Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Cemburu??


__ADS_3

" Hhhhh...Ini tidak bisa dibiarkan, aku tidak bisa membahayakan keluarga ini " Rin Bergumam saat tubuhnya berada dibawah pancuran air, wanita itu berkali-kali menghela nafasnya berat, mengontrol degup jantungnya yang semakin berpacu mengingat kejadian semalam.


" Aaahhh! *****! Kenapa aku harus berada di situasi seperti ini?!" Rin menggelengkan kepalanya, kembali dia menghela nafasnya yang semakin berat.


" Aku harus menghilang sebelum salah satu dari mereka menemukan keberadaan ku"


Rin menyudahi ritual mandinya, sepertinya keputusan dirinya untuk segera menghilang dari hidup Aiden merupakan cara yang tepat untuk menyelamatkan hidup pria itu dan keluarganya.


Gadis itu keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bath robe warna putih, sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.


" Rin!!!"


Rin hampir menjatuhkan handuk kecil nya saat dirinya tiba-tiba mendengar teriakan Aiden.


" Damn! Aku hampir melupakan pria itu" Gumamnya, lalu berlari menghampiri Aiden.


" Iya tu....Aiden" Hampir saja Rin memanggil Aiden dengan sebutan tuan.


" Aku pikir kamu pergi Rin " Aiden menarik gadis itu kedalam pelukannya. Seketika senyuman pahit tergambar diwajah Rin tanpa sepengetahuan Aiden, kenapa dia bisa tahu pikirnya.


" Anda belum siap-siap tu..." Rin menghentikan kalimatnya setelah Aiden mengurai pelukannya dan dirinya melihat sorot mata Aiden yang menusuk.


" Apa yang aku bilang tentang bahasa formal semalam hhmmm?? Apa kamu lupa baby?" Tetap menatap tajam manik gelap Rin.


" Sorry Aiden, aku hanya belum terbiasa "


Cup!


Pria itu mengecup kening, hidung dan bibir Rin.


" Biasakanlah, aku gak suka denger kamu bicara bahasa formal denganku "


" Aku akan bersiap-siap, tunggu aku diruang makan oke " Lanjutnya, lalu bergegas keluar dari kamar Rin menuju kamarnya.


" Ya Tuhan! Bagaimana caranya aku bisa pergi dari Aiden?" Batin Rin.


Setelah puas menatap dirinya di cermin, Rin meninggalkan kamarnya menuju ruang makan seperti yang diperintahkan oleh Aiden. Ada hal yang baru bagi Rin, dirumah ini pemilik rumah dan pengawal pribadi makan bersama dalam satu meja. Berbeda dengan majikan lain yang Rin pernah bekerja meski hanya menyamar, dimana para pengawal makan terpisah di ruang yang berbeda.


" Pagi kak Rin!" Kaylee menyambut Rin dengan senyuman manisnya, lalu menghampiri Rin dan menggelayut manja.

__ADS_1


" Kak Aiden belum bangun?" Lanjut nya.


" Pagi nona, tuan masih bersiap-siap dikamarnya " Jawab Rin, masih canggung. Rin menganggukkan kepalanya kepada Andre dan Philip yang sudah terlebih dulu berada disana.


" Memangnya kak Aiden tidak tidur bersama kak Rin semalam?"


" Hadeeehhh kepo banget sih ini anak " Jenna menyela pembicaraan mereka.


" Jangan diladenin kak, bisa-bisa naik tensi darah kak Rin " Jenna terkekeh.


Baru saja Rin akan menduduki kursi nya, datang Aiden sudah dalam keadaan rapi dengan balutan setelah jas biru navy kontras dengan warna matanya yang abu-abu. Dua orang pengawal kepercayaan Aiden itu langsung berdiri dan menyapanya, sementara Aiden merengkuh dan mencium puncak kepala Rin.


Melihat adegan Aiden dan Rin semua orang yang ada didalam ruangan itu tersenyum bahagia, terlebih para pelayan. Baru kali ini mereka melihat sang majikan mencium seorang gadis selain dua nona mudanya, apalagi Philip dan Andre. Selama mereka mengabdi kepada keluarga Athalah, baru kali ini Aiden memperlakukan seorang wanita seperti itu. Biasanya Aiden terkesan cuek bahkan tidak perduli, majikan mudanya itu terlalu fokus dengan pekerjaannya.


" Kita harus membereskan mereka " Bisik Philip kepada Andre disela-sela ritual sarapan paginya, pria dingin dan misterius itu mengangguk pelan paham dengan maksud sahabatnya.


Pagi ini Andre harus menyerahkan salah satu tugas kecilnya kepada Rin, menemani sang tuan muda kemanapun dia pergi apalagi kalau bukan tugasnya sebagai sopir pribadi Aiden. Andre menyerahkan kunci mobil itu kepada Rin dan memerintahkan nya untuk berhati-hati, sementara dia dan Philip tetap akan menggunakan mobil yang lain.


" Kenapa an...kamu duduk didepan Aiden?"


Tadi sebelum memasuki mobil, Rin sudah membukakan pintu belakang mobil untuk Aiden, tetapi pria itu malah membuka pintu depan mobil dan memilih untuk duduk di samping Rin.


" Aiden, ijinkan aku untuk tetap berperan sebagai pengawal pribadi mu dikantor, aku tidak ingin kedekatan kita diketahui orang lain..." Rin menghela nafasnya


" Kenapa Rin?" Aiden menatapnya dengan tatapan tidak suka.


" Setidaknya untuk sekarang Aiden, aku hanya belum siap dan ini demi kebaikan kita terutama kamu "


" Huufttt..." Aiden membuang nafasnya kasar.


" Please Aiden..." Rin memegang tangan Aiden dan meremasnya pelan, tetapi tatapan matanya tetap lurus ke depan.


" Oke, tapi hanya jika ada orang lain selain dua adik perempuan ku, Andre serta Philip " Jawabnya malas. Padahal Aiden sudah berniat akan mengumumkan hubungan mereka ke publik, agar semua orang tahu bahwa seorang Aiden sudah memiliki pasangan.


Aiden tidak perduli jika akan ada banyak gadis diluar sana yang akan patah hati ketika hari itu tiba, dia hanya ingin bersama dengan Rin tanpa ada batasan sedikit pun.


" Thanks Aiden..." Rin mengangkat genggaman tangannya dan mencium punggung tangan Aiden, hal yang seharusnya dilakukan oleh seorang pria terhadap wanitanya.


Tiba di lobby gedung, seperti biasa Rin mereka akan menjadi pusat perhatian orang-orang disana. Kali ini terutama Rin! Gadis ini menjadi magnet bagi para gadis yang masih bertebaran di areal itu, bahkan beberapa diantara mereka memberanikan diri untuk menyapa Rin seakan dia itu seorang pria! Aiden yang melihat hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


" Setidaknya aku tidak harus merasa cemburu pada gadis-gadis itu " Batin Aiden.


" Sepertinya akan ada banyak pria yang cemburu padamu baby " Kekeh Aiden, saat ini mereka tengah berada didalam lift khusus yang hanya bisa digunakan oleh anggota keluarga Athalah dan pengawal pribadi mereka.


" Maksudmu?" Rin menatap manik abu-abu milik Aiden, saat ini dirinya tengah berada didalam pelukan pria itu.


" Kau lihat tadi? Para gadis begitu mengagumi mu, sepertinya para pria di perusahaan ini mempunyai saingan baru "


" Apa itu termasuk dirimu?" Rin membenahi dari yang dikenakan Aiden.


" Cih...Aku bahkan tidak pernah memperdulikan mereka selama ini "


" Benarkah?" Rin kembali menatap manik abu-abu itu, entah mengapa setiap kali menatapnya jantung Rin selalu berdegup kencang. Apalagi saat ini Aiden pun tengah menatapnya.


Perlahan wajah mereka pun saling mendekat, mereka bisa merasakan hembusan nafas diwajah mereka masing-masing hingga tanpa mereka sadari bibir mereka sudah bertautan.


Ting!


Pintu lift yang membawa mereka ke lantai dimana kantor Aiden berada pun terbuka secara otomatis, ketika kotak besi itu sudah sampai dilantai 41 gedung itu. Untungnya disana hanya ada Jenna, karena satu lantai itu memang didesain khusus untuk ruang kerja Aiden dan seluruh fasilitas nya.


" Sela....mat pa...gi..." Ucap Jenna terbata, gadis cantik itu langsung membukakan pintu masuk untuk Aiden dan kembali menutupnya.


Pagi ini dia disuguhi adegan ciuman yang dilakukan oleh Aiden dan Rin, mereka tidak melepaskan ciumannya saat pintu lift itu terbuka. Rin bahkan ada dalam pangkuan Aiden saat pria itu berjalan memasuki kantor nya.


Seketika bola matanya membulat saat dirinya teringat bahwa Keenan sudah ada didalam sana menunggu kedatangan Aiden.


" Owh ya ampun!"


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Mohon maaf baru up pagi ini 😁✌️

__ADS_1


__ADS_2