
" Dia membawa wanitanya itu kerumahnya! Ya Tuhan! Udah sejauh apa hubungan mereka?" Ellen histeris saat dia melihat rombongan mobil memasuki mansion kediaman Aiden.
" Tenang Ellen, jangan gila! " Samantha kesal dengan tingkah berlebihan temannya ini.
" Lo gak liat apa mereka masuk ke mansion si Aiden?!"
" Gue punya mata Ellen, Lo gak usah lebay deh bisa aja kan mereka itu bersaudara?!" Sam melipat kedua tangannya.
Ada rasa menyesal di hati Samantha, kenapa mau-maunya dia menemani Ellen untuk mengikuti kemana mereka pergi. Gadis itu tak hentinya mengoceh selama perjalanan, bicaranya sudah ngaco pikir Sam.
" Apa kita juga akan menunggu mereka disini Ellen??"
" Tentu saja Sam, aku harus tahu apa yang akan mereka lakukan setelah ini " Pandangan Ellen tetap tertuju kearah pintu gerbang besi diseberang nya.
" Hei ..Jangan gila Ellen, ini sudah hampir malam! Kita harus pulang!"
" Kau masih ingin aku menemanimu kan Ell??" Lanjut Sam, mulai mengancam.
" Tapi Sam, kita...."
" Bukan kita...Lo aja Ell...Dan lo udah gila!" Samantha mencoba untuk membuka pintu samping dimana dia duduk sekarang ini, tetapi Ellen masih belum mau membukakan kunci pintunya.
" Please Sam, untuk kali ini temenin gue, firasat gue mengatakan mereka akan keluar malam ini " Pinta Ellen.
Benar saja, belum lama Ellen mengucapkan kata-kata nya, rombongan Aiden kembali keluar dari pintu gerbang besar itu.
" Lo liat kan?? Sekarang ceweknya ada dua Sam! Kita harus mengikuti mereka!" Ellen langsung menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan menginjak pedal gas nya.
" Ya Tuhan!!! Kegilaan apa lagi ini !" Samantha memijat keningnya.
Sementara didalam mobil Aiden.
" Apa nanti gak bakalan ada yang cemburu sama kita ?" Keenan bercanda.
" Banyak pastinya " Kekeh Jenna.
" Tapi mana ada yang berani sama Kaylee " Lanjutnya.
" Kak...Mereka mengejekku "
" Loh... Bukannya itu benar?" Aiden tergelak
" Kak Aidennn!!!!" Pekik gadis itu, Kaylee meninju lengan Aiden setelah nya.
" Nah kan bener..." Aiden kembali tergelak.
__ADS_1
Hingga mereka sampai di lokasi acara prom, mereka masih saja menjahili Kaylee. Keluar dari mobil gadis manja itu memukuli lengan dan dada Aiden, Kaylee bahkan hampir menangis saking kesalnya.
" Kurang ajar cewek itu! Berani-beraninya dia mukulin Aiden ku!" Ellen melepaskan tali pengaman kursi nya dan membuka pintu mobilnya, lalu berjalan mendekati Aiden dan Kaylee.
" Ellen!!! Udah sinting emang...!" Samantha terpaksa mengikuti langkah Ellen dengan cepat, dia tidak mau sesuatu yang memalukan terjadi.
Greb!
"Aaahhh....!" Pekik Kaylee saat merasakan ada kuku-kuku menancap di lengannya, seorang wanita tak dikenal telah menarik paksa lengan gadis itu.
" Kaylee...!" Pekik Aiden, dia benar-benar terkejut dengan kedatangan wanita yang tidak terlalu dikenalnya itu. Aiden langsung mendorong Ellen hingga dia jatuh terjerembab.
" Are you oke Kay....?" Melihat kondisi lengan sang adik. Aiden geram saat dia melihat ada jejak-jejak kuku di lengan mulus adik kesayangannya, apalagi ada sedikit darah yang keluar dari sana.
" Ya Tuhan Kay..!" Pekik Jenna, tubuhnya ditahan oleh Keenan saat gadis itu akan berlari menghampiri saudarinya.
Sementara Ellen sudah berada ditangan Philip dan Andre, kedua pria bertubuh atletis itu langsung menarik tubuh Ellen sesaat setelah Aiden mendorong tubuhnya lalu menahannya.
" Lepasin gue! Dasar laki-laki gak punya akhlak! Berani-beraninya sama perempuan!" Ellen terus saja meronta, meski sangat percuma karena sekeras apapun wanita itu meronta kedua pria yang sedang memegangi tubuhnya tidak bergeming sama sekali.
Samantha yang tadinya berusaha untuk mengejar Ellen, menghentikan langkahnya dan memutuskan untuk menonton tingkah konyol temannya itu. Rasakan itu pikirnya.
" Perih kak...Lenganku perih " Kaylee terisak.
Aiden memeluk sang adik dan berusaha untuk menenangkan nya. Kaylee memang sangat manja jika berada dekat dengan Aiden, mommy apalagi Daddy nya.
" A...Adik? " Ellen tidak bisa percaya dengan apa yang dia dengar dari mulut Aiden.
" Aiden...Ini gue Ellen! Kita satu kampus bareng... Maafin gue Aiden, gue pikir dia nyakitin Lo "
" Meski dia nyakitin gue, apa hak Lo ikut campur urusan gue??"
" Emang Lo siapa hah?!"
" Singkirkan wanita ini Andre, gue gak mau liat dia disini ataupun di kampus!" Aiden menggandeng pinggang Kaylee dan berjalan memasuki gedung pesta.
" Mampus! Rasain Lo..." Samantha tergelak puas saat melihat adegan seru didepannya, apalagi saat dia mendengar bahwa Aiden tidak mau lagi bertemu dengan Ellen.
" Kamu yakin mau nerusin pestanya Kay?" Aiden terlihat khawatir.
" Iya kak...Gak apa-apa " Kaylee menyeka air matanya dengan selembar tissue.
" Ini malam spesial ku ka, aku gak mau melewatkan nya " Lanjutnya sedikit terisak.
" Oke kalo gitu...Apa kamu sudah siap sekarang?" Aiden mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Aku sudah siap kak " Kaylee menyambut uluran tangan Aiden dan merekapun memasuki aula besar gedung itu, dimana lantunan musik sudah mulai terdengar dan MC sudah mulai menyapa para tamu yang hadir.
.
.
" An***Ng Lo! Dimana Lo pas gue lagi butuhin Lo Sam???!" Ellen sangat kesal kepada temannya itu, dia mulai mengendarai mobilnya keluar dari halaman gedung tersebut.
" Lagian udah gue bilang jangan gila Ellen! Gue udah wanti-wanti dari tadi..!"
" Ternyata benar kan apa yang gue bilang? Jangan mikir yang enggak-enggak.. Buktinya mereka ternyata kakak beradik " Samantha kembali tergelak. Dia menertawakan kebodohan temannya ini.
" Siapa yang bisa nyangka kalo mereka itu kakak adik Sam?!"
" Apa Lo bisa? Gue yakin engga kan?" Lanjutnya.
" Iya sih...Mereka terlihat sangat dekat sekali, gue aja sama kakak gue gak segitunya "
" Apa jangan-jangan mereka kakak adik tapi pacaran!" Kembali Ellen dengan mode gila nya.
" Ellen lo jangan macam-macam, beruntung tadi nyawa Lo gak ilang ditangan dua bodyguard mereka " Seakan tahu arah pikiran wanita yang ada disampingnya saat ini.
" Lo gak bermaksud bikin ulah lagi kan Ellen?" Lanjutnya
" Kita bisa membuat berita tentang hubungan kedekatan mereka Sam, biar semua orang tau si Aiden yang baik, ganteng dan sok suci itu ternyata punya perilaku yang sangat buruk!"
" Ellen Ya Tuhan!! Apa Lo mau nyawa lo melayang Ellen? Mereka bukan orang-orang sembarangan Ell!"
" Well...Mereka tidak perlu tahu kan siapa yang menyebarkan nya ?" Ellen tetap dengan pendapat nya, dia tidak menghiraukan peringatan dari Samantha.
" Ellen gue peringatkan sekali lagi, dan ini benar-benar gue tekankan "
" Mereka orang yang berkuasa dikota ini Ellen, mereka bisa menghabisi nyawa Lo dengan mudah atau bahkan keluarga lo Ellen! Apa Lo gak perduli dengan semua itu?!"
" Gue yakin gue bakalan baik-baik saja Sam " Ucapnya tenang.
Dasar phsyco! Gue harus cepat-cepat pergi menjauhi wanita ini...Gue gak mau terlibat didalam rencana gilanya...! - Samantha
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗