Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Where Are You Lexy ?


__ADS_3

" Dimana gadis itu Martin?? Kenapa bukan dia yang mengawal ku??"


Pagi ini Martin bertugas langsung untuk mengawal Lewis.


" Lexy maksud tuan?"


" Iya gadis itu...Dimana dia?" Lewis mengerutkan keningnya


" Lexy sudah mengundurkan diri tuan Lewis, kemarin hari terakhir Lexy bekerja "


" Bukankah sudah saya bilang, saya tidak menyetujui pengunduran dia hah!" Lewis melemparkan berkas-berkas yang ada diatas mejanya.


Martin hanya bisa terdiam, bagaimana pun dia tidak bisa memberi tahu Lewis apa tujuan Lexy bekerja saat itu, dia sudah berada dibawah sumpah Tiger.


" Cari dia Martin! " Pekiknya.


" Saya akan mengutus beberapa orang untuk mencarinya tuan " Dusta nya.


Sudah dipastikan hari ini Martin akan menjadi bulan-bulanan Lewis, pria itu benar-benar melampiaskan kekesalannya pada pria besar itu.


Jam makan siang


" Antar aku ke Baker street " Lewis menaruh jas nya di senderan kursi.


" Baker street tuan?" Martin mengerutkan keningnya


" Apa kamu tuli hah!" Lewis mendahului Martin berjalan keluar ruangan nya. Martin seketika mengejar tuan muda nya yang seharian ini bersikap sangat aneh.


Apa dia menyukai Lexy yah...


Seumur hidupnya Martin mengabdi di Damian Corp baru kali ini dia mengantarkan Lewis ke pusat kuliner kelas menengah kebawah.


" Apa anda yakin ini lokasi yang akan kita datangi tuan?" Martin kembali ingin meyakinkan tuannya.


" Kau ikuti sajalah..." Lewis bergegas untuk keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kedai burger, dia berharap saat ini Lexy ada disana saat ini.


" Pesankan aku burger spesial dan root bir Martin, kentang gorengannya dibuat krispi "


" Kau pesanlah sendiri makananmu " Lanjutnya. Lewis memberikan sejumlah uang kepada Martin dan laki-laki besar itu mengangguk pasrah.


Lewis mengedarkan pandangannya, dan segera menunju meja makan yang masih kosong disalah satu sudut ruangan. Pria dingin ini masih berharap akan bertemu dengan mantan pengawal nya.


Tak lama Martin datang dengan pesanan Lewis, dia pun terlebih dahulu memesan makanan dengan varian menu yang berbeda. Pilihan Martin terletak pada menu burger sapi panggang dengan lelehan keju dan kentang goreng wedges serta minuman cola.


" Pesanan anda tuan " Martin menyodorkan satu nampan berisi pesanan Lewis, lalu dia hendak pergi dari hadapan bos nya itu untuk mencari tempat lain untuk dia menghabiskan makanannya.

__ADS_1


" Mau kemana kau?!"


" Saya akan makan disebelah sana tuan " Martin menunjuk pada bangku panjang kosong diluar kedai.


" Temani aku makan " Pintanya singkat.


Martin tidak boleh kan menentang perintah tuan mudanya? Dengan sungkan dia pun menarik kursi dihadapan Lewis dan menduduki nya.


Lewis mulai melahap makanannya, dia bahkan terlihat sangat menikmati makanan tersebut. Sementara Martin masih bingung dengan tingkah majikannya itu.


Sementara di Athalah Corp


Hari ini dengan sangat terpaksa Sultan membawa Shakira ke kantornya dikarenakan di rumah dia sedikit kesusahan untuk menghabiskan waktu berdua dengan sang istri tercinta nya, karena tingkah sang papa yang over dalam menjaganya.


Setidaknya itu istilah yang digunakan sang papa, menjaga.


" Sayang aku sangat ingin makan manisan mangga kering " Pinta Shakira.


" Kita harus ke supermarket untuk membeli nya sayang atau ke pecinan...Disana ada banyak penjual manisan mangga kering " Sultan menatap sekilas kearah Shakira lalu kembali mengarahkan pandangannya ke layar laptopnya.


" Bagaimana jika kita kesana?" Shakira menaik turunkan alisnya.


" Bahaya disana sayang, lingkungan nya kurang baik "


" Please bebe...Aku ingin sekali membelinya kesana " Shakira memeluk Sultan dari arah samping nya.


" Yaaaahhh....Gak seru ahh " Shakira memajukan bibirnya beberapa senti.


" Aku akan meminta mereka mengawasi kita dari jauh...Gimana?" Sultan tahu apa yang dimaksud oleh istrinya itu. Dia merasa dengan banyaknya pengawal yang mengikuti mereka, itu hanya akan membuat mereka menjadi pusat perhatian disana, dan Shakira kurang begitu nyaman dengan keadaan seperti itu.


Shakira mengangguk antusias, sudah lama dia tidak berjalan-jalan seperti dulu yang bebas dari pengawalan.


Sampai di Pecinan Shakira langsung mengajak Sultan ke sebuah toko yang dulu sering dia datangi bersama mendiang paman Al nya diikuti oleh Javier, sementara para pengawal tetap mengawasi gerak-gerik mereka dari kejauhan.


" Hallo master Wong..." Shakira menyapa seorang pria yang sudah terlihat tua tetapi masih bisa menjaga toko milik nya.


Laki-laki tua itu terlihat menurun kan kacamata nya.


" Peri kecil... Apakah itu kamu ?" Wong mendekati Shakira dengan sedikit menyeret langkahnya.


" Aku kesatria master Wong, bukan peri kecil.." Ucapnya manja. Shakira melipat kedua tangannya.


" Ksatria dengan bayi didalam perut nya " Kekeh master Wong.


" Aaahhh...Kau masih sakti rupanya master " Shakira tergelak.

__ADS_1


Sultan dan Jav masih mematung dibelakang Shakira, mereka tidak menyangka jika Shakira begitu akrab dengan pemilik toko manisan ini.


" Manisan mangga kering mu ada disana peri kecil " Wong mengarahkan pandangannya ke salah satu gondola yang ada di dekat dengan jendela.


" Apa kau tidak akan mengenalkan mereka kepada ku??" Wong menatap dua orang yang berdiri dibelakang peri kecilnya.


" Ya ampun, aku sampai lupa !"


" Ini suamiku master, dan ini adalah pamanku "


Shakira mengelus bahu Sultan dan Javier secara bergantian, lalu berjalan menuju tempat dimana manisan mangga keringnya berada. Penasaran dengan barang-barang yang ad di toko itu, Sultan dan Javier pun menyusul Shakira.


Setelah membayar manisan yang diinginkan Shakira dan belanjaan Sultan yang ternyata lebih banyak macam dan jumlahnya mereka pun memutuskan untuk kembali ke Athalah Corp.


Dari sebrang jalan Lewis terlihat tengah memerhatikan aktivitas mereka. Pecinan dan Baker street letaknya bersebrangan dan kebetulan kedai burger legendaris itu berada di ujung jalan dekat dengan pecinan.


Bukankah gadis itu adalah pengawal pribadi nya? Apakah rumor itu benar-benar nyata...? Mereka terlihat sangat akrab sekali...


" Ayo kita kembali Lexy..!" Lewis hampir saja meraih tangan menyentuh pundak Martin.


" Saya Martin tuan " Secepat kilat Martin menghindar, dia tidak mau membuat tuan muda nya merasa malu.


" Aku juga bilang begitu kan tadi " Kilahnya tidak mau disalahkan. Lewis mendahului Martin keluar dari kedai itu, sebenarnya dia juga malu karena telah keliru menyebut pria besar itu dengan sebutan Lexy.


" Where are you Lexy....?" Gumam Lewis.


.


.


.


Hai kakak-kakak mohon maaf othor baru up satu episode saja hari ini, dikarenakan kesibukan othor dibidang yang lain.


Besok othor up banyak lagi deh ya cerita nya 😁😁


Siap-siap ngakak abis sama kebucinan Lewis yah...


Bisa gak yah Lewis mengubah penampilan nya demi Lexy? Atau sebenarnya dia punya sisi bad boy yang dia sembunyikan selama ini??


Besok juga Sultan sama Lewis akan bertemu di rapat pemegang saham, kira-kira Lewis siyok gak yah???


Makin penasaran kan sama cerita mereka??


Stay tune yah pamiarsah 😉

__ADS_1


Big hug and love seluas cakrawala 🤗🤗🤗


__ADS_2