Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Eksekusi 6


__ADS_3

" So...tuan Anderson, ada yang ingin anda bicarakan dengan saya saat ini?" Tanya John kepada rekan sejawat nya yang kini tengah duduk dihadapannya, sengaja John memerintahkan agar Nico melepaskan borgol ditangan pria itu.


" Hentikan sandiwara ini John! Kau tahu benar aku tidak bersalah!" Ucap Anderson membela dirinya, pria itu bahkan berani menggebrak meja di depannya.


" Bersalah atau tidak hanya kamu sendiri yang tahu Anderson, sepertinya kejadian tadi sedikit bisa membuka tabir kejahatan yang selama ini kamu simpan dengan rapi " John mengambil satu batang cerutu, lalu menyalakannya dan mulai menyesapnya.


" Apa bukti tuduhanmu itu John?! Kita melakukan semuanya bersama-sama!" Kilah Anderson.


" Ya...Apa yang kamu katakan memang benar adanya, kita semua memang melaksanakan semua tugas sesuai dengan perintah yang diberikan oleh pusat " John menghembuskan asap cerutunya.


" Tapi sepandai-pandainya kau menyimpan bangkai, pada akhirnya akan tercium juga teman " Lanjutnya, lalu memencet tombol untuk menyalakan layar monitor yang ada dihadapannya.


" Apa kamu melupakan dia Anderson? Bocah ini begitu setia kepadamu " Ucap John seraya memutar layar monitor nya agar Anderson bisa melihat orang yang dia maksud melalui layar tersebut.


Anderson sudah tidak bisa lagi berkelit saat dirinya menatap layar monitor itu, dimana Eddy tengah berbincang dengan seorang wanita dalam keadaan mabuk berat. Orang kepercayaannya itu menjawab semua pertanyaan wanita itu tanpa beban sedikitpun.


" Apa kamu berpikir mereka akan menyiksa nya Anderson? Mereka tidak sebodoh itu kawan " Kekeh John.


" Jadi apa yang kamu inginkan dariku John?" Tanya Anderson, pria paruh baya itu sudah kehabisan cara untuk bisa selamat dari hukuman.


" Katakan padaku tentang projec aurora Anderson, itu misi rahasia yang dijalankan oleh Rin tanpa sepengetahuan ku" Ucap John, kali ini pria yang bahkan menatap Anderson dengan tatapan menusuk nya.


Sesuai dengan permintaan Javier dan Sultan kepada dirinya, semua misi rahasia yang pernah dijalankan oleh Rin harus segera dituntaskan. Mereka tidak mau mengambil resiko saat Aiden dan gadis itu menikah nanti, orang-orang dari masa lalu Rin akan membahayakan keluarga mereka.


" Kalian sungguh-sungguh mau membuang tenaga demi gadis itu? Itu konyol sekali!" Kekeh Anderson.


" Well Anderson, mereka bahkan rela membuang tenaga untuk membawamu kemari bukan? Jadi yaaa...Kau bisa menilainya sendiri sekarang " Ujar John, sambil menghisap kembali cerutunya.

__ADS_1


Mau tidak mau terpaksa Anderson menceritakan tentang projek aurora tersebut, dimana Rin pernah menyamar sebagai pengawal dari gembong narkoba Carmona.


Saat itu misi Rin dan Ramses adalah untuk membongkar kejahatan keluarga itu, mereka menyamar menjadi pengawal di keluarga Carmona dan mencari tahu kapan pengiriman terbesar yang akan mereka lakukan lalu melaporkan nya kepada Anderson.


Saat itu mereka benar-benar berhasil menciduk para penjahat itu ketika sedang bertransaksi, hanya saja separuh dari hasil tangkapan mereka malam itu tidak dilaporkan oleh Anderson. Dan hal ini diketahui oleh Ramses, pria itu bahkan sempat mengkopi file dari laptop milik Anderson.


" Dimana file itu berada Anderson?" Tanya John, pria paruh baya itu semakin yakin bahwa tindakan Anderson melenyapkan nyawa Ramses adalah demi file tersebut.


" Aku belum menemukannya John " Anderson memijat keningnya yang semakin berdenyut.


Rin yang berada diluar ruangan itu tiba-tiba mengingat kejadian saat itu, tetapi dirinya tidak mengetahui peristiwa penyelewengan bukti kejahatan yang dilakukan oleh Anderson. Seingatnya dulu atasannya itu langsung memberikan tugas baru kepadanya dan Ramses, tugas terakhir yang menyebabkan pria itu terbunuh.


" Are you oke baby?" Tanya Aiden, ketika melihat perubahan pada raut wajah Rin.


" Aku rasa aku tahu dimana file itu disimpan oleh Ramses " Ucapnya seraya menarik kalung nya dan memberikan bandul kalung tersebut kepada Jared.


Jared pun mulai melakukan proses pencarian data yang dimaksud setelah dia memasukan microchip yang diberikan Rin kepadanya, microchip yang tersimpan rapi didalam lempengan bandul kalung itu.


" Owh wow! Ini gila....Jumlahnya benar-benar banyak!" Pekik Aiden, saat bola mata pria itu melihat nominal uang yang tertera disana.


Kembali kedalam ruangan.


" Apa kamu gila Anderson! Mereka pasti sedang mencari keberadaan gadis itu hingga saat ini!" Teriak John, saat Anderson memberi tahunya bahwa pria itu telah mengkambing hitamkan Rin kepada Carmona.


" Kau yang membunuh anak gadis mereka dan mengambil barang mereka juga dan kau bilang bahwa Rin dan Ramses yang melakukannya??!!"


" Ini benar-benar sinting!" Pekik John. Lalu beranjak dari duduknya dan meninggalkan Anderson seorang diri.

__ADS_1


" Sir, kita sudah menemukan file nya " Ujar Rin, saat John menghampiri mereka.


" Kirim file itu ke pusat nak, pastikan para petinggi disana menerimanya....Kita harus membuat perhitungan dengan Anderson " Ujar John seraya menepuk bahu Rin.


Jika ada orang yang bisa menuntaskan masalah ini, pastilah Nico orangnya. Dia dan tim nya diyakini oleh John bisa membuat strategi jitu bagaimana melenyapkan Carmona, sekaligus memberikan pelajaran berharga kepada Anderson.


" Aku rasa aku sudah tahu apa yang harus kita lakukan John " Ucap Nico, saat dia dan tim nya berkumpul bersama dengan pria itu.


" Good Nic, pastikan berada dibawah radar dan kali ini tuntaskan " Ucapnya


" Dimengerti John, kebetulan kau sedang menunggu kiriman paket dari Lexy "


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih telah meninggalkan jejak kalian disini.


Oia novel ini benar-benar akan tamat sebentar lagi yah, othor sudah tidak bisa lagi up ceritanya.


Tetapi othor sedang membuat novel action baru yang gak kalah serunya... ditunggu yah


Happy reading 🤗🤗🤗

__ADS_1


__ADS_2