
"Caca ada apa denganmu nak, Mama perhatikan tingkah dan gelagatmu mulai aneh semenjak balik dari reunian acara teman-teman sekolah mu itu." ucap Mama Caca sambil menatap intens wajah Putri nya yang terlihat pucat.
"Biasa saja kok ma, mungkin itu cuma perasaan Mama saja yang selalu curiga sama Caca." Caca mencoba bersikap biasa-biasa agar Mama tidak kembali mencurigai nya.
"Mama dan papa hanya punya kamu nak, yang merupakan harapan kami satu-satunya. makanya kami sangat menginginkan sesuatu yang terbaik untukmu." ucap Mama mengulangi kata-katanya yang sering dia lontarkan kepada Caca.
"Iya ma Caca ngerti dan paham sekali, Mama sudah sering mengatakan itu ditelinga Caca." wajah Caca mulai terlihat kesal.
"Apa kamu bertemu dengan pria kampung itu, sewaktu acara reunian sekolah itu.?"
"Tidak ma, kalau Mama masih ragu Mama boleh menanyakan kepada para bodyguard yang mas sewa untuk menjaga ku." balas Caca.
"Syukurlah jika kalian tidak bertemu, karena sampai kapan pun Mama tidak akan Sudi menerima pria itu dan menjadi bagian dari keluarga besar kita." terdengar suara mama yang kersa dan wajah sinisnya.
__ADS_1
"Ma, Azka itu laki-laki baik. apa adanya terana sikapnya sopan santun dan sangat mencintaiku." terang Naura.
"Perlu kamu ketahui nak, Mama dan papa dulu dijodohkan. dan tidak saking mencintai bahkan mengenal pribadi masing-masing. namun sekarang kamu bisa lihat sendiri bagaimana papa menyayangi dan mencintai Mama." terang Mama merasa bangga.
"Tapi Caca tidak mencintai Arga sama sekali, dia itu laki-laki playboy dan kasar. yang cuma mengharapkan dan menghabiskan kekayaan keluarga nya." elak Caca yang masih menentang perjodohan yang dilakukan tanpa persetujuan Caca dengan anak rekan bisnis papanya.
"Itu hanya alasan mu karena kamu menolak perjodohan ini dan lebih memilih mencintai gadis kampung itu." bentak Mama yang langsung pergi meninggalkan kamar Caca.
Caca menangis pilu, dia sangat mencintai Azka, dengan sikap polos dan apa adanya. di mata Caca tidak ada laki-laki yang sebaik Azka yang mau bekerja keras, tanpa mersa malu dengan bidang pekerjaan nya yang sering dianggap sebelah mata bahkan sempat menjadi bahan gurauan teman-temannya yaitu " juragan jengkol" bahkan Azka bangga dengan pekerjaannya yang mampu mengangkat perekonomian petani di desanya yang kebanyakan Mempunyai pohon jengkol.
"Hallo Azka, tumben nelpon siang-siang.?" ucap Caca mencoba menetralkan suara nya.
"Kebetulan lagi diatas pohon jengkol yang tinggi, jadi dapat signal deh." jawab Azka.
__ADS_1
"Hey.. hati-hati ntar jatuh gimana.?" ucap Caca cemas.
"Sayang aku sudah terbiasa seperti ini, Oya gimana kabarmu sekarang. aku benar-benar menyesal dan minta maaf Caca, bulan depan aku ingin menemui kedua orang tua mu dan mempertanggungjawabkan semua perbuatan ku." terang Azka yang langsung membuat Caca terbang karena bahagia.
"Benarkah itu Azka, aku sangat senang dan bahagia sekali. tapi jika seandainya kedua orang tua ku tak merestui kita, kita harus bagaimana Azka.?"
"Aku akan tetap menikah dengan mu, meskipun itu kawin lari. jika kamu juga setuju sayang." ucap azka mengutarakan pilihan terakhir nya.
"Ya....ya...aku sangat setuju Azka. karena aku sangat mencintaimu." terang Caca yang kembali bersemangat.
Begitu juga dengan kisah cinta Daniel, yang mempunyai keunikan dari kisah teman-temannya yang lain. pria yang mulai beranjak dewasa itu selalu mempunyai pikiran mesum. dengan sejuta ide untuk bisa meniduri sang pujaan hatinya Agnes, namun usahanya tidak pernah berhasil Karena sikap nya yang selalu ceroboh yang membuat nya sering kena masalah dengan ulah nya sendiri.
Daniel dan Agnes juga menjalani cinta jarak jauh, mengingat Agnes tinggal dikota asalnya dan memilih bekerja disebuah perusahaan perbankan. waktu mereka yang sama-sama sibuk membuat keduanya jarang sekali untuk bertemu. sehingga membuat Daniel cemburu dengan berfikir jika Agnes sudah mempunyai laki-laki selain dirinya.
__ADS_1
Agnes yang cuek, tidak pernah mengambil hati setiap perkataan Daniel, dia lebih memilih fokus pada pekerjaan dan karir nya.