Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Dewa Judi Dadakan


__ADS_3

Sultan terlebih dulu mengajak anaknya Aiden dan para bodyguard spesial nya untuk memasuki sebuah presidential suite yang telah dia sewa sebelumnya, untuk mengganti pakaian yang mereka kenakan dan juga untuk memasang alat yang diciptakan oleh Joe ditubuh Aiden.


" Daddy gue benar-benar gila..." Batin Aiden


Aiden merentangkan kedua tangannya untuk memudahkan Joe menempelkan satu demi satu benda berbentuk bulat pipih ke permukaan kulit Aiden, lalu setelah diyakini semua sudah terpasang di titik-titik tertentu dipermukaan kulit tubuhnya Joe meminta Aiden untuk menutupinya dengan setelah jas yang sudah tersedia.


Sementara Joe dan Lucas tetap tinggal di kamar mewah itu untuk mengawasi gerak-gerik mereka melalui layar komputer nya, Sultan beserta Aiden dan Nico sudah berada di meja judi. Sebagai pemanasan mereka bermain bersama dengan para penjudi kelas teri yang rata-rata hanya memasang taruhan antara 100 dollar hingga 1000 dollar saja.


Dalam 15 menit Aiden sudah bisa memimpin permainan dan menghasilkan uang hingga 10.000 dollar dari taruhan yang dia pasang sebesar 1000 dollar saja.


Aiden terkagum-kagum dengan hasil yang bisa dia peroleh dalam sekejap, meski dia dan Sultan harus menyembunyikan nya sekuat tenaga.


Aiden hanya bergerak sesuai dengan perintah dari alat yang terpasang ditubuhnya.


" Apa anda ingin mencoba peruntungan Anda diruangan yang lain tuan ?" Sang bandar berbicara ke arah Aiden.


" Tentu saja..." Jawab Aiden pongah


Tak lama satu orang berpakaian jas hitam menghampiri Aiden setelah si bandar tadi memberikan kode kepada pria itu.


" Silahkan ikuti dia tuan, dia akan mengantarkan anda keruangan di lantai dua " Ujarnya sambil menganggukkan kepalanya.


Aiden pun mengikuti langkah kaki pria yang besarnya kira-kira satu ukuran dengan Lucas itu.


Sampai di lantai dua pria itu menghampiri seorang penjaga pintu, lalu mereka memasuki ruangan tersebut setelah sang penjaga mengijinkan mereka untuk masuk.


" Santai saja tuan kecil..." Joe memberikan arahan melalui alat komunikasi yang tersemat ditelinga Aiden saat pria itu menyadari grafik detak jantung Aiden dilayar monitor nya tiba-tiba naik turun.


" Bertingkah lah seperti layaknya seorang dewa judi " Pintanya lagi.


Aiden mengatur nafasnya sejenak untuk meredakan detak jantungnya yang berpacu begitu cepat.

__ADS_1


" Silahkan duduk tuan " Pinta seorang wanita yang bertugas untuk menjadi bandar dimeja judi itu.


Putaran pertama Aiden membiarkan orang lain untuk memenangkan permainan, atas permintaan dari Joe. Rupanya pria itu juga ingin mencoba alat yang dia ciptakan dengan menggunakan strategi lain.


Putaran kedua Aiden masih membiarkan orang lain untuk memenangkan permainan tetapi terlebih dulu Aiden membuat permainan lebih hidup dengan memasang taruhan sebanyak 25.000 dollar, hingga lima orang yang yang bermain dimeja itu semakin menyepelekan anak muda yang duduk bersama mereka.


" Pulang sana nak kepangkuan ibumu " Kekeh pria yang menggunakan topi cowboy sambil menghisap cerutu nya.


Aiden hanya menyunggingkan senyuman lalu mengambil kartu yang diberikan oleh bandar.


" Ayo anak mommy... Kalau uangmu habis kamu bisa menyuruh ibumu untuk menemaniku semalam untuk mengganti uangmu yang habis " Pria dengan jas berwarna emas tergelak, tetapi tawanya langsung berhenti ketika Aiden memasang seluruh sisa uangnya yang berjumlah 100.000 dollar berbentuk chips.


" Kau punya keberanian rupanya nak! Aku tidak akan bertanggung jawab jika uangmu habis saat ini juga " Lanjutnya.


Bandar meminta semua orang untuk menunjukkan kartunya, dan pria yang mengenakan setelan jas berwarna emas itu kembali tertawa saat dia yakin kartunya lah yang mempunyai jumlah paling tinggi sampai giliran Aiden membukakan kartunya.


" Black Jack !" Seru sang bandar.


" Brengsek! Kau pasti curang! " Pria berjas keemasan itu menggebrakkan tangannya diatas meja hingga membuat chips yang ada diatasnya berhamburan.


" Apa kau tidak bisa menerima kekalahan mu pak tua?" Aiden berdiri dari duduknya.


" Hei! Jaga mulutmu itu bocah brengsek! Apa ibumu tidak becus mendidik mu!" Pria itu mencoba untuk meraih kerah baju Aiden tapi ditepisnya secepat mungkin.


" Apa kau sudah bosan hidup pak tua?? Sudah tiga kali kau menghina ibuku..." Aiden menarik tangan pria itu dan memelintirnya nya hingga dia berteriak kesakitan.


" Dasar anak kurang ajar! Berani-beraninya kau... Aaaahhhh!!!"


" Jaga mulut mu pak tua!" Aiden menekan bahu pria itu hingga pelintiran nya semakin dalam dan membuat pria itu semakin berteriak menahan sakit nya.


Mendengar teriakkan sang majikan beberapa orang anak buahnya mulai mendekat dan mengepung sambil menodongkan senjata kearah Aiden, tetapi sayang aksi mereka terhenti ketika Tiger, Nico serta Sultan memasuki ruangan itu.

__ADS_1


" Jangan pernah berpikir untuk melakukannya " Senapan Tiger, Nico dan Sultan mengarah ke kepala orang-orang itu. Seketika mereka menurunkan senjatanya.


" Lama banget sih Dad..." Aiden mendecih. Tiger dan Nico memerintahkan anggota keamanan disana untuk membawa orang-orang itu pergi.


" Gimana? Aku keren kan dad? " Seketika rona wajahnya berubah saat anak itu memperlihatkan tumpukan chips diatas meja.


" Kamu luar biasa boy! Daddy bangga padamu !" Sultan menepuk pundak anak sulungnya.


Ruangan itu mendadak sepi, tidak ada seorang pun mengeluarkan suaranya tatkala menyadari siapa yang mereka lihat saat ini.


" Sepertinya kita harus segera pergi dari sini dad, sebelum orang-orang itu mati berdiri karena melihat kalian " Kekeh Aiden.


Siapa yang tidak mengenal sosok pencipta jam tangan dan handphone yang mereka miliki saat ini kan?


" Selamat malam tuan-tuan " Ujar Tiger saat dirinya berada diurutan paling terakhir meninggalkan ruangan itu.


" Kalian bisa bernafas kembali " Lanjutnya sambil terkekeh geli karena melihat orang-orang diruang itu masih saja terdiam seperti sedang menahan nafasnya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak mohon maaf baru update episode di novel ini...


Body othor is not delicious 😁✌️


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2