Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)

Anyelir Istri Bayaran II (Zio Aleksander)
Bertemu Dirga


__ADS_3

Mentari menatap takjub gedung yang menjulang tinggi tersebut, terbersit keraguan akan kemampuannya untuk bekerja diperusahaan besar ini. karena alasan utama Tuan Hendrawan menerima Mentari bekerja adalah kecantikan nya, serta menjadi alat mata-mata untuk pria paruh baya itu, dalam melawan putranya sendiri.


Mentari turun dari taxi online, yang mengantarkan sampai depan pintu masuk. dia terlihat gugup, saat menginjak kan kakinya. memasuki lobby yang luas dan terkesan sangat modern dan mewah.


"Tempat ini terasa sangat nyaman, semoga saja aku betah untuk bekerja diperusahaan ini. semua demi kamu nak." Mentari teringat Bunga yang masih tertidur pulas, saat dia berangkat bekerja. meninggalkan Putri kecil dengan seorang pengasuh.


"Kamu pasti Nona kejora kan.?"


Seorang laki-laki mendekatinya, sambil tersenyum ramah. mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan aku Dirga, asisten Tuan Hendrawan. sewaktu dia masih menjabat sebagai pimpinan besar perusahaan ini."


"Men..., Kejora." ucap nya yang terlihat begitu gugup.


Dirga tersenyum, mengagumi kecantikan Mentari. tanpa terlihat dibuat-buat.


"Aku dari tadi sengaja menunggu kedatanganmu duduk di sofa itu, Tuan Hendrawan memerintahkan agar aku senantiasa membantumu selama bekerja di perusahaan ini.!

__ADS_1


"Terimakasih Tuan." terdengar suara lembutnya


"Ah, jangan panggil aku dengan sebutan Tuan. gimana jika Aa saja. Aa Dirga kan terdengar lebih keren." Dirga sengaja mengajak Mentari bercanda agar suasana diantara mereka tidak terlihat kaku.


"Baiklah, Aa Dirga." tersenyum manis memperlihatkan kedua lesung pipi Mentari.


"Okey Kejora, sekarang ikuti aku menuju ruangan kerjamu, yang berada dilantai 21 gedung ini, tepatnya di depan ruangan kerja Presdir kita."


Mereka memasuki lift khusus karyawan perusahaan, suasana kantor masih terlihat sepi. karena Mentari datang kepagian sekali. mengingat ini hari pertama nya bekerja. Mentari tidak ingin ada kesalahan sedikit pun.


"Kejora inilah ruangan sekretaris tempat mu bekerja nanti." ucap Dirga.


"Bagus dan terlihat begitu nyaman." ucap Mentari karena semua warna dinding, sofa dan peralatan kantor lainya. merupakan warna kesukaan Mentari semua.


"Tentu Kejora, semenjak Tuan Farrel memimpin perusahaan ini, dia merobah bentuk tata ruangan ini, termasuk cat dinding. yang sesuai warna kesukaan nya."


"Farrel.?"

__ADS_1


"Iya, Kejora. namanya Farrel. putra Tuan Hendrawan yang telah menggantikan posisi papanya, tapi kamu tidak perlu khawatir. Bos Farrel jarang datang ke perusahaan ini. paling cuma dua kali seminggu, selain kuliah Bos Farrel juga mengendalikan anak perusahaannya yang lain."


"Ooo, begitu." Mentari akirnya bisa bernafas lega, karena dia berfikir pasti Farrel yang dimaksud oleh Dirga. bukan pria brengsek dan pengecut yang telah menghamilinya itu. karena menurut Mentari Farrel sekarang pasti sudah dipenjara atau berkeliaran mabuk dan foya-foya melakukan kejahatan untuk menghabiskan harta papanya.


Karena sesuatu yang sangat mustahil pikir Mentari, jika Farrel mampu memimpin perusahaan sebesar ini.


"Semoga orang yang bernama Farrel itu, punya sifat baik . tidak seperti Farrel lelaki jahat yang telah menghancurkan hidupku."


"Kejora." Dirga menatap lekat wajah Mentari yang tiba-tiba melamun ketika mendengar nama Farrel.


"Iya Aa."


"Kamu lagi mikirin apa.? apa kamu mengenali Bos kita itu.?"


"Tidak Aa, aku hanya teringat temanku yang memiliki nama yang sama dengan Presdir kita itu." ucap Mentari mencoba menguasai keadaan kembali.


Sudah banyak karyawan yang berdatangan, dengan Suara lantang Dirga mengumpulkan karyawan di divisi ini. dan memperkenalkan Mentari yang menjabat sebagai sekretaris baru disana.

__ADS_1


Mentari dengan suara lembut memperkenalkan secara garis besar nama dan latar belakang pendidikan, serta hal yang bersifat formalitas lainya.


__ADS_2