Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Sinopsis


__ADS_3

Pagi kakak-kakak tercinta 😘


Pagi ini Othor mau sedikit berbagi tentang keseruan cerita SANG PENAKLUK..


Mampir kesana yah buat cerita lengkapnya 😁✌️


.


.


Masih diruangan kerja milik Dara dan Queen, dimana mereka memulai bisnis online mereka sejak setahun yang lalu.


Dara sudah mulai terbiasa dengan kehadiran Langit juga Nakula dan Sadewa.


" Sorry...Gue baru tau kalo bang Langit ternyata..." Kekeh Dara, menyadari kekonyolannya.


" Apa? Laki gue kenapa?" Queen memberikan segelas air putih kepada sahabatnya.


Queen memang sering bercerita tentang Langit dan kedua adik kembarnya juga sesekali pernah bercerita tentang Nakula dan Sadewa, tetapi selama ini mereka belum pernah bertemu dengan salah seorang pun dari kelima orang itu. Baru hari ini gadis itu bisa bertemu langsung.


" Engga apa-apa Queen...Pis!" Dara mengacungkan dua buah jarinya, sambil memperlihatkan deretan gigi ginsulnya.


" Maafin kami yah kak Dara..." Ucap Laluna.


" Gak apa-apa kok Aurora "


" Yang Aurora itu aku kak " Bantah Aurora


" Ahh...Iya maaf kakak ketuker, abisnya kalian sama sih " Dara terkekeh.


" Gampang kok bedainnya, kalo Aurora itu pacarnya Nakula, Laluna itu pacarnya Sadewa " Queen berujar.


" Mungkin harus sering-sering ketemu kali yah baru bisa bedain " Dara menggaruk kepalanya, gadis itu masih bingung membedakan yang mana Aurora dan Laluna, ditambah lagi harus membedakan yang mana Nakula dan Sadewa yang dua orang itu sedang disuruh oleh Langit untuk membeli makanan untuk mereka.


" Ini bagus sayang, kurva nya naik terus " Langit melihat diagram perkembangan bisnis Queen dan Dara selama setahun ini, posisi Queen duduk dipangkuan Langit.


" Siapa dulu dong...Duo incess gitu loh " Puji Queen untuk dirinya dan Dara.


Tiba-tiba seorang pria memasuki ruangan, dengan satu buket bunga ditangan kanannya dan satu kotak coklat ditangan kirinya. Saat memasuki ruangan pria itu tidak menyadari kehadiran orang-orang selain Dara dan Queen.


" Selamat siang Queen..."


Deg!


Jantungnya serasa terhenti seketika itu juga saat netranya melihat posisi Queen yang tengah berada diatas pangkuan seorang pria, dan sorot mata tajam pria itu serasa menusuk jantungnya.


" Eehh....Maaf aku pikir..." Ucap pria itu terbata.

__ADS_1


" Siapa dia sayang ?" Tanya langit tanpa melihat kearah Queen.


" Dia Rayhan sayang, teman kami "Jawab Queen tanpa melihat kearah Rayhan, tatapan mata Queen mengarah ke wajah Langit.


Jika Aurora dan Laluna sudah tidak asing lagi dengan tingkah Abang tercintanya, beda halnya dengan Dara. Gadis itu bahkan tidak berani mengatakan sepatah katapun dan hanya menggelengkan kepalanya kearah Rayhan.


Owh em ji! Si kunyuk itu kenapa harus datang hari ini sih?? Bisa-bisa bengek dia diliatin kayak gitu..-Dara


" Makanan datang!" Teriak Nakula saat dia memasuki ruangan bersama dengan Sadewa sambil membawa beberapa bungkus makanan ditangan mereka.


" Loh...Ada tamu toh " Ujar Sadewa saat menyadari isyarat mata Laluna kepadanya, seolah mengatakan selamatkan pria itu dari abang ku.


" Ini pasti pacarnya Dara kan?" Lanjutnya.


" Aahh...Iya maaf, aku malah terpukau melihat bunga dan coklat ditangannya " Ujar gadis itu terdengar begitu canggung, lalu menghampiri Rayhan yang masih berdiri di posisinya.


" Makasih yah Ray.." Lanjutnya saat gadis itu mengambil bunga dan coklat dari tangan Rayhan.


Dengan berat hati Rayhan menyerahkan dua bingkisan itu dari tangannya kepada Dara, karena sebenarnya dia akan memberikan buket bunga dan coklat itu untuk Queen sang pujaan hati yang begitu sangat sulit untuk dia taklukkan.


Setahun lamanya Rayhan mencoba untuk mendekati Queen dengan berbagai macam cara, dari mulai menganggapnya sebagai teman, sahabat hingga pada akhirnya pria itu memberanikan dirinya untuk menyatakan cintanya kepada Queen tiga bulan yang lalu dan ternyata langsung mendapatkan penolakan dari gadis itu.


Ternyata setelah Rayhan melihat siapa pria yang sedang berada bersama Queen saat ini, dia baru menyadari kenapa gadis itu begitu sangat sulit untuk didekati.


" Ahh iya... Sama-sama Dara " Ucapnya, memaksakan senyuman nya kepada Dara.


" Iya... Terimakasih " Ray memilih untuk duduk didekat Dara.


" Ra, tolong ambilkan makanan buat Abang " Pintanya kepada Aurora, gadis itu sangat paham dengan tingkah sang kakak ketika sedang cemburu. Langit tidak akan melepaskan Queen dari pangkuannya saat ini.


" Okey...Dua kotak makanan segera meluncur " Seloroh Aurora.


Sesekali sudut mata Rayhan melihat kedekatan antara Queen dan Langit, timbul rasa cemburu didalam hatinya tetapi dia sadar dia tidak mungkin bisa merebut Queen dari sisi pria itu. Bukan karena seragam yang dia kenakan atau warna baret yang tersemat di bahunya, tetapi dari sorot mata Queen terhadap Langit, Ray bisa menyimpulkan bahwa gadis itu begitu mencintai pria yang tengah berada dekat dengannya saat ini.


Semoga kamu bahagia Queen - Rayhan.


" Kak Rayhan kerjanya apa?" Seperti biasa jika jiwa kepo Laluna hadir menyeruak, maka tidak akan ada seorangpun yang bisa menghentikannya.


" Kakak kerja di Bank " Jawabnya sambil tersenyum.


" Waaahh...Keren ka, di Bank mana? "


" Bank Unimap, Kaka manager cabang dikota ini "


" Weesss...Kak Dara pasti bahagia jadi istri kak Rayhan nanti, sejahtera jadi istri manager Bank "


Uhuk....Uhuk...

__ADS_1


Dara dan Rayhan tersedak makanannya sendiri saat mendengarkan pernyataan Laluna, secepat kilat Aurora memberikan air minum kepada keduanya.


" Luna ihh...Kalo kepo pake aturan kenapa " Keluh Aurora.


" Nahhh...bener kan mereka berjodoh, buktinya kesedak aja barengan " Kekeh Laluna.


" Boo, kasian kak Dara sama Kak Ray, jangan digodain terus " Pinta Nakula, pria itu mengelus rambut Laluna.


Selesai makan bersama Langit bermaksud untuk untuk menghubungi kedua orangtuanya, tetapi pria itu langsung memijat keningnya saat melihat puluhan pemberitahuan telpon dan chat yang masuk kedalam ponsel nya dari ibunya.


" Kenapa Abang?" Queen mengerutkan keningnya, lalu menutup mulutnya saat dia melihat layar ponsel yang diperlihatkan oleh Langit kepada nya. Gadis itupun langsung meraih ponselnya, pasti mamanya pun berusaha untuk menghubungi nya.


" O...Ow..." Queen pun memperlihatkan layar ponselnya kepada Langit.


" Ada apa Queen ?" Aurora mendekati mereka.


" Coba cek ponsel Lo Ra " Pinta Queen.


Tanpa aba- aba Laluna serta Nakula dan Sadewa pun memutuskan untuk membuka layar ponsel mereka, lalu secara hampir bersamaan beranjak dari duduknya.


" Siapin mobil !" Pinta Nakula kepada Sadewa, lalu mereka berdua bergegas keluar dari ruangan itu.


" Dar, sorry gue tinggal dulu yah " Ucap Queen kepada Dara yang masih terlihat bingung dengan aksi kepergian mereka yang begitu tiba-tiba.


" Sayang..." Panggil Langit kepada Queen saat dia melihat gadisnya masih berbincang dengan Dara, dia tidak suka melihat tatapan mata pria yang duduk disamping gadis itu.


" Bentar Abang, aku..."


" By phone sayang..." Pintanya singkat, lalu meminta Queen untuk meraih tangannya.


" Sorry yah Dar....Bye !"


" Byuhhhh...!! " Dara menjatuhkan dirinya diatas sofa sepeninggal Queen dan para pengawalnya.


" Siapa mereka Dar?" Rayhan pun memindahkan posisi duduknya di sofa seberang Sifa yang Dara duduki saat ini.


" Yang duduk sama si Queen itu Langit, calon suaminya, yang kembar cewek itu adik-adik nya Langit, yang kembar cowok itu calon suaminya adik kembar Langit " Jawabnya mencoba membuat kesimpulan.


" Keluarga Langit militer yah ?" Rayhan menatap langit-langit.


" Kenapa emangnya? Papa Queen juga militer, keluarga mereka bersahabat sejak lama " Dara melirik sekilas kearah Rayhan.


" Adik kembar Langit juga di angkatan darat " Lanjutnya.


" Udahlah Ray, apa Lo gak ngerasain selama ini usaha Lo sia-sia? Queen bukan takut sama Langit, tapi mereka emang cinta mati dari sejak kecil "


*Seorang ratu memang lebih pantas berada diatas Langit - Rayhan

__ADS_1



__ADS_2