Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Hari Pembalasan


__ADS_3

Byuuurrr...!!!!


Seketika Shakira dan Sultan tersadar dari pingsannya setelah mereka mendapatkan guyuran air es ke tubuhnya masing-masing, saat ini tubuh mereka telah dalam keadaan tergantung dengan kedua tangan terikat keatas.


Sultan membelalakkan matanya saat dia menyadari Gerry tengah berada diantara orang-orang yang telah menculik dirinya dan Shakira.


" Gerry!!! Kau....!!!"


BUGH...


BUGH...


Dua pukulan keras mendarat diperut Sultan, pria itu terhenyak seketika. Perut nya terasa sakit dan mual.


" Hentikan brengsek!!" Pekik Shakira


Tiba-tiba sengatan listrik menjalar di sekujur tubuhnya saat salah seorang dari mereka menempelkan alat yang mengandung arus listrik. Shakira menahan rasa sakit nya luas biasa itu dengan mengeratkan rahangnya dan menahan nafasnya, seketika tubuhnya terkulai lemas.


" Gerry hentikan!!! Kau akan menyesali ini brengsek!!"


" Kau lah yang akan menyesal Sultan! Karena telah berani mencampuri urusanku!"


Gerry mengambil alat itu yang menempelkan nya di tubuh Sultan, pria itu langsung mengeratkan rahangnya menahan rasa sakit yang menjalar di sekujur tubuhnya. Seketika tubuhnya terkulai lemas.


" Dan kau perempuan jal**g!! Kenapa kau tidak mati saja dulu hah!!!"


Gerry mengambil tongkat baseball dan memukuli tubuh Shakira bertubi-tubi, wanita itu berusaha untuk menahan sakit akibat pukulan benda keras disekujur tubuhnya. Darah segar mulai mengalir dari tubuh Shakira, wanita itu tetap tidak bergeming. Dia berusaha untuk tetap sadar.


" Hentikan Gerry!!!! Kau cari mati bodoh!!! Kau akan menyesali ini brengsek!!! " Pekik Sultan. Dia panik melihat tubuh Shakira yang telah terluka parah.


" Untuk apa kau membela wanita kotor ini hah??!!! Apa kau tidak tahu jika aku pernah menjamah nya???" Gerry tertawa terbahak-bahak, dia menganggap Sultan adalah pria yang sangat bodoh.


Tiba-tiba Shakira tertawa terbahak-bahak...


" Apa kau tahu rengekan Snake saat aku akan menghabisi nyawanya???" Shakira kembali tertawa


" Dia bahkan menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya " Shakira terkekeh, suaranya berubah menjadi dingin.


" Dia menangis memohon ampun di kakiku saat aku menginjak bagian bawah tubuhnya hingga hancur " Shakira menyeringai


" Kau...!!! Jadi kau yang telah membunuh Marco??!!! Kurang ajar!! "


Gerry kembali menyengat tubuh Shakira dengan aliran listrik hingga berkali-kali hingga wanita itu tak sadarkan diri. Emosi nya telah membutakan dirinya, dia bahkan berteriak saat melakukan nya.


" Shakira....!!!!" Pekik Sultan. Dia mengira wanita itu telah menghembuskan nafas terakhirnya.


" Kau binatang Gerry!!! Kau bukan manusia!! Kau tak pantas disebut manusia!!!"


" Owh...ayolah Sultan, jangan cengeng seperti itu! Kau boleh menyombongkan diri mu diluar sana, tapi kau tak ada artinya disini! Uangmu, kekayaan mu tak ada artinya sekarang!!" Gerry tertawa terbahak-bahak.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Dor!


Tembakan-tembakan maut mendarat tepat di bagian kepala para pengawal yang berada diruangan itu, melumpuhkan mereka satu per satu tanpa diketahui siapa dan dari arah mana tembakan itu berasal.


" Siapa itu!!!! Tunjukan siapa kalian!!!"


Gerry seketika panik, dia menodongkan senjatanya ke sembarang arah dan berjalan mundur hingga tubuhnya membentur tubuh Shakira. Tanpa dia sadari kaki wanita itu telah melingkar di lehernya, Shakira mengangkat tubuhnya hingga leher pria itu tercekik karena menggantung di kaki Shakira.


Sekuat tenaga Shakira menahan tubuhnya sampai akhirnya Gerry pun terkulai karena kehabisan nafas.


Nico dan timnya bergerak memasuki ruangan yang minim pencahayaan itu, dan secepat kilat melepaskan rantai yang mengikat kedua tangan Shakira dan Sultan.


" Shakira...Kau dengar aku?!!" Nico mencoba untuk mengecek kesadaran adiknya. Dia sebenarnya sangat ingin membunuh Gerry andaikata Jav tidak memerintahkan untuk tidak membunuhnya.


" Kau datang kak " Shakira berusaha menyunggingkan senyuman diwajah yang kini sudah sedikit membengkak.


" Dia terluka brengsek!! Cepat bawa dia dari sini!!" Pekik Sultan.


Nico mengangkat tubuh Shakira, setengah berlari dia membopong tubuh adiknya itu sementara Luc membantu Sultan untuk berdiri dan memapahnya keluar gedung.


Tig mengikat kaki dan tangan Gerry serta menyumpal mulutnya dengan kain, tak lupa dia mengalungkan sebuah papan bertuliskan " Penjahat Kelamin " di dadanya dan menempelkan map kecil berisi barang bukti kejahatannya sebelum mereka meninggalkan dia disana.


" Kau beruntung dia tidak menghancurkan bagian bawah tubuhmu seperti yang dia lakukan kepada temanmu itu " Tiger berbisik ditelinga Gerry dan membuat laki-laki itu menangis ketakutan.


" Aku akan memastikan untuk menitipkan mu kepada teman-temanku dipenjara nanti " Lexy menyeringai lalu mengecup kening Gerry dan meninggalkan nya disana.


.


.


.


Dia mengedarkan pandangannya mencari siapa saja yang masih hidup agar tim nya bisa memberikan pertolongan kepada mereka, sebelum mereka diadili nantinya.


Harry terkejut saat matanya menangkap sesosok pria dalam keadaan kaki dan tangan terikat serta mulut tersumpal dengan papan bertuliskan Penjahat Kelamin, dia meraih map coklat yang berisi sebuah benda kecil didalamnya.


Flashdisk...


Harry melepaskan kain yang menyumpal mulut temannya itu.


" Tolong aku Har...Tolong aku...Mereka jahat Har...Mereka jahat..." Gerry masih dalam keadaan syok berat.


" Bawa dia!" Harry memerintahkan salah seorang anak buahnya untuk melepaskan tali pengikat dan menggiringnya kedalam mobil.


Sekarang giliran Harry membereskan kekacauan ini, dia memijat keningnya dan menghela nafasnya kasar.


Kau sungguh luar biasa Jav....Luar biasa gila pak tua!


.

__ADS_1


.


.


" Shakira..." Nico menggenggam erat tangan sang adik yang masih tak sadarkan diri setelah mendapatkan penanganan medis, dengan kedua tangannya.


" Maafkan aku dik..." Nico menciumi tangan adiknya itu.


" Biarkan mereka beristirahat Nic..." Jav menepuk pundak pria besar itu dan mengajaknya untuk keluar ruangan.


" Aku sudah menempatkan para pengawal untuk mengawasi mereka, kau jangan khawatir "


" Thanks Jav.... Terimakasih untuk semua nya "


" Kau ajaklah mereka untuk menghilang sementara waktu, aku sudah menyiapkan semuanya...Tiga bulan lagi kalian akan aku jemput kembali " Jav menganggukkan kepalanya kepada ketiga rekan Nico.


Tak lama seorang sopir menghampiri mereka


" Sudah siap semua tuan "


Sang sopir membawa ke empat orang itu menuju bandara dimana pesawat jet pribadi yang akan membawa mereka ke sebuah pulau di sebuah negara tropis sudah menunggu disana.


Tunggu aku kembali Shak...


" Sudahlah Nic...Adikmu berada ditangan yang tepat, pak tua itu akan selalu menjaga nya " Luc menepuk pundak sahabatnya


" Lagi pula kita hanya tiga bulan kan disana?" Imbuhnya.


" Hei Tig! Kenapa muka mu pucat begitu?!" Lexy mulai menjahili Tiger, pasalnya dia tahu sahabatnya itu tidak suka naik pesawat.


" Diam Lexy!!" Pria besar brewokan itu memegang erat senderan kursinya.


Tiba-tiba pesawat terkena turbulensi ringan saat melewati sekumpulan awan.


" Waaaaa....!!!! " Tiger berteriak seketika, matanya membulat sempurna


" Kita akan jatuh....kita akan jatuh...!!" Dia memejamkan matanya dan terus bergumam.


Sementara Lexy tengah asik merekam aksi temannya itu melalui kamera handphone nya, Luc dan Nico hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Mereka itu seperti anjing dan kucing !"


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


See you all tomorrow 😘


__ADS_2