Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Insiden Malam


__ADS_3

Cekiiiiiiitttttt!


BRAK!


" Andre! Hati-hati dong! kepala gue sakit tau!" Bentak Aiden sambil mengelus keningnya karena terantuk jok didepannya ketika tiba-tiba Andre menginjak rem nya mendadak.


" Tuan ada mobil yang menghadang kita didepan! Pegangan!" Pinta pria dingin itu. Secepat kilat Andre pun melakukan manuver, memundurkan mobilnya lalu dengan cepat memutar kemudinya dan melaju dengan kecepatan penuh melewati mobil yang menghadangnya nya tadi.


Bersamaan dengan itu Philip menghubungi Andre melalui alat komunikasi yang ada didalam mobil yang dikendarainya.


" Andre! Gue dikejar dua mobil gak dikenal!"


" Bawa mereka ke jalan tol Utara kota Phil! Gue nyusul " Ujarnya seraya menambahkan kembali kecepatan mobilnya.


" Sepertinya mereka belum jera " Ucap Aiden. Pria tampan itu sedang melepaskan jas serta dasi yang dikenakannya, lalu mengambil senjata api dari bawah jok yang dia duduki bersama dengan Rin.


" Are you ready baby?" Tanyanya kepada Rin lalu mencium bibir gadis itu.


" Let's rock!" Jawab Rin sambil mengedipkan sebelah matanya.


" Andre sepertinya kita harus menangkap salah seorang dari mereka " Titah Aiden yang langsung mendapatkan persetujuan dari pria dingin itu.


" Aiden!!! Lo beresin mereka gak! Gue belom kawin bego!" Siapa lagi yang merengek sambil berteriak seperti itu jika bukan Keenan, laki-laki itu menghubungi Aiden melalui intercom mobil.


" Heh! Brengsek cewek lo gitu-gitu jago nembak! Kasih dia senjata!" Titah Aiden lalu mengakhiri pembicaraannya.


Sementara didalam mobil yang dikenakan oleh Philip. Pria itu tengah mengemudikan laju mobilnya dengan kecepatan tinggi memasuki jalan tol yang diperintahkan oleh Andre.


" Nona, ada senjata dibawah jok anda " Ujar Philip kepada Jenna, setelah dia mendapatkan perintah tidak langsung dari Aiden.


Secepat kilat Jenna pun mengambil senjata api yang ada dibawah jok nya lalu mengokang nya, seperti yang sudah biasa dia lakukan ketika sedang berlatih menembak dengan daddy nya. Rupanya semenjak usia sekolah menengah, dirinya berserta Aiden dan Kaylee dilatih pertahanan diri oleh Nico dan tim nya.


" Am ready Phil " Ucap Jenna.


" Sayang, apa kamu yakin bisa menggunakan benda itu?" Tanya Keenan ragu, dia pun menyiapkan senjatanya yang dia ambil juga dari bawah jok nya.


" Kau akan mengetahuinya nanti sayang " Jawa Jenna sambil tersenyum nakal.


" Mereka mendekat !" Ujar Philip setengah berteriak.


" Andre Lo udah dimana?" Philip kembali menghubungi temannya itu.

__ADS_1


" Gue dibelakang Lo Phil, ada dua mobil ngejar gue juga " Jawab Andre.


Andre mensejajarkan posisi mobilnya dengan mobil Philip, hingga otomatis dua mobil dibelakang mereka pun menjadi sama. Musuh mulai menembaki mereka, sayangnya mereka tidak tahu jika mobil-mobil yang dikendarai oleh sasaran mereka itu tahan terhadap tembakan.


" Sekarang!" Pekik Aiden.


Andre dan Philip pun membuka jendela kaca belakang mobil mereka masing-masing agar para tuan muda dan nona muda mereka bisa dengan leluasa membalas tembakan musuh, segera setelah Aiden berpindah posisi menempati kursi depan mobilnya. Begitu juga dengan Keenan, pria itu melakukan hal yang sama dengan Aiden didalam mobilnya.


DOR!


DOR!


DOR!


Terjadilah peristiwa tembak menembak antara mereka, Aiden dan Rin menembaki dua mobil yang mengejar mobil yang dikendarai oleh Philip sementara Keenan dan Jenna menembaki dua mobil musuh yang ada dibelakang mobil yang dikendarai oleh Andre.


Keenan melihat secara langsung kepiawaian gadis yang selama ini dia kira adalah gadis yang anggun dan feminim itu dengan mata kepalanya sendiri, Kaylee menembaki mereka dengan mudah! Gadis cantik berkacamata itu seperti sedang berlatih menembak, tidak ada keraguan sedikit pun dimatanya.


" Gue ketipu sama penampilan imutnya " Batin Keenan.


" Brengsek! Kurang ajar!" Pekik Keenan saat peluru musuh mengenai senjata ditangan kanannya, beruntung peluru itu tidak sampai mengenai tangan kanannya itu.


" Sial! Gue hampir kena!" Pekik Aiden setelah satu peluru hampir mengenai pelipisnya hingga membuat luka goresan disana.


Andre dan Philip pun menghentikan mobilnya, Aiden beserta kawan-kawannya bergegas keluar dari mobil mereka masing-masing.


" Bawa dia !" Titah Aiden saat mereka menemukan salah satu dari musuh yang berhasil menyelamatkan dirinya keluar dari dalam mobil.


Andre dan Philip membawa pria itu ke markas rahasia The Black Team, sementara Rin mengambil alih tugas Andre untuk mengendarai mobil nya mengantarkan mereka kembali ke mansion.


.


.


Rin segera mengambil lap handuk bersih dan air untuk membersihkan luka di pelipis Aiden, darah masih menetes dari sana sesampainya mereka di kamar Aiden.


" Awwww... Pelan-pelan baby, sakit rasanya " Rengek Aiden manja.


" Ssstt...diem, jangan bergerak " Ucap Rin sambil tetap membersihkan luka di pelipis Aiden dengan hati-hati.


" Kayaknya harus dijahit Aiden, luka gores nya cukup dalam " Rin beranjak dan mengambil kotak obat dari dalam lemari penyimpanan dikamar itu.

__ADS_1


" Iissshhh gak mau, sakit tau!" Tolak Aiden setelah Rin mengeluarkan jarum dan benang silicon dari dalam kotak itu.


Rin mengambil satu botol minuman keras yang ada diatas bufet, lalu memberikannya kepada Aiden.


" Huufttt...Kenapa gak manggil dokter aja sih baby?" Rengek Aiden seraya mengambil botol yang diberikan oleh kekasihnya itu.


" Minum ini sayang, kita gak ada waktu buat panggil dokter" Rin mencoba merayunya.


Mendengar sebutan sayang untuk dirinya, tanpa pikir panjang Aiden pun langsung menenggak minuman keras itu hingga Aiden membuat dirinya mabuk dan memudahkan Rin untuk menjahit luka di pelipisnya.


Selama Rin melakukan pekerjaannya, Aiden terus menatap lekat wajah cantik gadis itu.


" Sakit?" Tanya Rin seraya menatap sekilas netra abu-abu milik pria tampan itu.


" No.." Ucapnya lemas, dirinya sudah benar-benar mabuk.


" Oke udah selesai "


Rin menggunting benang dan menaruhnya kembali kedalam kotak obat, tetapi pada saat dirinya akan menaruh kotak tersebut kembali kedalam lemari tangan kekar Aiden menarik tubuhnya hingga jatuh ke pangkuan nya.


" I want you baby " Bisik Aiden lirih.


" Aku akan menaruh kotak ini terlebih dulu oke sayang " Ucap Rin, gadis itu memutar tubuhnya lalu mencium mata teler Aiden dan bibir manisnya lalu beranjak dari pangkuannya.


" Noo... Jangan pergi baby " Rengek Aiden, pria itu bahkan sudah tidak kuat untuk menopang tubuh nya sendiri. Dia hanya mengulurkan tangannya tanpa bisa beranjak dari duduknya.


" Sebentar saja " Pinta Rin sambil berjalan memasuki ruangan dimana lemari penyimpanan itu berada.


Sekembalinya Rin dari dalam ruangan itu, gadis itu mendapati Aiden sudah dalam keadaan tertidur. Gadis itu terkekeh pelan sambil mengangkat tangan Aiden dan memindahkan tubuhnya keatas ranjang.


" Hhmmm...Tampan banget " Rin memainkan hidung mancung Aiden.


" Kira-kira kalau dilepas semua gimana yah?" Seketika muncul ide jahilnya.


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2