Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Cemburu


__ADS_3

Seperti biasa, keributan akan selalu terjadi ketika kelompok siberat itu berkumpul di manapun mereka berada, kecuali jika mereka sedang mengemban misi penting tentunya.


Malam ini selesai bersantap malam bersama mereka terlihat asik dengan ulah mereka yang saling menjahili satu sama lain, Shakira selalu menjadi penonton setia, Lexy selalu menjadi objek penderita sementara Sultan dan Nico selalu saja meributkan hal-hal kecil.


Pusing dengan tingkah kekanakan mereka, Shakira memutuskan untuk mencari angin diluar ruangan. Letak bungalow mereka memang berada diatas air, jadi keluar balkon saja Shakira sudah bisa menatap puas hamparan air laut yang diterangi oleh cahaya rembulan malam itu.


" Kau tidak ikut bersama mereka Lew?" Shakira menghampiri pria itu saat dia menyadari ada seseorang yang tengah berdiri menatap lautan disana.


" Tidak nona..."


" Sepertinya ada yang mengganggu pikiranmu " Shakira melirik sekilas kearah Lewis.


" Tidak....Aku hanya..."


" Kau tahu, memendam sendiri masalah yang kau hadapi tak akan membuatmu menemukan solusi yang tepat " Shakira seperti tahu apa yangs sedang Lewis alami saat ini.


Wanita ini sudah menyadari perubahan sikap pada diri Lewis dari sejak mereka bersantap malam bersama tadi.


" Entahlah nona, selama ini aku sering bermimpi buruk tentang kematian ibuku.." Lewis menghela nafasnya


" Aku pikir itu hanya mimpi buruk biasa, tetapi lama kelamaan aku merasa jika ibu ku sedang berusaha untuk menyampaikan sesuatu padaku " Lanjutnya.


" Apa yang terjadi dengan ibumu waktu itu?"


Lewis lalu menceritakan kejadian dimana dia menemukan sang ibu yang sudah dalam keadaan tak bernyawa dengan banyak pil tidur berserakan disana. Lily memang menderita depresi berat saat itu, karena ulah sang ayah yang membawa Henrieta kedalam rumah itu untuk hidup bersama saat itu.


" Siapa lagi yang mengetahui kejadian ini selain dirimu saat itu Lew?"


" Hanya aku.... Aku rasa...Aku tak tahu, aku masih kecil saat itu " Tiba-tiba dia merasa ragu. Selama ini dia yakin bahwa hanya dirinya lah yang menemukan mayat sang ibu hari itu.


" Apa kau mencari petunjuk setelah kejadian itu?"


Deg!


Perkataan Shakira seperti sebuah bumerang yang menghantam kepalanya.


" Aku tidak pernah melakukan apapun setelah itu, polisi menyatakan jika ibuku meninggal karena bunuh diri akibat overdosis penggunaan obat tidur "


" Mungkin sebaiknya kau mulai menyelidiki kasus kematian ibumu itu Lew " Shakira menepuk pundak pria itu, Lewis terlihat mengangguk.


" Sepertinya begitu nona, terimakasih..." Lewis mengangguk kan kepalanya lagi.


" Apa yang sedang kamu lakukan disini sayang??" Begitu banyak penekanan kata didalam kalimat yang Shakira dengar saat itu.


" Aku sedang berbincang dengan Lewis bebe..." Shakira menelan salivanya, begitu juga dengan Lewis. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih yang kepergok berselingkuh saat ini.

__ADS_1


" A...Aku...."


" Aku tidak sedang bertanya padamu Lew " Sultan melirik sekilas kearah Lewis, pria itu mengelus belakang kepalanya.


Mampus gue....Dia cemburu...


" Kau telah melanggar waktu tiga menit mu dan kau telah membuat aku mencari mu lalu kau juga telah membuatku khawatir dari tadi "


Lewis melihat Nico telah memberikan isyarat pada dirinya untuk kabur dari tempat itu saat dia menyadari kehadirannya dibelakang tubuh Sultan.


" Aku mau ke toilet..." Secepat kilat dia meninggalkan posisinya.


Shakira menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya perlahan, pertanda dia sedang mengontrol emosi nya saat ini. Menyadari hal tersebut raut kekesalan diwajah pria itu menghilang seketika.


" Apa kamu menginginkan sesuatu sayang? Makan eskrim dengan lembaran-lembaran emas mungkin? " Sultan mulai mengeluarkan jurus rayuan mautnya, sambil meraih pundak sang istri dan mengajaknya ke kamar.


" Atau kamu menginginkan perhiasan berlian mungkin? Atau apa aku perlu membeli toko nya untukmu sayang ?" Lanjutnya


" Ayolah...Jawab pertanyaan ku " Sultan masih belum juga mendapatkan respon dari istri nya itu, yang ada Shakira malah kembali menghela nafasnya.


" Baiklah.... Baiklah... Maafkan aku " Sultan memutuskan untuk mengeluarkan jurus pamungkas nya yang bernama jurus wanita itu selalu benar setelah dia memasuki kamar.


" Kau tau apa kesalahan mu bebe?" Shakira menyeringai.


" Aku udah cemburu sama kamu sayang " Jawabnya enteng.


" Aku...Aku udah cemburu tanpa sebab sayang ..."


" Maafkan aku...." Pintanya memelas .


" Kau tau hukuman untuk seseorang yang cemburu tanpa sebab??" Bisik Shakira ditelinga Sultan.


" Melayani mu selama 24 jam penuh??" Sultan menarik kedua sudut bibirnya, memperlihatkan deretan gigi putihnya.


" Itu setelah kamu menjalani hukuman yang lain " Ujar Shakira enteng


" What??!!" Sultan kembali berdiri saat sang istri melepaskan tangannya dari kerah bajunya.


" Hukuman apa lagi sayang ??" Lanjutnya.


" Kamu bantu Lewis untuk menyelidiki kematian ibunya " Kali ini Shakira terlihat sangat bersungguh-sungguh.


" Jadi yang kalian bicarakan tadi itu..."


" Iya, teman mu itu selalu dihantui mimpi buruk akibat kematian ibunya "

__ADS_1


" Sebaliknya kalian membantunya untuk memecahkan kasus itu " Lanjutnya


" Tapi itu udah lama banget Bebe...."


" Kalau begitu kalian harus segera mencari tahu nya secepat mungkin "


Sementara didalam kamar Lewis.


Pria itu masih merasa bersalah kepada Shakira karena kejadian tadi, dia bisa melihat aura kecemburuan yang kuat dari suaminya yang tak lain adalah temannya sendiri Sultan.


" Aahh....Kenapa gue bisa sebodoh itu??!" Gumamnya


" Tapi apa yang nona katakan memang benar, sebaiknya aku harus menyelidiki kasus kematian ibuku mulai saat ini " Lewis kembali berbicara dengan dirinya sendiri.


" Tapi aku harus mulai dari mana...? " Lewis tampak begitu frustasi, dia mengacak rambutnya sendiri.


Dengan cara apa dia harus memecahkan masalah ini sementara saat itu pihak kepolisian benar-benar menyatakan bahwa sang ibu meninggal akibat overdosis obat tidur, kepada siapa dia harus berbicara tentang hal ini.


Apakah kepada Sean?


Tetapi ayahnya itu selalu menghindar ketika Lewis membahas tentang mimpinya itu apalagi jika dia berani menanyakan langsung perihal kenyataan saat itu, Sean sudah dipastikan diam seribu bahasa.


Yang Lewis pahami sejak dulu dari aksi diam sang ayah adalah karena rasa bersalah yang menderanya, karena dia sudah berani mengkhianati cintanya.


" Apa yang harus aku lakukan ??"


" Mungkin kami bisa membantumu Lew " Suara berat Nico membuyarkan lamunannya, pria itu tiba-tiba saja bisa memasuki ruangan nya.


" Apakah itu tidak akan merepotkan kalian?"


" Tidak sama sekali kawan " Nico menepuk pundak Lewis.


" Untuk sementara ini kau nikmati sajalah liburanmu, karena sekembalinya kita dari sini kita akan disibukan dengan penyelidikan kasus kematian ibumu itu " Nico beranjak dari duduknya dan meninggalkan Lewis di ruangan itu dengan sebuah pertanyaan yang besar dikepala nya.


Sebenarnya apa pekerjaan mereka di Athalah Corp itu ?


Setidaknya ada sedikit kelegaan di benak Lewis, dia tidak lagi merasa sendirian mulai saat ini.


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2