
Harry dibuat pusing dengan permintaan Javier yang membuka kembali kasus yang terjadi sepuluh tahun yang lalu, bagaimana mungkin dia bisa mengusutnya dengan mudah jika saat itu dia bahkan masih duduk di bangku akademi.
Memang Javier memberikan petunjuk-petunjuk yang banyak membantu nya, tetapi orang-orang yang terlibat didalamnya kebanyakan sudah meninggal dunia. John adalah harapan satu-satunya pria itu, tetapi saat inipun John dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk diinterogasi oleh nya. John mengalami serangan jantung saat Athalah Corp memutuskan untuk menarik dana sponsor utamanya saat pemilihan calon gubernur tahun tiga tahun yang lalu.
" Ini jalan buntu Jav!" Ujar Harry frustasi
" Tidak tuan Harry, anda hanya belum menyadari nya saja "
Selalu itu yang diucapkan oleh pria misterius itu, dia sempat berpikir jika Gerry ada hubungannya dengan kasus ini apalagi pria itu bersikeras untuk meminta nya melakukan penahanan terhadap Shakira malam itu. Dan Hernandez merupakan nama keluarga Shakira!
Apakah kematian Marco juga ada hubungannya dengan kejadian sepuluh tahun yang lalu? Apa mungkin Shakira tahu akan hal itu hingga dia membunuhnya??
" Sepertinya aku sudah harus mulai menyelidiki Damian Corp " Harry berbicara dengan dirinya sendiri. Dia telah menemukan beberapa temuan yang menyatakan bahwa Damian Corp saat itu tengah mencoba untuk mengambil alih wilayah di itu untuk membangun sebuah pusat perbelanjaan yang saat ini berdiri megah disana.
" Permisi tuan Lewis, ada tuan Harry dari kepolisian ingin bertemu dengan anda " Seorang wanita berpenampilan sopan memasuki ruangan kerja pria yang terkenal cukup dingin dan angkuh itu.
" Suruh dia masuk " Pintanya. Lewis ingin tahu apa maksud kedatangan salah satu teman adiknya ini.
Memasuki ruangan, Harry langsung disambut oleh jabatan tangan Lewis. Pria itu mempersilahkan Harry untuk duduk dan meminta nya untuk mengatakan maksud kedatangan nya tanpa basa-basi.
" Aku ingin menanyakan keberadaan Gerry saat ini " Harry menyerahkan berkas penyelidikan kepolisian kepada Lewis, pria itu terlihat mengerenyitkan dahinya.
" Ayah sedang meminta nya untuk mengurus beberapa hal penting bersama klien kami tuan Harry " Lewis melipat kedua tangannya.
" Baiklah, aku tak bisa berlama-lama disini. Kabari aku jika adikmu itu sudah kembali " Harry tahu dia tak akan mendapatkan apapun meski tinggal disana lebih lama. Dia cukup meninggalkan berkas kopian itu disana agar mereka dapat membacanya.
" Sialan!! Bocah itu selalu saja membawa sial!" Lewis marah setelah dia memeriksa berkas-berkas yang sengaja ditinggalkan oleh Harry dimejanya.
" Aku harus cepat-cepat menyingkirkan nya sebelum dia menghancurkan reputasi ayah lebih jauh lagi!" Lewis mengeratkan rahangnya, dia memutuskan untuk menemui sang ayah dan memberikan berkas penyelidikan itu kepada nya.
Ayah lebih tahu apa yang harus dilakukan kepada bocah pembawa sial itu!
.
.
__ADS_1
.
" Tuan...Tuan Gerry mengajakmu untuk berkumpul bersama di Diamonds malam ini " Shakira membaca pesan yang masuk melalui telepon genggam nya.
" Aku tidak mau! " Ucapnya ketus. Sultan sedang fokus memeriksa design produk baru yang diajukan oleh tim departemen IT diperusahaannya.
" Apa aku harus menulis kalimat itu disini ?" Shakira mencoba untuk mengalihkan perhatian nya.
" Terserah! " Sultan masih kesal dengan ulah asisten pribadi nya itu yang telah berani membuat nya penasaran setelah mereka melakukan adegan ciuman panas kemarin sore. Dia bahkan masih ingat betapa tersiksanya dia menahan sesak di bagian bawah tubuhnya itu.
" Apa kau yakin aku harus menulis kalimat itu disini ?" Shakira kembali mengulang pertanyaan nya. Sultan memutar bola matanya, dia masih belum bisa menghilangkan kekesalannya.
" Iya...!" Teriakannya terhenti saat Shakira menunjuk bibirnya sendiri.
Seketika Sultan menyambar benda kenyal milik wanita itu, dia sudah bertekad tidak akan memberikan kesempatan kepada Shakira untuk melepaskan dirinya hingga dia menuntaskan hasratnya. Toh dia sudah meminta ijin kepada kedua orangtuanya untuk menikahi asisten pribadi nya itu dan mereka pun telah mengijinkan nya selama cinta Sultan tidak bertepuk sebelah tangan.
Sultan menarik tubuh wanita yang kini sudah dalam keadaan polos tanpa sehelai benangpun menutupi nya, tak ada perlawanan berarti dari wanita itu. Dia hanya mencoba mengingat kan pria itu untuk mengunci pintu ruangan kerjanya diantara desahannya.
Sultan meraih sebuah remote control dan menekan beberapa tombol disana untuk mengunci otomatis pintu dan jendela ruangan nya sambil terus melancarkan serangan mautnya.
Tak berhenti disana, Sultan membawa tubuh polos milik Shakira kedalam kamar pribadi yang terletak dibalik lemari buku yang ada diantara deretan lemari buku besar diruangan itu. Aksinya terus berlanjut hingga keduanya mencapai puncak pelepasan bersama.
Sultan kembali menekan beberapa tombol dari remote nya untuk membuka kembali pintu dan jendela ruangan kerjanya, lalu dia duduk di kursinya untuk melanjutkan apa yang tadi dia tinggalkan.
BRAK!
" Nico..!" Mata Sultan membulat ketika calon kakak iparnya tiba-tiba memasuki ruangan kerja nya.
" Kenapa Lo kaget gitu liat gue?? Emang gue ini hantu apa??!" Nico merebahkan tubuhnya diatas sofa ruangan itu dan mata Sultan terbelalak seketika saat dia menyadari Nico telah menduduki barang pribadi milik Shakira.
" Ga....k apa-apa " Sultan mengusap tengkuknya, dia berharap Nico tidak menyadari bahwa dirinya telah menduduki sesuatu yang sangat penting baginya.
" Dimana Shakira? gue kangen sama dia...Jav bikin gue sibuk sepanjang hari!"
Deg...!
__ADS_1
Sultan berharap Shakira tetap tertidur disana hingga Nico pergi dari hadapan nya.
" Dia lagi keluar, katanya mau beli minuman dingin " Sultan mencoba untuk tetap fokus menatap layar laptop dimejanya, dia sesekali memainkan mouse untuk mengusir ketegangannya.
Jav...Tolong aku! Nico tiba-tiba datang ke ruangan ku! Pesan terkirim
Bukannya itu hal biasa tuan muda? Pesan terbaca
Tidak jika Shak sedang tertidur pulas dikamarku! Pesan terkirim
" Hallo Jav...? Oke aku akan segera kesana...Oia Terimakasih Jav...." Nico menutup sambungan telponnya.
" Lo mau pergi lagi? Baru aja dateng..." Sultan berpura-pura untuk kesal karena tiba-tiba Nico harus pergi lagi padahal dia baru saja datang
" Iya..Jav ngasi gue motor baru, dia minta gue ke dealer sekarang buat pilih modelnya " Nico beranjak dari tidurnya, tetapi sayangnya barang pribadi milik Shakira yang menerawang itu menyangkut dikancing celana belakang nya.
" Oo...Oke, yodah gue anter ke depan " Sultan berjalan dibelakang pria tinggi besar itu, dia berusaha untuk mengambil barang yang asik menggelayut dikancing celana belakang yang dia kenakan.
Hal ini disadari oleh Siska saat matanya melihat sesuatu tergantung dikancing celana belakang Nico saat baru keluar dari ruangan majikannya. Sekertaris cekatan itu tiba-tiba menghadang Nico dan memeluk nya, tubuhnya yang hanya sedada Nico memudahkan nya untuk melepaskan kaitan barang yang menggantung disana dan memberikan nya kepada Sultan yang setia berdiri dibelakang Nico.
" Apa yang kamu lakukan nona cantik?" Nico terkekeh melihat aksi sang sekertaris
" Eh...Hehe...Maaf aku hanya selalu ingin memeluk mu sejak dulu tuan Nico " Siska tertunduk malu.
" Hei bodoh, jangan sampai Jav menunggu mu disana sendirian sementara kau asik disini bersama sekertaris ku !" Sultan meninggalkan mereka disana dengan keadaan canggung, tetapi dia mengirimkan pesan singkat kepada sang sekertaris berupa bukti transfer uang sebesar 25ribu dollar untuk aksi nekatnya tadi.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗
See you all tomorrow 😘