Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Bonus Chapter 6 Lexy & Lewis


__ADS_3

Menceritakan tentang kisah dua orang berbeda karakter ini harus mundur beberapa bulan kebelakang, dimana mereka belum lama meresmikan ikatan pernikahan mereka bersamaan dengan Sultan dan Shakira juga Maharani dan Javier dalam sebuah pesta pernikahan paling fenomenal abad ini.


Canggung? Iya, Lexy benar-benar masih merasa canggung. Pernikahan ini terlalu cepat menurut nya, tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur saat ini dia hanya harus membiasakan diri untuk hidup bersama dengan Lewis.


Kejadian unik terjadi saat malam pertama mereka bersama.


" Sayang maafkan aku..." Lewis memasuki kamarnya, dia tidak meneruskan kata-katanya karena ternyata Lexy sudah tertidur pulas dengan gaun pengantin masih menempel di tubuh nya.


Lewis mendekati gadis itu, seandainya tadi langsung menuju kamarnya dengan Lexy mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Pria ini terpaksa menemani teman-temannya sebelum dia memutuskan untuk menyusul sang istri ke kamarnya.


" Kamu kayak putri tidur sayang..." Lewis mencium kening Lexy.


" Kamu tetap cantik meski sedang tertidur pulas " Pria itu mencium bibirnya sekarang, tak berhenti sampai disitu Lewis terus menciumi Lexy agar gadis ini terbangun.


Bagaimanapun Lexy harus membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum tidur.


" Hhhmmmm..." Lexy melenguh saat Lewis menciumi leher nya


" Bangun sayang...Mandi dulu " Lewis membenamkan wajahnya ke ceruk leher wanitanya itu.


" Aku ngantuk Lew " Gumamnya


" Jangan ganggu aku..." Lanjutnya masih bergumam.


" Setidaknya ganti baju dulu sayang, badan mu bisa sakit jika kamu tidur menggunakan gaun itu "


Dengan mata masih tertutup Lexy mendudukkan dirinya, Lewis semakin gemas dengan tingkah Lexy yang baru saja dia ketahui seperti ini. Tanpa pikir panjang Lewis membukakan resleting gaun yang masih melekat ditubuhnya.


Jantung nya berdetak kencang melihat tubuh kencang milik istrinya itu, Lewis baru tahu jika Lexy memiliki beberapa tatto ditubuhnya. Seketika timbul rasa cemburu pada diri Lewis.


Jangan-jangan pelukisnya laki-laki...


Lewis masih menatap tubuh setengah polos milik Lexy, tanpa membuka matanya gadis itu membuka gaunnya lalu kembali tidur.


Gemas, cemburu, kesal dan semua rasa Lewis rasakan saat ini tetapi mengapa sesuatu dibawah sana semakin berdiri tegak?


Hei kau ini! Jangan-jangan kamu punya mata! Aku lagi kesal kamu malah bangun...


" Aaahh... Urusan cemburu nanti lagi aja..."


Secepat kilat Lewis meraih tubuh setelah polos milik Lexy dan membawanya ke kamar mandi.

__ADS_1


" Ssshhhhhh..."


Lexy merasakan sesuatu tengah bergerak di gunung kembarnya, tidak hanya itu di bagian bawah tubuhnya juga sama. Rasanya membuat tubuhnya lemas seperti tersengat aliran listrik tetapi anehnya semakin lama semakin terasa nikmat.


" Lew..." Gadis itu melenguh


" Akhirnya kamu bangun juga sayang " Bisik Lewis ditelinga Lexy.


" Lew...Aku.... Aaahh..."


Permainan Lewis begitu membuai Lexy hingga membawa gadis itu seperti terbang melayang di angkasa. Lenguhan Lexy membuat dirinya semakin bersemangat untuk membenamkan sesuatu miliknya keruang sempit dibawah disana. Tapi dia urungkan.


Selesai dengan ritual mandi plus-plus nya Lewis kembali membawa tubuh polos Lexy keatas tempat tidur nya, pria itupun kembali melakukan pemanasan untuk membangkitkan keinginan tertinggi dirinya dan Lexynya.


" Aku akan masuk sayang " Bisiknya ditelinga Lexy dan mengigit kecil telinga putih itu.


Lewis memasukkan senjata milik nya seketika.


" Aaaaaaahhh!!" Pekik Lexy


BUGH!


" Ya Tuhan sayang....Maafkan aku! Aku kira...." Secepat kilat laki-laki itu mencoba untuk meraih tubuh Lexy kedalam pelukannya.


" Jangan dekat-dekat Lew!! Lo udah bikin gue kesakitan!!" Lexy menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, dia masih merasakan sakit yang luar biasa di wilayah paling pribadinya.


" Sayang....Sayang...Maafkan aku, aku mohon maafkan aku " Lewis perlahan mendekap erat tubuh Lexy


Ya Tuhan...Apa yang sudah aku pikirkan tentang istriku??? Aku telah bersikap kasar dimalam pertama kami...Sialan Lewis!-Lew


Sisa malam itu Lewis tetap berusaha untuk meminta maaf kepada Lexy atas sikap kasarnya hingga menyakiti wanita itu, malam pertama yang mereka harapkan keindahannya dan keintiman nya sirna.


Lexy tidur dengan membelakangi Lewis, dia masih enggan untuk menerima kembali sentuhan dari pria yang sudah tega memaksakan miliknya untuk merangsak masuk hingga menghancurkan benda paling berharga miliknya. Cerita malam pertama yang dia baca dari banyak cerita dimana sang pria melakukan dengan begitu hati-hati ternyata hanya dongeng semata, nyatanya malam itu dia tidak merasakan apa yang ada di dalam angan-angan nya itu.


" Maafkan aku sayang " Telinga Lexy masih bisa mendengar suara lirih suami yang sedang memeluk nya dari arah belakang tubuhnya, tetapi Lexy masih enggan untuk sekedar menjawab nya meski hanya dengan isyarat semata.


" Aku berjanji akan menebus kesalahan terbesar ku ini " Ucapnya.


Pagi hari menyapa Lewis sudah tidak mendapatkan sang istri disampingnya, sontak dia terbangun kaget. Pikiran laki-laki itu sudah melayang entah kemana, dia takut Lexy akan pergi meninggalkan nya karena peristiwa semalam.


" Sayang..." Lewis memanggilnya sambil berjalan menuju kamar mandi, tetapi dia tidak mendapatkan sosok Lexy disana.

__ADS_1


" Dimana dia? " Gumamnya


Mereka masih tinggal di hotel yang Sultan sediakan untuk mereka menghabiskan malam pengantin hingga tiga hari lamanya, pria itu melarang dirinya untuk kembali ke apartemen apapun yang terjadi.


" Apa dia pulang yah ?" Lewis meraih kaos dan celana pendek dan memakai nya lalu pergi keluar dari kamarnya untuk mencari keberadaan istrinya itu.


Dia sempat berpikir untuk menghubungi teman-teman, tetapi urung dia lakukan. Dia tidak mau menjadi bahan tertawaan para beruang Grizzly itu, mereka pasti akan berpikir macam-macam pikirnya.


Baru saja dia memencet tombol lift, tiba-tiba pintu lift itu terbuka dan mendapati Lexy keluar dari sana dengan keringat mengucur dikening dan lehernya. Tanpa pikir panjang Lewis menarik tubuh Lexy masuk kedalam pelukannya.


" Ya Tuhan Lex! Kamu udah bikin aku khawatir!"


" Kamu dari mana? Kenapa kamu gak bangunin aku??" Lanjutnya.


Pria itu meregangkan pelukannya, menuntut jawaban dari wanita yang telah membuat nya begitu panik pagi itu.


" Aku hanya ke gym, itu rutinitas pagi ku " Jawabnya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Lexy mengerutkan keningnya, ada apa dengan pria ini pikirnya.


Secepat kilat Lewis mengangkat tubuh Lexy dan membawanya ke kembali ke kamarnya.


" Kamu gak boleh ninggalin aku kayak tadi sayang, aku hampir mati karena terkejut "


Lewis membuka pintu kamar itu dengan tubuhnya setelah dia menempelkan kartu untuk membuat kunci pintu kamar itu.


" Dan kamu akan menerima hukuman nya karena udah bikin aku panik setengah mati "


Lewis membawa tubuh Lexy masuk ke kamar mati.


Hajar-hajar deh, yang penting si junior puas pagi ini...


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2