
Siapa namamu? " Aiden menatap manik dingin nan indah milik wanita berkulit putih pucat itu.
" Cyzarine Romanova tuan " Jawab gadis itu dengan logat khasnya tanpa membalas tatapan Aiden.
" Andre, jadikan gadis ini sebagai pengawal pribadi ku " Titahnya kepada Andre tanpa melepaskan pandangannya dari Rin, gadis yang telah mengusik hatinya.
" Baik tuan muda " Mengangguk pelan kearah Aiden.
" Kalian berdua ikut denganku " Titahnya pada dua orang pria yang berdiri disamping Rin. Andre sudah paham dengan sisa tugasnya, menempatkan dua pria yang bersama dengannya itu di markas The Black Team.
Keenan dan Jenna saling bertatapan melihat Aiden yang tiba-tiba begitu tertarik dengan seorang wanita yang menurut mereka sangat jauh dari perkiraan, selama ini para gadis yang mencoba untuk mendekati Aiden adalah gadis-gadis yang anggun, cantik dan seksi. Sementara Rin adalah seorang gadis yang kaku, berpenampilan seperti laki-laki dan memiliki sorot mata tajam hampir sama seperti sorot mata tajam milik Aiden.
" Bakalan ada yang bucin nih " Sindir Keenan.
" Apa kalian tidak mempunyai pekerjaan yang harus diselesaikan?" Mengarahkan pandangannya kepada Jenna dan Keenan secara bergantian, sontak kedua mahluk astral itu langsung kembali ke dunianya masing-masing. Yang pria kembali fokus ke layar laptopnya sementara yang wanita berlari kecil keluar dari ruang itu menuju meja kerjanya, Aiden dalam mode iblis pikir mereka.
" Dimana kamu bekerja sebelumnya Rin?" Aiden kembali menduduki kursi kebesarannya.
" Os'minog negara X tuan " Jawabnya singkat. Aiden mengerutkan keningnya.
" Letnan Nicolaus Nalendra ?"
" Sabahat baik dari atasan saya tuan "
" So..You are a marine " Aiden memainkan ballpoint nya diatas meja.
" Sir! Yes sir!" Jawabnya khas seorang marinir.
" Apa kamu tahu tugasmu apa disini?"
" Belum tuan, tuan Andre hanya memberi tahu tugas saya di markas "
" Divisi?"
" Special weapon dan taktik tuan "
" Anggap saya special weapon yang wajib kamu lindungi, itu tugasmu "
Entah mengapa kalimat terakhir yang keluar dari mulut Aiden ini begitu mengusik pendengaran Keenan, pria itu terkekeh pelan.
" Very...Very special Rin " Kekeh Keenan, pria itu bahkan melirik sekilas ke bagian bawah tubuh sahabatnya itu.
" Brisik Lo!" Ucap Aiden sambil melemparkan kertas yang diremasnya ke kepala Keenan.
__ADS_1
Jangan salah, meski mereka ini sudah banyak membuat para gadis terkesima dengan ketampanan mereka tetapi untuk urusan persenjataan khusus, pengetahuan mereka masih sedikit sekali.
Jam makan siang tiba, seperti biasa Kaylee akan mengunjungi sang kakak dengan banyak kotak makan siang yang dia pesan sebelum dirinya sampai di gedung Athalah Corp.
" Kakak...!" Kaylee memasuki ruangan bersama dengan Jenna.
" Hallo sayang, kamu bawa apa siang ini?" Aiden menyambut kedatangan adiknya dengan pelukan hangat.
" Cih...Pantes aja Lo jomblo terus, mana ada cewek yang mau sama Lo kalo kayak gitu terus sama adek manja Lo itu " Keluh Keenan.
" Biarin...Yeee " Kaylee semakin mengeratkan pelukannya pada Aiden.
" Ngiri... kali-kali nganan kek ka " Lanjutnya lalu tergelak.
" Eehh...Siapa dia kak?" Jiwa kepo Kaylee memberontak seketika setelah melihat seseorang yang dia kira adalah seorang pria tampan tengah berdiri tak jauh dari meja kerja Aiden.
" Dia Rin Kay, pengawal pribadi kakak "
" Hah? Seriusan?" Kaylee melepaskan pelukannya lalu mendekati Rin.
" Ya Ampun! Aku pikir kamu itu laki-laki! " Kaylee menyadari ada dua gundukan kecil didada gadis itu.
" Maafkan aku kak Rin " Lanjutnya langsung menggelayut di lengan Rin, yang tentu saja membuat Rin tidak nyaman dan mencoba untuk menghindar.
" Biasakan dirimu Rin, dia adikku " Titahnya setelah menyadari ketidaknyamanan Rin dengan perilaku Kaylee kepadanya.
" Mau yah kak Rin?" Melempar kembali pandangannya kearah Rin.
" Tidak nona, maafkan saya " Jawabnya singkat.
" Yaaah ..Kak Rin gak seru ahh " Melepaskan tangannya dari lengan Rin.
" Dia itu pengawal ku Kay, bukan model mu " Kekeh Aiden.
" Ayok kita makan " Ajak Jenna, gadis itu telah membuka bungkusan yang dibawa oleh Kaylee dan membereskannya diatas meja.
" Kakak mau makan sama apa? Mau aku suapin lagi?" Ujar Kaylee, terkadang sang kakak memang suka meminta adik kesayangannya itu untuk menyuapinya jika Aiden masih sibuk dengan pekerjaan di jam makan siang.
" Biar kakak makan sendiri aja Kay, kakak gak lagi sibuk kan? "
" Aaahh...Nanti kalo kakak lagi sibuk, kakak bisa minta kak Rin buat siapin...ya kan?"
" Uhuk....Uhuk..." tiba-tiba Aiden tersedak makanan yang baru saja akan dia telan, secepat kilat Rin memberikan segelas air minum kepadanya.
__ADS_1
" Anda baik-baik saja tuan?" Menaruh kembali air minum yang dia berikan untuk Aiden, karena menyadari sesuatu telah terjadi.
" Sesak Rin... Nafasku...." Bola mata Aiden perlahan membulat, pria itu berusaha untuk memukuli dadanya.
" Permisi nona " Rin meminta agar Kaylee memberikan ruang untuknya.
Wanita itu mengangkat Aiden dari arah belakang tubuhnya, lalu dengan kedua tangan yang dia letakkan didada Aiden Rin menghentakkan tubuh Aiden hingga makanan yang menutupi jalur pernafasan nya loncat keluar dari kerongkongan nya.
" Terimakasih Rin " Aiden mendudukkan dirinya diatas sofa.
" Ka..." Kaylee terisak.
" Maafkan aku " Lanjutnya, gadis itu merasa sangat bersalah karena telah membuat Aiden tersedak.
" Hei...Hei...Itu bukan salahmu Kay " Ucap Aiden sambil merentangkan sebelah tangannya agar sang adik masuk kedalam pelukannya.
" Apa perlu aku panggilkan dokter Aiden?" Keenan masih mengkhawatirkan sahabat nya itu.
" Gak perlu Keen, gua baik-baik aja "
" Kalian Lanjutkan makan siang kalian, aku akan menyusul nanti " Lanjutnya.
Gilanya Aiden, justru dia sangat senang dengan kejadian tadi. Aiden bisa merasakan sentuhan tangan Rin ditubuhnya, dan Aiden menginginkan sentuhan itu lagi. Seketika senyuman jahil terlukis diwajah nya.
" Kay...Bantu kakak buat dapetin Rin " Bisik Aiden ditelinga sang adik. Kaylee mendongak dan mengedipkan sebelah matanya.
" Jangan gila Aiden!" Menyadari aksi dua kakak beradik yang sudah pasti akan menimbulkan dampak negatif dalam pekerjaan Keenan. Keenan sudah bisa menebak jika Aiden akan menyerahkan sebagian besar pekerjaan nya kepada dirinya.
Sementara Jenna terlihat mengacungkan dua jempol tangannya sambil mengunyah makanan di mulutnya.
" Yess! Akhirnya kak Aiden pacaran!" Batin Jenna.
Dalam hal ini Rin lah satu-satunya orang yang tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi dihadapannya, semua orang didalam ruangan ini seperti sedang ber telepati pikirnya. Rin pun kembali menghabiskan makanan yang baru kali ini dia rasakan kelezatannya, bagaimana mungkin dua roti yang mengapit daging cincang beserta acar dan sayuran serta keju panggang ini bisa terasa begitu nikmat pikirnya.
Bisa ditebak kan apa yang Kaylee bawa untuk makan siang mereka? Apalagi kalau bukan burger legendaris dari kedai Nico's Burger & Eatery.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗