Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Pertemuan Besar


__ADS_3

Fix seminggu ini Lewis seperti seorang gadis yang tengah mengalami PMS, lebih sensitif dari biasanya. Padahal dia memang sudah sensitif sejak kedatangan Henrieta dan Gerry kekediaman mereka dulu.


Martin sampai pusing dibuatnya, dia harus menyiapkan sejuta alasan untuk menjawab pertanyaan tuan muda nya itu perihal dimana Lexy saat ini.


" Percuma aku menggajimu dengan jumlah besar jika mencari seorang gadis saja kamu tidak becus Martin!"


Yes! Kata-kata ini kerap kali diterima oleh Martin ketika dia harus memberikan laporan hasil pencarian yang tidak pernah dilakukan nya itu.


Sementara di markas The Black Team


" Pria cantik itu masih terus nyariin Lo Lex " Kekeh Tiger


" Suka-suka dia Tig, gue gak ada urusan " Lexy tetap fokus pada layar komputer nya.


" Kayaknya dia suka sama Lo Lex " Luc menggoda nya.


" Dia bukan tipe cowok gue Luc, diamlah!"


" Gue gak ada niat buat ninggalin tim ini, oke?!" Lanjutnya. Lexy menatap dua pria iseng dihadapannya lalu kembali fokus ke layar komputer nya.


" Guys, udah lama gak makan burger bareng kita, makan siang disana yok!" Nico tiba-tiba memasuki ruangan.


" Kalian pergi aja, gue gak minat " Ceritanya Lexy merajuk karena dua orang sahabatnya itu tak hentinya menggoda nya.


" Ayolah Lex, demi persahabatan kita.." Nico menepuk pundak Lexy


" Lagipula gue bikin varian rasa baru, lo semua wajib nyoba sebelum gue launching produk nya " Lanjutnya


" Dan gue gak nerima penolakan " Lanjutnya lagi.


Tentu saja Luc dan Tig sangat senang dengan kabar itu, kapan lagi kan mereka makan gratis sepuasnya disana.


Tiba saatnya jam makan siang.


Tiger sampai menahan rasa laparnya agar bisa melahap tiga burger sekaligus.


" Udah waktunya ngasih makan naga- naga diperut gue " Tiger beranjak dari kursinya sambil mengelu perut sixpack nya.


Kalau kalian ingin tahu perawakan Tiger kayak siapa, bayangin aja body nya The Rock.

__ADS_1


Nico dan Lexy mengendarai sepeda motor besarnya sementara Lucas dan Tiger menggunakan mobil Jeep untuk sampai ditempat itu.


Kedatangan mereka sempat menjadi pusat perhatian para pengunjung kedai, bagaimana tidak tiga pria bertubuh atletis tinggi dan besar dengan seorang wanita yang nyaris membuat para pria iri dengan bentuk tubuh dan tatonya memasuki ruangan yang tidak terlalu luas itu. Apalagi dengan kendaraan yang mereka tumpangi.


Nico langsung memanggil tukang masak dan meminta agar dia membuat kan menu baru yang akan mereka luncurkan dalam jumlah cukup banyak. Tiga porsi untuk Tiger, dua porsi masing-masing untuk dirinya dan Luc dan satu porsi burger untuk Lexy dengan jumlah minuman yang sama, sementara ketiga sahabatnya langsung menuju meja makan yang sudah sengaja dikosongkan untuk mereka tempati.


Mereka menyadari dua pasang sorot mata tengah memerhatikan gerak-gerik mereka dari salah satu sudut ruangan, satu pasang mata menatap mereka dengan perasaan penuh amarah, satu pasang mata lagi menatap mereka dengan perasaan was-was.


*Damn...Kenapa harus ketemu disini sih?- Martin


Siapa mereka?? Kenapa terlihat sangat akrab sekali?!- Lewis*


Apalagi ketika mereka sedang saling membercandai Lexy seperti biasanya, bola mata Lewis seperti akan keluar dari cangkangnya.


Jadi ini aslinya gadis itu?-Lewis


Lewis memutuskan untuk tidak menghampiri meja Lexy dan memilih untuk memandang gadis itu dari mejanya dan menikmati keindahan itu dari sana, meski dia harus menahan rasa cemburunya.


" Lex...Arah jam 3 " Luc berkata sambil mengunyah makanannya.


" Bola matanya ampir keluar Lex " Tiger kembali menggodanya.


Sekilas Lexy melihat dengan sudut matanya ketika Lewis tiba-tiba saja pergi setelah menerima sebuah panggilan telepon, dan rasanya lega setelah kepergian pria itu menurutnya.


Lewis menerima sebuah panggilan telepon dari sekertaris barunya, dia mengingatkan kembali akan jadwalnya hari ini untuk menghadiri acara pertemuan para mitra usaha di kantor pemilik saham tertinggi mereka.


Secepatnya dia meninggal kedai itu menuju lokasi, sepertinya dia benar-benar hampir melupakan acara pertemuan penting nya hari ini.


" Kecepatan penuh Martin, kita hanya punya waktu 30 menit lagi " Pintanya


Sepertinya dengan hanya melihat Lexy dari jauh, dia sedikit melunak...- Martin


Kedatangan mereka disambut hangat oleh seorang sekertaris pria disana, pria itu langsung mengajak Lewis menuju ruangan rapat dan meminta nya agar menunggu kedatangan CEO mereka didalam ruangan itu bersama dengan para kolega yang telah hadir sebelum nya.


Lewis baru menyadari jika dia adalah pemilik perusahaan paling muda diantara mereka.


" Apa kau tahu nak, akhirnya hari ini kita akan bertemu langsung dengan pemegang saham terbesar kita " Salah seorang pria yang duduk disamping Lewis menyentuh bahunya.


" Kau tau kan selama ini dia selalu mewakilkannya kepada para asisten nya " Lanjutnya.

__ADS_1


Lewis yang juga baru mengetahui kabar gembira ini dari pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Saya yakin beliau adalah seorang yang luar biasa " Ujarnya


Selama dia menjalankan bisnisnya di Damian Corp, dia telah merasakan langsung kehebatan orang ini meski dia tidak pernah bertemu dengan sosok dibalik kesuksesan bisnisnya itu.


Ketika bisnisnya hampir hancur karena ulah ayahnya dulu, sosok ini lah yang telah menginvestasikan dana yang cukup besar hingga perusahaan nya selamat dari keterpurukan. Dan ketika negara sedang menghadapi krisis perekonomian, perusahaan mereka pula lah yang tetap berada dibelakang Damian Corp hingga perusahaan ini tetap berdiri kokoh hingga sekarang.


Tak lama sosok yang Lewis kagumi memasuki ruangan itu didampingi oleh sosok yang sering dia temui, seketika bola matanya membulat.


" Selamat sore teman-teman, maafkan telah membuat anda semua menunggu " Sultan mengembangkan senyumannya.


Sontak seisi ruangan seperti sedang menahan nafasnya, siapa yang tidak terkejut dengan kedatangan orang yang selama ini sangat mereka kenal tapi sangat sulit untuk mereka temui.


Salah seorang dari mereka berdiri dari duduknya lalu membungkukkan badannya.


" Selamat sore tuan muda, sebuah kehormatan untuk bisa bertemu dengan anda "


Dan satu persatu dari mereka mulai mengikuti apa yang telah pria itu lakukan, tidak terkecuali dengan Lewis. Meski masih dalam keadaan syok, Lewis tetap memberikan penghormatan kepada orang yang selama ini telah menjadi pendukung terbesar dari kesuksesan bisnisnya itu.


" Terimakasih teman-teman semua, kami tak akan pernah menjadi besar tanpa kerjasama dari anda sekalian "


" Sebuah kehormatan untuk dapat bertemu dengan anda semua sore ini " Sultan membungkukkan badannya diikuti oleh pria dibelakangnya.


Lalu merekapun terlibat dalam pembicaraan yang serius berkenaan dengan rencana kedepan untuk keberlangsungan bisnis mereka masing-masing.


Awalnya Lewis masih merasa sungkan, selama ini dia selalu iri dan nyaris membenci Sultan dan telah lama hidup dalam bayang-bayang dirinya. Dia selalu melihat pria itu dari sudut pandang yang lain dan selalu mengira bahwa sosok baik Sultan hanya cangkangnya saja.


Apa aku telah salah menilainya selama ini ??


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2