Benih Cinta 13 Hari Di Stadion Qatar

Benih Cinta 13 Hari Di Stadion Qatar
Kapal peti Kemas


__ADS_3

David, Paolo dan Sean berhenti di dermaga. Mereka naik mengendarai Jet ski, menuju kapal yang dikabarkan ada peti kemas yang membawa Lena.


Di tengah laut David sudah merapat ke kapal yang tinggi menjulang di depannya, yang tengah berhenti. Ombak cukup kencang membuat David menstabilkan posisinya dan mulai berancang-ancang meraih tangga tali. Tangannya sigap meraih tali dan mulai menaiki dengan tekad kuat. Kakinya menggunakan sneaker lentur yang memudahkan pergerakannya.


Sean mengikuti David, mulai menaiki tangga demi tangga, dengan pikiran berkecamuk. Dia terus menyalahkan diri sendiri apa keputusannya membiarkan Lena untuk tinggal di negara ini salah. Baru dia menaruh harapan pada David, kini kepercayaannya mulai runtuh


Paolo menyusul naik sambil melihat ke atas pada David. Dia jadi teringat pada masa lalunya dengan David. Bedanya kali ini menolong David, kalau dulu David yang membantunya menolong kekasihnya.


Begitu sampai di atas kapal, cahaya di langit mulai kemerah-merahan di sebelah timur menjelang matahari terbit. Mereka lalu menuju anjungan dengan senapan di tangan Paolo.


Paolo terkekeh, dia menarik selempang senapan AK 47 ke bahu saat melorot ke lengan. Tangan yang lain merangkul leher si kapten dengan berbicara di depan telinga. "Kami bisa menjebloskanmu dengan pasal penyelundupan manusia. Gimana, 30 tahun di penjara, kedengarannya ini bagus dan menyenangkan bagimu."

__ADS_1


"Apa yang anda mau?" Si kapten tidak tahu apa yang dimaksud dengan tiga penyusup itu, apa ini pembajakan. Rasanya tidak mungkin.


Sean dengan tak sabar menjereng surat kode peti kemas. "Bawa kami kesana! Adikku di sana, bodoh!"


David menarik kerah si kapten hingga rangkulan Paolo terlepas dari leher si Kapten. Kadek kapal, yang baru akan masuk, langsung mundur lagi saat melihat sang kapten ditodong senjata glok 17 dari belakang.


Si Kadek menelan Saliva, saat orang di belakang dengan Face Asia itu baru saja mengokang senjata dan kini berjalan ke arahnya. Dia menjadi sasaran senjata itu di belakang tulang rusuknya.


Nahkoda kapal memiliki hak untuk membuka peti kemas dan memeriksa kargo untuk memverifikasi deskripsi kargo pada B/L sesuai dengan barang sebenarnya yang diangkut.


Kontainer yang dimuat jarang dibuka di laut. Kapten telah melihat beberapa kasus di mana beberapa cairan bocor dari wadah dan bill of lading diperiksa untuk memastikan cairan tersebut tidak berbahaya. Suatu kali dia melihat sebuah wadah yang terbuka sendiri. Itu penuh dengan roda kereta yang dihubungkan oleh poros.

__ADS_1


Kapal peti kemas dapat membuka peti kemas apa pun untuk alasan apa pun yang diinginkannya. Namun hal ini biasanya tidak dilakukan karena berbagai alasan.


Dalam kasus yang jarang terjadi, kru mungkin harus membuka wadah jika bocor, rusak, terbakar, berisi penumpang gelap, atau alasan luar biasa lainnya.


Nahkoda kapal itu berjalan ke kode nomer kontainer, yang posisinya terletak paling bawah. David melihat 4 kontainer diatas kontainer yang sedang dibuka oleh Nahkoda. Begitu pintu besi itu dibuka, tampak tumpukan dus-dus. David mendorong dus itu dengan cepat. Ternyata dus itu kosong dan berfungsi sebagai alat untuk mengelabuhi, ruang di dalamnya.


Begitu masuk ke pembatas kain, David mengambil senter dari saku celana dan menyinari kumpulan orang asia dengan serba terikat dan mulut terbekap. Tubuh David di dorong oleh Paolo, yang ikut juga memeriksa ke sekumpulan orang, dimana ada yang tergeletak, ada yang tidur .


"Lena, ini Abang, Sayang!" Sean memanggil sang adik dan memegangi dagu-dagu para korban, mereka tampak begitu pucat dan makin terpejam karena terkena cahaya putih dari senternya.


David melirik ke ujung pada seorang yang terbaring di sudut kontainer dengan piyama tidur warna biru dongker yang dikenalnya sebagai pakaian terakhir yang dipakai Lena. Matanya membulat dan langsung mengangkat tubuh Lena. Dia keluar dari kontainer saat matahari terbit menyinari mereka, dimana tubuh Lena yang terkulai dalam gendongan.

__ADS_1


Kapten mengundang para kru agar membantu para manusia yang tampak tak berdaya. pihak pemeriksaan tidak mungkin sampai melewati penyelundupan ini. Dia segera menghubungi pihak pelabuhan.


Sean menunggui sang adik yang terbaring di kamar kapal dengan begitu cemas, dia melirik David yang tengah menelpon bantuan. Sementara Paolo membantunya merawat Lena.


__ADS_2