
Sean benar-benar memperlihatkan penyesalannya akan sikap buruknya selama ini, pelan-pelan dia mulai mengubah tabiat buruk nya. Jika dulu dia kurang menaruh rasa hormat kepada ayahnya Jacob bahkan cenderung merendahkan nya karena pengaruh buruk yang ditanamkan ibunya Marianne sekarang ini dia mulai mendengarkan apapun yang dikatakan oleh Jacob.
" Sean...Ayah ingin bicara dengan mu nak " Jacob sedikit merasa ragu, pasalnya selama ini anaknya tidak pernah merasa tertarik dengan apa yang ingin dibicarakan oleh-nya.
" Iya ayah...Ada yang bisa aku bantu ayah?" Sean menatap wajah ayahnya yang mulai terlihat sedikit menua
" I....iya nak " Antara terkejut dengan bahagia, Jacob menguraikan senyuman nya.
" Ini tentang perusahaan kita..." Jacob menghela nafasnya
" Kita berada diambang kepailitan nak, ayah sudah berusaha melakukan berbagai cara untuk mempertahankan nya... Maksud ayah, apakah kamu ada ide untuk perusahaan kita? " Jacob benar-benar membutuhkan dukungan dari semua pihak saat ini, dia malu jika harus terus mengandalkan bantuan Bratayuda temannya.
" Ijinkan aku ikut dengan ayah kesana mulai hari ini, aku ingin melihat semua laporan keuangan disana...Apa ayah tidak keberatan ?" Sean menunggu jawaban dari sang ayah. Benar apa yang dikatakan oleh Bima perusahaan miliknya sudah berada diambang kehancuran, seharusnya dia membantu nya sejak dulu seperti hal nya Bima yang membantu bisnis keluarga nya sejak duduk di bangku kuliah.
" Sama sekali tidak nak..." Jawabnya singkat dan padat. Jacob sangat bahagia, entah angin apa yang membawa perubahan kepada anak satu-satunya ini dia tidak perduli.
Sejak saat itu Sean mulai terjun langsung untuk menangani perusahaan membantu sang ayah. Sean menemukan bukti-bukti dana pengeluaran yang tidak sesuai dengan peruntukannya, dia menduga dana itu adalah uang yang diberikan oleh Jacob untuk memenuhi kebutuhan istrinya dan dia sendiri.
Jumlah yang sangat fantastis! Aku bisa menghitung pengeluaran ku, tapi ibu?? Untuk apa ibu memakai uang sebanyak ini...?
Atas persetujuan sang ayah, Sean memangkas dana pengeluaran tersebut hingga 75%! Tentu saja itu memunculkan reaksi kemarahan besar dari Marianne. Wanita itu langsung mendatangi Damian Corp untuk menuntut penjelasan dari sang suami yang telah tega menghentikan kucuran dana hingga sebanyak itu.
" Apa maksud mu dengan ini hah!" Marianne melemparkan semua kartu kredit nya kehadapan Jacob.
" Itu bukan keputusan ayah bu, itu keputusan ku " Sean memasuki ruangan dan menghampiri keduanya. Sean mencium pipi ibu yang selama ini begitu dia sayangi.
" Apa?? Bahkan kau telah membuat anakku menentang ku Jacob!"
__ADS_1
" Hentikan ibu...Ayah tidak ada kaitannya dengan ini, perusahaan kita sudah diambang kehancuran bu...Dan aku tak akan tinggal diam untuk itu " Sean menatap bola mata ibunya, dia mencari-cari alasan kenapa sang ibu tega melakukan hal itu selama ini.
" Apakah ibu mencintai ayah?" Sean meraih kedua bahu ibunya, dia melihat kebencian dimatanya. Sekilas dia mengingat perkataan Bima yang mengatakan apakah dia pernah berpikir bahwa satu saat nanti akan ada wanita yang begitu dia cintai tapi tak mendapatkan hal yang sama dari orang itu.... Apakah sang ayah yang mengalami nya??
" Apa ibu mencintai ku?" Dan Sean melihat tatapan mata yang hampir sama. Dia menarik nafasnya panjang dan menghembuskan nya perlahan, dia berusaha untuk tidak marah terhadap orang yang telah melahirkan nya itu.
" Maafkan aku ibu, tapi mulai saat ini aku akan terus berusaha membantu ayah untuk menyelamatkan perusahaan ini...Lakukan saja yang ibu mau " Sean melepaskan tangannya, dia meninggalkan mereka berdua disana untuk meneruskan pekerjaannya.
Terimakasih Bima...Kau telah membuka mataku, aku akan buktikan padamu bahwa aku sanggup membesarkan perusahaan keluarga ku...!
Boleh dibilang kejadian itu telah memunculkan sebuah motivasi positif pada diri Sean untuk tetap menjadikan Bima seorang rival tapi kali ini dengan sudut pandang yang berbeda, setidaknya itu yang ada dipikiran Sean saat itu.
Keadaan berubah sejak dia menikah dan mempunyai seorang anak laki-laki yang dia beri nama Lewis, anak itu salah dalam mengartikan sikap sang ayah yang menjadikan Bima seperti layaknya panutan yang harus dia contoh.
Timbul kecemburuan dalam diri Lewis terhadap segala sesuatu yang yang menyangkut Athalah Corp.
Jika dalam cerita Me, My Self and I Mike menikahkan wanita yang tanpa dia ketahui telah mengandung anaknya dengan Pat asisten pribadi nya karena cintanya kepada Andromeda, maka dalam cerita ini Sean membawa wanitanya pulang untuk hidup bersama mereka. Berharap mereka bisa hidup dengan rukun dalam satu atap.
Lewis tak pernah menyukai kehadiran mereka dirumah nya, dia telah mencium gelagat aneh dari ibu dan anak tersebut. Kala itu sang ibu tentu saja sangat terpukul atas kehadiran mereka yang tiba-tiba, hingga membuat nya menarik diri dan hanya mengurung diri dikamarnya hampir sepanjang hari.
Lewis melampiaskan kekesalannya terhadap mereka dengan menindas Gerry adik tirinya secara terang-terangan dihadapan ibu tirinya, dia tak segan-segan menyiksanya dan merendahkan nya dengan banyak sebutan.
" Ibu...Lewis merebut mainan ku !" Gerry berlari mencari perlindungan kepada ibunya.
" Lewis jangan begitu...Kasian adikmu.."
" Adikku bukan anak haram seperti dia!" Lewis menatap keduanya dengan penuh kebencian.
__ADS_1
Henrieta melaporkan kejadian tersebut kepada suaminya saat laki-laki itu baru saja sampai dirumah sepulangnya bekerja, tanpa berpikir panjang Sean melampiaskan kemarahannya kepada istri pertama nya yang setiap hari selalu mengurung dirinya didalam kamar yang dinilainya tidak becus dalam mengurus anak.
" Maafkan aku ibu..." Lewis memeluk sang ibu yang tengah menangis itu, tubuhnya kini dipenuhi luka lebam akibat pukulan ikat pinggang ayah nya.
" Aku berjanji akan membalas perbuatan mereka kepada ibu..."
Lewis remaja menggunakan cara yang sedikit lebih ekstrim untuk menyingkirkan benalu dalam keluarga nya itu, tak tanggung-tanggung dia menjebak ibu tirinya sendiri agar Sean mengusir nya dari rumah dengan bantuan asisten pribadi sang ayah.
Lew tahu kebiasaan buruk Henrieta yang masih suka menghabiskan malam disebuah Club dibelakang ayahnya, dia memasukkan obat perangsang didalam minuman wanita itu dengan membayar seorang pelayan dan merekam semua adegan panasnya dengan seorang pria tak dikenal lalu mengirim kan video tersebut kepada Sean.
Keesokan harinya Sean mengusir mereka dari rumahnya, dia tidak pernah menikahi wanita itu jadi Sean tidak harus merepotkan dirinya untuk mengurus berkas-berkas perceraian. Tetapi atas dasar kemanusiaan dan tanggung jawab dirinya sebagai ayah dari Gerry, Sean memberikan mereka satu unit rumah dan tetap membiayai hidup mereka hingga Gerry menyelesaikan kuliahnya.
" Mereka sudah pergi ibu...Ibu sudah bisa beristirahat dengan tenang sekarang " Lewis meletakkan satu ikat bunga lili putih diatas batu nisan sang ibu.
Lily Allan Collins, nama yang terukir disana. Wanita itu mengalami depresiasi berat akibat perlakuan buruk sang suami dalam jangka waktu yang cukup lama hingga pada akhirnya dia mengakhiri hidupnya dengan meminum pil tidur hingga over dosis. Lily meninggal ditanggal yang sama saat dirinya dan Sean mengucapkan janji dalam sebuah ikatan pernikahan.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
__ADS_1