
Sinar mentari pagi telah menyeruak masuk melalui celah jendela kamar seakan dia menyuruh sang pemilik mata untuk beranjak dari tidurnya, terlihat sepasang mata berusaha agar membuka dengan sempurna untuk menyongsong hari.
" Nnggg...hhh "
" Aaahhh...sshhh ..."
Damn it! Masih sedikit sakit rupanya...
Shakira berusaha untuk meregangkan tubuhnya agar kembali lentur setelah aktivitas tidurnya malam tadi, dia berusaha untuk bangkit dari posisinya sekarang agar bisa duduk menyender disana.
" Owh Tuhan! Kau mengagetkan aku...!"
Pekiknya pelan saat netranya menangkap seseorang yang sedang terduduk menatap begitu dalam kearah dirinya. Laki-laki itu hanya menghela nafasnya panjang ketika wanita itu terkejut menyadari kehadiran nya disana.
" Sejak kapan kamu berada disana ?"
" Sejak semalam..." Sultan tetap tak bergeming dalam posisi nya saat ini.
" Itu artinya kamu tidak tidur ?"
Sultan mengangguk pelan. Andai wanita itu tahu semalam dia menangisi dirinya, melihat kondisinya yang seperti ini berbagai pikiran buruk menghantui nya.
" Tidurlah..." Shakira menepuk kasur disebelahnya, meminta Sultan agar beranjak dari duduknya dan menghampiri nya.
" Shak...Aku ingin berbicara kepada mu, kali ini tolong dengarkan aku baik-baik " Sultan telah mendudukkan dirinya menghadap Shakira, pria itu meraih tangannya.
Flashback on
" Tu....tup pintu...nya sayang...aaahh "
Shakira merasa seluruh tubuhnya dialiri sengatan listrik, herannya sengatan listrik ini tak membuat tubuhnya sakit tapi sesuatu seperti menggelitik seluruh tubuhnya hingga ke ubun-ubun rasanya begitu nikmat. Dia meraih apa saja untuk dicengkeramnya, hingga tangannya meraih dan mencengkeram rambut dari pria yang kini berada di bagian bawah tubuhnya.
Semakin dia mengerang, semakin pria itu giat melancarkan aksinya dibawah sana.
" Pintu sayang ...pintu...aaahhh "
Tangan pria itu meraih sesuatu didekat nya dan menekan beberapa tombol dengan cepat, dia terpaksa menggantikan bibirnya dengan menggesek kan jarinya disana. Dia enggan meninggalkan tempat itu terlalu lama, secepatnya dia meraih tubuh wanita itu kedalam pengakuan nya dan membawanya pergi ke ruangan pribadinya.
Sultan meminta Shakira untuk menggeser sebuah buku untuk membuat pintu itu terbuka sempurna, sementara dia fokus melancarkan aksinya menyesap areola gadis itu.
Pintu terbuka dan Sultan membawa tubuh polos wanitanya keatas tempat tidur lalu secepat kilat membawa tubuh nya ke bagian bawah wanita itu untuk kembali melancarkan aksinya disana.
" Aaahhh...." Jemari Shakira mencengkram seprei seketika saat Sultan kembali memainkan benda kecil dibawah sana, rasanya sungguh sangat nikmat dirasakan oleh Shakira.
__ADS_1
Awalnya dia malu dan merapatkan kakinya saat pria itu berusaha untuk melakukan aktivitas nya dibawah sana, tetapi saat sentuhan bibir dan tangannya berada di kedua pahanya entah mengapa kakinya mau saja membuka diri memberikan akses kepada pria itu untuk bermain-main disana.
******* dan erangan wanita itu memenuhi ruangan yang dibuat kedap suara oleh pemiliknya, dan semakin terdengar indah ditelinga Sultan. Entah bagaimana, tetapi suara-suara itu bagaikan api yang menyulut hasrat pria itu untuk lebih gencar lagi memainkan benda kecil yang semakin mengeras dibawah sana.
" Aahh...a.n.ku...pipis..."
" Keluar kan sayang..."
Sultan semakin giat memainkannya hingga sesuatu pecah dibawah sana menyembur membasahi jalan masuk miliknya nanti. Secepat kilat Sultan menaiki tubuh Shakira, dia kembali menautkan bibirnya dan menjelajahi rongga mulut Shakira dengan lidah yang saling membelit menciptakan decakan-decakan yang terdengar indah ditelinga keduanya.
Sultan melepaskan tautan bibirnya.
" Kau siap sayang ..?"
Entah apa yang merasuki pikiran Shakira saat itu, dia menganggukkan kepalanya pelan. Sentuhan-sentuhan tangan Sultan telah membuat nya menggila.
Sultan mulai menggesekkan benda keras dibawahnya, awalnya pelan saja. Meski Sultan mengira bahwa gadis ini sudah bukan pera***n, dia tetap tidak mau melakukannya dengan cara kasar, dia enggan untuk langsung menembus pertahanan milik wanitanya.
Bibirnya tetap tertaut diatas sana, sementara satu tangan nya memainkan areola wanitanya dengan sentuhan ujung jarinya sementara dibawah sana pelan tapi pasti merangsak masuk.
Sultan tiba-tiba melepaskan tautan bibirnya, dia merasakan sesuatu telah menghalangi benda miliknya untuk masuk. Pria itu menatap dalam mata sendu yang ada dihadapannya
" Virgin? " Ucap sedikit berbisik, Sultan menaikan alisnya.
Shakira mengerutkan keningnya, meski wajahnya memerah karena malu, tapi dia berusaha untuk menatap Sultan dan mencoba untuk mendengar apa yang dikatakan nya barusan.
" You are mine baby..."
Flashback off
Shakira tertunduk malu, wajahnya merona seketika mendengarkan apa yang diutarakan oleh Sultan.
" So...kamu masih virgin ketika itu sayang...jadi apa yang kamu pikirkan kemarin itu?? Kenapa kamu seperti tak suka ketika aku mencium mu?"
" Dan kamu tidak perlu menjadi tangguh ketika sedang bersamaku Shak...."
" Maafkan aku....Aku hanya merasa jijik dengan tubuhku setelah apa yang dikatakan Gerry malam itu "
" Dan aku mengira kau pun akan merasa seperti itu terhadap ku "
Shakira menghela nafasnya.
" No baby...Aku gak punya pikiran kearah sana. No body's perfect Shak, semua orang punya masa lalu yang buruk bahkan aku pun sama "
__ADS_1
Sultan meraih tangan wanita itu dan menggenggamnya erat.
" Cinta ku tulus Shak, tak ada syarat sedikit pun..."
" Dan Gerry, aku pastikan dia akan mendapatkan balasan setimpal atas perbuatannya padamu "
.
.
.
" Bunda....Tolong bantu aku keluar dari sini!" Gerry tak hentinya merengek ketika bundanya datang untuk menjenguk nya dipenjara.
" Aku tidak tahu lagi caranya nak, ayahmu bahkan menolak untuk aku temui " Sang bunda menatap nanar anaknya.
" Bagaimana dengan Lewis?? Bunda pasti bisa meminta bantuan kepada nya!"
" Anak itu bahkan sangat membenci kita sejak dulu Gerry, kau bodoh sekali menggabungkan perusahaan mu dengan nya waktu itu "
" Apa yang harus aku lakukan bunda! Aku tidak sudi membusuk ditempat ini!" Gerry mengacak rambutnya
" Aku akan cari cara, kau bersabarlah jangan merengek seperti anak kecil!"
" Kau tidak tahu bagaimana rasanya tinggal ditempat ini bunda! Mereka sangat jahat kepada ku!"
" Itu karena kebodohan mu juga Gerry! Seharusnya kau tak berurusan dengan keluarga Athalah!" Sang bunda mendecih kesal. Kenapa anaknya begitu bodoh sekali pikir nya.
" Aku hanya menginginkan wanita itu bunda! Dia telah membunuh Marco, tetapi tidak ada seorangpun yang percaya padaku!"
" Aku dan dia sama saja! bodoh dan menyusahkan! Kau diam sajalah dulu disini sampai aku menemukan cara untuk mengeluarkan mu dari sini... Mengerti ! Wanita itu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Gerry disana berteriak memanggil dirinya.
Kau harus membayar semua ini dengan nyawamu Sean! Ini semua salahmu! Aku tak akan pernah memaafkan mu sampai kapanpun!
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗
Happy weekend 🤗😘