
David dengan semangat menyalakan dua lilin berwarna pink itu dengan korek api, lalu mengulurkan ke udara di depan wajah Lena. “Sekali lagi, maaf sayang, di hari spesial ini, aku hanya membawa lilin untukmu. Kau tahu artinya apa?”
David tersenyum dengan penuh cinta saat mendapati gelengan dan senyum manis sang istri yang menggetarkan jiwanya.
"Memang artinya apa, Mas sayang?”
“Artinya, aku akan jadi seperti lilin ini yang akan seru menghidupkan hatimu seperti saat sekarang saat kamu tersenyum dengan sangat cantik. Akan tetapi Istriku memang selalu cantik dan paling cantik!” David meremas tangan sang istri dengan gemas. “Ayo, kamu make wish dulu.”
“Kamu juga ikut!” Lena dengan penuh semangat mengurangi jarak, kening mereka saling menempel, sementara lilin dipegangi David di sisi kanan lalu mereka menutup kelopak mata. Lena berharap kehidupan rumah tangganya dipenuhi keberkahan, keselamatan dan kebahagiaan.
David berdoa semoga dia cepat dianugrahi oleh Tuhan, keturunan yang sehat dan banyak. Mata mereka terbuka, David membelah bibir mungil dengan bibirnya. Lidahnya menelusup ke atas lidah sang istri dan menyapu ke seluruh langit-langit mulut sang istri, dan meresapi rasa manis dari liur sang istri.
__ADS_1
Hati dan tubuh mereka menghangat, mata mereka terbuka setelah David mengecup tiga kali, pertanda pergulatan in*tim mereka berakhir.
“Tiup, sama-sama, yuk, Papah David….”
David langsung berpaling dengan senyuman lebar satu mil. “Mamah Lena, hari ini fix nih ganti panggilan?” David mendapati anggukkan manja sang istri.
“SATU …. Eh, begitu hitungan ke tiga kita tiup bersama, ya Pah?”
“Oke, Mah.”
“Hahaha ….. “ Lena dan David tertawa ringan.
__ADS_1
David meletakkan lilin di kotak kayu. Sini mamah, duduk di pangkuanku. Kita belum selfie.” David memeluk perut sang istri dari belakang, setelah pan*tat hangat sang istri menindih pahanya. Sang istri sedang mengotak-atik ponsel dan David terus mengecupi rambut Lena yang baru potong sebahu. Aroma kenanga kesukaannya terus dihirup dalam-dalam. Begitu Lena mengarahkan camera, David mengecup pipi kanan sang istri yang memerah karena dingin. Sama sepertinya, pipinya juga terasa keluh. Banyak gambar mereka ambil, lalu dikirimkan ke Sean, satu foto saat mereka kecupan dengan background gunung.
⚓
Di Napoli, Niko yang tiduran di kamar Sean, meraih ponsel Sean yang bergetar saat Sean di kamar mandi. Dia sontak membuka ponsel Sean, karena ada tulisan image di notif dengan kontak bernama kelinci. Ya, Sean menamai sang adik seperti itu, karena gigi Lena seperti kelinci.
Hati Niko memanas begitu melihat foto kecupan mereka, dia langsung menaruh ponsel itu saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Sean memiringkan tubuh dan terpejam karena pura-pura tidur, atau Sean akan bertanya-tanya tentang sikapnya yang mendadak berubah. Ya, , Dunianya seketika menjadi begitu gelap. Dia ingin menyerah saja, asal Lena bahagia, tetapi dia tak bisa.
⚓
Di tempat lain, Shinta mendatangi George karena menurut laporan dari anak buahnya, David berbulan madu dengan Lena. Dia marah-marah pada George, tetapi lelaki itu tampak santai.
__ADS_1
“Tenang saja, aku akan menjamin wanita itu akan diurus sampai dia enar-benar mati." George lalu bercerita dan mengatur rencana. Tampak Shinta mangut-mangut pada rencana brilian selanjutnya.
Shinta tersenyum puas dan mencium bibir George, bos mafia itu. Tak masalah, dia akan melakukan apapun, asalkan Lena mati.