
Sebulan kemudian
Maharani telah kembali ke negaranya di bagian timur benua bersama dengan Javier, disana dia mengelola perusahaan milik keluarga Athalah yang besarnya setengah dari Athalah Corp dinegara ZXY.
Kini wanita itu tak lagi sendiri dalam menjalankan perusahaannya, Javier yang dulu hanya memantau perusahaan itu dari jarak jauh dan hanya sesekali saja mengunjunginya kesana akan selalu menemani nya dalam suka maupun duka.
" Kau tidak benar-benar akan pensiun pak tua " Nico tergelak.
" Tidak nak, porsi kerjaku hanya berkurang saja " Jawabnya enteng.
Lewis telah membawa pulang Lexy ke mansion barunya, sebagai anggota keluarga baru dari Athalah Corp pria itu mendapatkan hadiah sebuah mansion dari Sultan.
Sekarang Lewis berperan sebagai tangan kanan setelah Nico dalam menjalankan perusahaan.
The Black Team dipimpin oleh Nico langsung, mereka merekrut anggota baru untuk menggantikan posisi Lexy meski wanita itu tidak benar-benar meninggalkan timnya.
Posisi Lexy digantikan oleh seorang pria yang mempunyai keahlian yang sama dengan wanita itu dibidang teknologi informasi, hanya saja pria itu tidak pandai berkelahi. Tetapi uniknya dia selalu menciptakan sebuah alat untuk membantu nya melawan musuh, tubuhnya pun standar saja tidak kekar dan kuat seperti ketiga orang partner nya.
" Lo bikin apa lagi kali ini bocah?" Tig tiba-tiba saja datang dan menepuk pundak bocah itu, seperti biasa Tiger selalu saja mengganggu aktivitas Joe.
" Diem Tig, bentar lagi selesai " Jawabnya sambil merasakan pegal dipundaknya, tepukan tangan pria besar itu terasa seperti sebuah pukulan baginya.
" Kenapa sih Lo gak belajar berantem aja hah?"
" Biar kuat kayak gue..." Tig menepuk-nepuk otot-otot tangannya.
" Dan musti ngerasain sakit akibat latihan dan pukulan?? No freakin way Tig!"
Joe memperlihatkan hasil akhir dari alat yang dia buat, alat itu dia pakai seperti memakai sarung tangan bionik. Joe lalu mencoba kekuatan alat itu dengan memukul sebuah plat besi
BRAK!
Plat besi tersebut penyok, membentuk pola kepalan tangan dipermukaan nya.
" Nice..." Joe memperlihatkan deretan gigi putihnya.
" Whoaaa...Keren juga bocah!"
Tig berniat untuk menepuk kembali pundak Joe, tetapi dia urungkan setelah anak itu berusaha akan menepis tangan kekar Tiger dengan tangan yang masih memakai alat ciptaannya itu.
" Wow...Easy boy " Kekeh Tiger sambil mengangkat kedua tangannya.
__ADS_1
Bima dan Kinanti sudah sejak seminggu setelah pesta pernikahan fenomenal itu kembali ke mansion utama mereka, tentunya atas permintaan langsung dari Kinanti.
Sang istri hanya tidak mau kekhawatiran yang berlebihan dari suaminya kepada menantunya itu kembali mengganggu ketenangan rumah tangga anak semata wayangnya, yang memang nyaris terjadi.
Tak tanggung-tanggung pria itu hampir saja memerintahkan para pegawai disana untuk mengganti karpet di kamar Sultan dengan karpet bulu tebal dengan alasan agar sang menantu tidak harus merasakan pegal di kakinya saat dia berjalan didalam kamarnya, dan parahnya lagi Sultan menyetujuinya.
" Apa yang kalian akan lakukan?" Kedatangan Kinanti menyela pembicaraan antara anak dan ayah yang sedang terjadi, setelah sebelumnya Shakira memohon bantuannya.
Sikapnya memang tenang dan anggun, tetapi menyiratkan sesuatu dibenak Bima.
" Owh sayang, kami hanya ingin membuat menantu nyaman di kamarnya " Bima menghampiri sang istri dan memeluk nya.
" Sayang, apa kamu lupa dengan kejadian waktu itu? Ketika kalian membuat menantu merasakan sakit kepala karena ulah kalian?" Kinanti menyeringai sambil memainkan kancing kemeja yang dikenakan Bima.
Bima ingat betul kejadian saat itu, dia ingat dia harus tidur sendirian diruang kerjanya setelah mereka kembali ke mansion utama.
" Bagaimana mungkin aku melupakan nya sayang..." Kekeh Bima, senyum yang terukir diwajahnya adalah senyuman ketakutan.
" Kamu tidak mau hal itu terulang kembali kan sayang ??"
" Tidak....tidak... tidak..."
" Sultan, lebih baik kita pertimbangkan kembali rencana bagus kita "Lanjutnya kepada sang anak yang tengah sekuat tenaga menahan tawanya.
Kehadiran mereka selalu menjadi pusat perhatian para peserta yang hadir disana, bahkan membuat iri beberapa pasang suami istri yang sama-sama menghadiri nya.
Sultan sempat melarang Shakira untuk menghadiri sesi itu ditempat umum dan memintanya untuk memanggil instruktur nya saja ke mansion nya, tetapi Shakira merajuk dan pada akhirnya Sultan mengabulkan permintaan nya.
" Oke, para suami silahkan duduk dibelakang para istri dan letakkan kedua telapak tangan anda diperut istri anda "
" Oke bagus " Puji nya setelah para suami mengikuti arahannya.
" Sekarang para istri ikuti instruksi saya untuk mengatur nafasnya, anggap saja saat ini anda tengah mengalami kontraksi "
Shakira mengikuti instruksi sang pelatih dengan sangat baik, dia mulai mengatur nafasnya sesuai dengan arahan.
Tiba-tiba sang bayi kembali bergerak dan kali ini membuat perut Shakira benar-benar menyembul, bola mata Sultan membulat seketika.
" Ssshhh....Huuuhhh...." Shakira merasakan sedikit mulas diperut nya.
" Sayang...Apa kamu mulas? Apa perutmu sakit?!" Sultan hampir mau melepaskan tangannya dari perut sang istri, tapi urung setelah Shakira menahannya dan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
Sang instruktur menghampiri mereka,
" Bagus nona...Tetap tenang dan atur nafasnya "
" Apanya yang bagus??!! Bayinya terus menendangi perut istriku!!" Sultan mulai meradang.
" Tenang tuan muda, ini adalah hal yang sangat normal bagi ibu hamil " Ujar wanita itu dengan tetap mempertahankan senyuman nya.
" Normal apanya hah?! Kau tidak lihat istriku meringis dari tadi"
" Cepat panggilkan dokter Madison!" Titahnya
Lokasi dimana yoga untuk ibu hamil itu memang berada di areal rumah sakit milik keluarga Athalah, jadi Sultan bisa dengan mudah memerintahkan para pengawal nya untuk memanggilkan dokter wanita yang khusus didaulat langsung olehnya untuk datang kapanpun.
Tak lama kemudian sang dokter datang menemui mereka diruangan itu, ini entah ke berapa puluh kalinya dokter Mady harus memeriksa kondisi Shakira meski sebenarnya tidak ada yang serius dengan kondisi kehamilan nona muda Athalah itu.
" Maafkan kekhawatiran suamiku dokter " Shakira benar-benar malu dengan ulah Sultan kali ini, pasalnya ada banyak pasang mata yang menyaksikan mereka saat ini.
" Tidak apa-apa nona, adalah hal yang wajar jika seorang suami mengkhawatirkan kondisi istri nya " Jawabnya sungkan.
" Jangan banyak bicara dokter! Katakan padaku bagaimana kondisi istriku saat ini! "
" Kenapa bayinya terus saja bergerak " Lanjutnya.
" Kondisi ibu dan janinnya baik-baik saja tuan, sepertinya bayi anda sangat bahagia didalam sana " Seloroh dokter Mady yang langsung mendapatkan gelengan kepala dari Shakira.
" Apa?? Bahagia katamu?? Istriku meringis dan kamu bilang bayiku bahagia didalam sana??"
" Yang benar saja dokter!!"
Hupp...
Untuk kali ini Shakira harus membungkam mulut sang suami dengan mulutnya. Dokter Mady langsung mengalihkan pandangannya, sementara orang-orang yang hadir disana diperintahkan untuk membelakangi Sultra dan Shakira oleh para pengawal pribadi mereka.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah, dan maafkan atas kehaluan othor 😘
Happy reading 🤗