuh sakit, lepaskan tanganku brengsek." teriak Giska meronta-ronta.


"Ingat Kejora kamu akan aku buat menyesal, karena telah berani melawan ku." teriak Giska.


Tidak ada yang berani melerai pertengkaran mereka, mengingat banyak diantara mereka yang membenci Giska selama ini, tapi tidak ada yang berani melawan nya. baru Kejora lah yang pertama membuat gadis itu merasa dipermalukan.


"Aku tidak takut siapapun, karena aku tidak merasa bersalah." ucap Mentari sambil melepaskan tangannya dan mendorong kersa Giska.


Mentari kembali duduk, saat manager bagian divisi mereka masuk dan melerai pertengkaran itu.


"Aku tidak pernah melakukan ini pada siapapun, tapi sekarang aku mempunyai keberanian yang aku sendiri tidak menyadarinya. " gumam Mentari.


Semula Farrel kesulitan untuk mendapatkan informasi, namun dengan jaminan akan memberi perlindungan dan segepok uang, pada seseorang yang membantu Mentari hingga berubah menjadi Kejora, itupun Membeberkan semua pada Farrel.


Farrel juga mendatangi tempat kontrakan Mentari dulu, bagi seorang Farrel sangat mudah baginya mendapatkan itu semua. karena jika uang berkata, semua urusan akan menjadi mudah semuanya.

__ADS_1


Farrel mengusap dadanya, memperhatikan rumah kontrakan kecil yang ditempati Mentari dulu, Farrel menahan air matanya. mengingat betapa menderitanya Mentari setelah pergi karena menanggung aib dari perbuatan mereka berdua.


"Mentari dan Bunga anakku, maafkan papa nak.... karena keegoisan dan ambisi tidak jelas itu, aku telah membuat kalian berdua hidup menderita. maafku tidak akan cukup menebus kesalahanku Mentari, tapi paling tidak aku akan berusaha untuk menebus kesalahanku dan berusaha menjadi ayah dan suami yang tepat untukmu Mentari."


Satu hal yang membuat Farrel bertambah terpukul, saat mendapatkan informasi dari salah seorang mata-mata yang diperintahkan untuk mengawasi sang papa dan Mama mudanya itu, mereka mengatakan jika Mentari bekerja untuk papanya, dibantu Dirga yang akan meretas data-data perusahaan yang Farrel pimpin.


"Mentari, sebegitu bencinya kah dirimu padaku. hingga kamu tega ingin menghancurkanku. dan membantu papa dan wanita ular itu, tapi aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi. aku bukan Farrel yang dulu lagi mentari. aku akan buat kamu kembali mencintai ku. kita akan membesarkan anak kita bersama." Farrel perang batin dengan perasaannya sendiri.


"Bos, bukankah anak kecil ini. yang pernah kita temukan di loby Apartemen.?" Frans memperlihatkan foto Bunga yang merupakan anak Mentari itu.


"Iya, dihari pertama mereka mulai bekerja sama dengan papa, dan papa juga lah yang menyewakan apartemen untuk Mentari. biar bagaimanapun aku bersyukur dengan semua ini. secara tidak langsung papa telah membantu menantu dan cucu nya sendiri." ucap Farrel.


"Bos, sewaktu aku mengantarkan belanjaan Mentari, aku memang melihat seorang pengasuh dan as anak kecil. mereka berdua semula ketakutan dan tidak mau membuka pintu. tapi atas bantuan pihak keamanan apartemen mereka akirnya membuka pintu." ucap Dita.


"Hari ini aku ingin pergi ke kampung halamannya Mentari, menemui kedua orang tuanya, semoga saja mereka mau menerimaku dan memaafkanku."

__ADS_1


"Kami akan ikut menemani kemanapun Bos pergi." ucap Dita dan Frans.


"Ok, tapi aku ingin Mentari tidak mengetahui semua ini, kita ikuti saja dulu permainannya. aku tidak ingin dia pergi lagi dari hidupku."


__ADS_2