
" Selamat pagi tuan Harry, saya Jaxon Smith pengacara tuan Sultan yang akan mewakili nona Shakira pagi ini " Jaxon menjabat tangan Harry. Sesuai dengan janji Sultan bahwa dia akan mengirimkan seorang pengacara untuk menemui nya pagi ini.
" Selamat pagi pak Jaxon, silahkan duduk "
" Tuan Harry, bisa saya langsung ke topik utama pagi ini?" Tanyanya tanpa basa-basi, tipikal khas tim pengacara keluarga Athalah.
" Silahkan tuan Jaxon " Harry terlihat canggung.
" Boleh saya meminta surat perintah pengadilan untuk ijin penangkapan nona Shakira tadi malam?" Jaxon menatap pria yang tengah duduk dihadapannya ini dengan tatapan serius.
" Kami sedang menunggu nya pagi ini " Ujarnya berusaha untuk tetap tenang.
" Anda tahu, hal itu bisa menyulitkan posisi anda kedepannya tuan Harry " Jaxon masih menatapnya tajam.
" Satu hal lagi, apakah anda sudah mempunyai bukti kuat atas tuduhan anda kepada nona Shakira? Tuduhan pembunuhan ini bukan main-main tuan Harry " Jaxon mengerutkan keningnya, dia menuntut sebuah jawaban dari sang kepala kepolisian. Jangan sampai pria ini menyalakan gunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.
Harry memperlihatkan layar laptop yang ada dihadapannya saat ini kepada Jaxon, sebuah video dari kamera pengawas apartemen tengah memperlihatkan gerak-gerik tiga orang yang mencurigakan memasuki lift dan pada akhirnya keluar dari lift itu dilantai dimana Marco tinggal.
Dalam video itu ketiga orang yang dicurigai tidak terlihat memasuki ruangan apartemen tempat Marco tinggal, mereka malah memasuki ruangan apartemen disebelahnya. Tak lama berselang mereka kembali keluar dari apartemen yang mereka masuki.
" Disini mereka tidak terlihat memasuki apartemen korban tuan Harry, lagipula wajah merekapun tidak nampak di kamera " Jaxon menghela nafasnya
" Apa yang membuat anda mengira bahwa salah seorang diantara mereka adalah nona Shakira?" lanjutnya
" Disini terlihat waktu dimana mereka masuk dan keluar dari apartemen itu, dimana waktu itu adalah waktu korban terbunuh menurut tim forensik yang memeriksa tempat kejadian perkara! " Harry mulai menekankan kalimat nya.
" Siapapun bisa melakukan hal itu tuan Harry..." Jaxon mengeluarkan sebuah flashdisk dan memberikan nya kepada Harry.
" Itu adalah rekaman kamera pengawas di kediaman keluarga Athalah, tepatnya diruangan dimana nona Shakira berada saat jam yang anda perlihatkan tadi " Jaxon menutup kembali tasnya.
" Kemarin merupakan hari tersibuk disana, dimana Jav harus benar-benar memberikan arahan kepada para asisten dan pengawal secara langsung " Jaxon berdiri dari duduknya.
" Oia...Jav mengirim salamnya untuk anda tuan Harry...Saya mohon pamit " Jaxon menganggukkan kepalanya lalu pergi dari sana.
__ADS_1
Harry menancapkan benda kecil itu di laptopnya, dia lalu membuka satu-satunya file yang ada yang memperlihatkan tayangan video yang membuktikan bahwa apa yang dikatakan oleh pengacara itu benar adanya.
Sial! Kenapa hal ini bisa terjadi? Jika bukan wanita itu dan komplotannya, lalu siapa mereka ini?
Sementara dikantor Sultan.
" Siska aku tidak mau menerima tamu selain klien bisnisku hari ini dan seterusnya! Apa kau mengerti apa yang aku katakan?!!" Sultan merebut telpon genggam itu dari tangan Shakira, dia kesal karena sepanjang pagi ini sang sekertaris tak hentinya meminta ijin kepada Shakira untuk dibuatkan janji temu untuk para gadis yang semalam mengerubungi nya.
Shakira tergelak, dia tahu hal ini akan terjadi setelah semalam Sultan tidak memperlihatkan respon yang baik kepada mereka. Semalam pria itu terus memberikan senyuman kepada setiap gadis yang meminta nya untuk bertemu.
" Kenapa mereka tiba-tiba ingin bertemu denganku Shak?? Apa aku menjanjikan sesuatu kepada mereka semalam??" Sultan kesal karena seingatnya semalam itu dia hanya ingin cepat-cepat pergi dari sana.
" Tidak tuan...Kau hanya memberikan senyuman kepada setiap gadis yang meminta untuk bertemu dengan mu " Wanita itu kembali tergelak.
" Apa maksud nya??! " Sultan mengerutkan keningnya
" Sepertinya mereka mengartikan nya sebagai tanda setuju " Shakira menutup mulutnya untuk menahan tawanya.
" Aku hanya berusaha untuk tetap ramah pada mereka!!" Ucapnya kesal karena yang diharapkan nya tidak terjadi.
Dikediaman Athalah
Jaxon segera menemui Javier diruangannya sepulang dia menemui Harry dikantor polisi pagi ini.
" Sesuai dengan perkiraan anda tuan Jav, dia tidak mempunyai surat perintah penangkapan bahkan sampai tadi saat saya pergi dari sana, tidak ada seorangpun yang memberikan itu kepada nya " Jaxon mendudukkan dirinya dikursi seberang Javier.
" Tidak akan ada seorang pun yang akan berani memberikan surat itu kepada nya Jax " Javier memberikan secangkir teh yang dia tuangkan untuk pengacara itu.
" Periksa berkas-berkas ini dan mulai lakukan proses hukum " Javier menyerahkan sebuah map besar kepada nya.
" Kau dan tim mu akan membutuhkan bantuan khusus, aku akan memerintahkan beberapa orang untuk menemui mu di kantormu sore ini " Javier menyesap teh hangat yang dia tuangkan untuk dirinya sendiri.
" Baik tuan Jav, saya akan menunggu kabar dari anda " Jaxon beranjak dari duduknya, dia berpamitan kepada Javier untuk kembali ke kantor nya.
__ADS_1
" Aku akan mencari siapa orang yang telah membunuh mu Marco " Ucap Gerry saat menghadiri acara pemakaman asisten pribadi nya itu.
" Aku tidak berhasil mendapatkan surat penangkapan untuk wanita itu Ger..." Harry menepuk pundak Gerry, bermaksud untuk memberikan sedikit dukungan kepadanya karena telah kehilangan orang yang berarti baginya.
" Kau harus berusaha lebih keras lagi Har...Aku yakin dia dan orang-orang suruhannya lah yang telah membunuh Marco "
" Kau tak punya cukup bukti yang kuat untuk bisa menangkap wanita itu dan komplotannya Ger, rekaman CCTV itu tidak kuat " Harry menghela nafasnya berat.
" Pengacara wanita itu telah menyerahkan bukti rekaman video dimana wanita itu tengah berada bersama para pengawal lainnya sedang menerima perintah protokoler acara Levington Club dari Javier disaat kejadian Ger..." Lanjutnya. Dia kembali menepuk pundak laki-laki itu dan meninggalkan nya disana untuk berkabung.
" Sial!!!" Gerry membanting semua benda yang ada dimeja kerjanya.
" Gue nyesel gak ngabisin wanita itu dulu! Gue kira dia udah mati pas gue buang di tempat pembuangan sampah!" Gerry berbicara pada dirinya sendiri, dia meremas rambutnya.
" Untung juga si Marco sudah mati dibunuh, berani-beraninya dia punya niat buat kabur dari gue! Dasar pengkhianat!!" Pria itu mengeratkan rahangnya, ingin rasanya dia berteriak memaki Marco jika saja pria itu masih hidup!
Dering handphone mengakhiri aksi solo-nya, dilihatnya nama sang ayah tertera dilayar handphone yang dipegangnya saat ini.
" Hallo ayah..." Gerry mengepalkan tangannya.
" Baik ayah, aku akan segera kesana " Dia mengakhiri sambungan telponnya. Sang ayah meminta nya untuk segera datang menemuinya.
Kenapa ayah tiba-tiba menanyakan tentang peristiwa sepuluh tahun yang lalu??
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗
See you all tomorrow 😘