Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Tongkat Sakti


__ADS_3

" Jadi...Mulai dari mana kamu akan bercerita hhmmm??" Bisik Aiden ditelinga Rin. Aiden telah mendorong pelan tubuh gadis itu ke dinding, hingga tak ada jarak antara tubuh mereka sekarang.


" Aku...Mereka itu adalah para pengawal dari pria yang pernah berurusan dengan organisasi kami, aku telah diperintahkan untuk membunuh bos besar mereka dua tahun lalu" Jawab Rin terbata. Jantungnya sudah berdegup kencang sejak tadi Aiden mendekatinya.


Rin pun kembali menceritakan tentang dirinya dan selama itu pula Aiden tidak melepaskan tatapannya di manik gelap milik gadis itu, seakan tidak perduli dengan semua ucapan nya.


" Aku sudah tahu semuanya baby " Bisik Aiden kembali.


DEG


Seketika Rin terhenyak, darimana Aiden mengetahui semuanya? Apa dia juga tahu tentang kehidupan pribadinya? Batin Rin meronta.


" Ma... Maksud mu Aiden?"


" Apa kamu tahu sebenarnya apa The Black Team itu Rin?"


" Itu tim pengawal pribadi mu kan Aiden, mereka yang telah melindungi aset milik keluarga mu selama ini"


" Itu benar.." Kekeh Aiden.


" Dan apa kamu tahu sejauh apa The Black Team beroperasi selama ini?" Seringai Aiden membuat Rin membelalakkan matanya.


" Itu tidak mungkin Aiden " Rin menutup bibirnya.


" We create the technologi babe " Aiden mengedipkan sebelah matanya nakal.


" Kami tidak sembarangan menerima klien-klien kami Rin, kami cek latar belakang mereka satu persatu...Menurutmu apa tugas Joe dan Jared serta timnya selama ini?" Kekeh Aiden.


" Jadi kamu tahu tentang..." Rin tidak kuasa untuk meneruskan perkataannya.


" Ya...Aku tahu dan aku turut prihatin atas peristiwa yang telah menimpa mendiang calon suami mu sayang " Aiden mengecup kening dan kedua kelopak mata Rin.


Dua tahu yang lalu Ramses mendiang calon suami Rin terbunuh saat Rin dan pria itu bersama-sama menjalankan tugasnya, dan itu menjadi tugas terakhir Rin di dalam organisasi tempat Rin mengabdikan dirinya. Rin begitu terpukul dengan kejadian itu, pasalnya setelah mereka menyelesaikan tugas nya Ramses berjanji akan menikahi Rin saat itu.


Cukup lama Rin berduka, gadis itu bahkan memutuskan untuk pergi dari kampung halamannya untuk menata kembali kehidupan nya hingga dia berakhir di panti asuhan milik Javier. Awalnya Rin hanya melamar untuk menjadi seorang petugas keamanan disana, tetapi karena latar belakang Rin yang membuat Andre tertarik maka pria misterius itu langsung merekrut Rin dan membawanya ke Athalah Corp.


" Apa kamu sudah tahu siapa dalang penyerangan kita tadi?" Tanya Rin.


" Well...Kami masih mencoba untuk memastikannya sebelum nanti kami melakukan tindakan "


" Tapi mereka hanya mengincar ku Aiden, kalian tidak perlu..." Ucapan Rin terputus saat jari telunjuk Aiden mendarat di bibir tipisnya.

__ADS_1


" Ingat Rin, kau dan aku serta semua yang tergabung didalam keluarga besar Athalah adalah bagian dari aset yang harus dilindungi oleh The Black Team " Aiden tersenyum.


" So...Kamu gak sendirian lagi baby " Aiden mensejajarkan wajahnya untuk memudahkan dirinya menautkan bibirnya dengan bibir tipis milik Rin.


Sementara ditempat yang berbeda, disebuah ruangan yang luas dengan interior mewah yang didominasi oleh warna merah maroon seorang pemuda berwajah tampan tapi terkesan sadis tengah menghancurkan ruangan itu dengan stik golf yang ada ditangannya. Pemuda itu memukuli apapun yang ada dihadapannya seraya berteriak dan memaki, sementara lima orang bertubuh tinggi besar dan berpakaian serba hitam dihadapannya hanya bisa tertunduk diam.


" Percuma aku membayar kalian dengan harga tinggi jika kalian tidak bisa menyingkirkan wanita itu!"


" Jika dalam waktu 2×24 jam kalian tidak juga berhasil membunuhnya maka nyawa kalian dan keluarga kalian akan menjadi taruhannya! Kalian mengerti??!" Teriak pria itu.


" Mengerti tuan " Jawab mereka hampir bersamaan.


" Pergi kalian semua dari hadapan ku!" Hardiknya.


Tak berselang lama seorang wanita berpakaian rapi memasuki ruangan dengan membawa sebuah map berisikan berkas-berkas dan menyerahkan nya kepada pemuda itu.


" Cih! Perintah mereka untuk melenyapkan mereka sekalian!" Titahnya, setelah pria itu memeriksa lembar demi lembar kertas yang ada ditangannya.


" Baik tuan Bikram " Wanita itu mengangguk pelan dan meninggalkan kembali ruangan yang telah hancur berantakan itu.


" Hanya perusahaan piranti lunak, tidak sulit bagiku untuk menghancurkan mereka " Gumam Bikram.


Kembali kepada Aiden dan Rin.


" Kamu hebat baby..." Bisik Aiden saat Rin menjatuhkan tubuhnya disampingnya.


" Awhh... Pelan-pelan baby, sakit rasanya " Rintih Aiden saat Rin melepaskan tongkat sakti milik Aiden dari ruang sempit miliknya.


Aiden harus menerima kenyataan bahwa Rin sudah bukan perawan lagi, mengingat dulu gadis itu sempat akan menikah sebelum akhirnya Ramses terbunuh. Dan dalam pergumulan panas kali ini Aiden lah yang menyerahkan kesuciannya kepada Rin, malam ini pria tampan itu sudah tidak lagi perjaka.


" Rin...Aku akan menikahi mu secepatnya, besok aku akan mengajakmu bertemu dengan mommy dan daddy ku" Ujar Aiden, pria itu mengelus rambut pirang Rin dan menciumnya.


" Apa ini tidak terlalu cepat Aiden? Maksudku kita baru beberapa bulan ini saling mengenal " Rin mendongakkan wajahnya.


" Kita akan lebih saling mengenal lagi saat kita sudah menikah nanti, aku mencintaimu sejak awal kita bertemu baby "


" Love you Aiden dan terimakasih..." Ucap Rin lalu mencium dada bidang Aiden dan menutup matanya.


" Love you more baby " Jawab Aiden, lalu menyusul Rin ke alam mimpi nya.


Keesokan harinya Aiden benar-benar menepati janjinya untuk mengajak Rin bertemu dengan Sultan dan Shakira, dua orang yang selama ini hanya bisa Rin dengar kehebatannya lewat mulut Aiden.

__ADS_1


Pagi-pagi sekali Rin sudah mempersiapkan dirinya, dibantu oleh Kaylee dan Jenna tentunya, gadis itu sudah sangat lama tidak berpenampilan cantik seperti layaknya seorang wanita.


" Wow...kamu cantik banget kak Rin, ya kan Jenna?" Ujar Kaylee, gadis itu bisa melihat perubahan drastis tampilan wajah Rin melalui pantulan cermin didepannya.


" Iya...mommy dan Daddy kami pasti langsung suka padamu kak " Jenna membenarkan.


" Benarkah? Aku gugup sekali " Rin mengibaskan tangannya diwajahnya.


" Jangan khawatir kak, orang tua kami asik kok orang nya " Kaylee menjentikkan jarinya


" More like crazy cool parents gitulah " Sambung Jenna.


" Ayo...mom and dad udah gak sabar pengen ketemu " Ajak Aiden, seketika Aiden terkagum-kagum melihat kecantikan Rin. Gadis itu terlihat begitu elegan dengan balutan dress warna hitam serasi dengan pakaian yang dikenakan oleh Aiden dan kedua adik perempuannya.


" You are a goddess baby " Aiden merangkulnya.


" Ayookk cepetan!" Ajak Keenan.


Mereka berlima pun keluar dari ruangan itu dan bergegas menuju halaman depan mansion dimana dua mobil mewah telah menunggu mereka, dengan Andre dan Philip yang telah siap untuk mengantarkan mereka ke mansion utama dimana Sultan dan Shakira serta Nico dan Sisca telah menunggu.


" Kenapa jalanmu kayak gitu boy?" Sultan mengerutkan keningnya saat dirinya melihat cara berjalan Aiden yang sedikit berbeda, ketika pria paruh baya itu menyambut kedatangan mereka setibanya di mansion utama.


" Gak apa-apa dad, hanya pegal sedikit" Aiden mencoba untuk membenarkan gerakkannya.


" Memangnya kamu abis ngapain sampe pegal begitu? "


" Mainan tongkat sakti dad "Jawabnya asal, sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Uhuk....Uhuk...


" Maaf aku keselek " Ucap Rin dengan wajah yang memerah.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


See you all tomorrow 😘


__ADS_2