
Suara alarm rumah sakit tiba-tiba berbunyi saat Lucinda menapakkan kakinya di lobby fasilitas kesehatan mental itu, para perawat dan petugas keamanan hilir mudik seperti sedang mencari sesuatu.
" Apa yang terjadi?" Lucinda menghentikan langkah seorang perawat wanita.
" Seorang pasien telah menghilang dari kamarnya nyonya " Perawat wanita itu kembali melangkahkan kakinya meninggalkan Lucinda disana.
Kok bisa pikir Lucinda, dia belum menyadari jika pasien yang perawat itu maksud kan adalah anak gadisnya Sarah.
Tiba-tiba seorang perawat yang biasa menangani putrinya berlari menghampiri nya.
" Maafkan kami nyonya, tapi nona Sarah telah menghilang dari kamarnya " Wanita itu menghela nafasnya.
" Kami masih mencarinya nyonya " Lanjutnya.
" Apa??!!!!" Pekik nya
" Bagaimana mungkin itu terjadi?!" Lanjutnya lagi masih dengan intonasi suara yang tinggi.
" Tadi ada dua orang yang menjenguk nya, salah satu dari mereka mengaku bahwa dia adalah saudara nya nyonya "
" Bahkan pria itu membawa dokumen pendukung yang menyatakan bahwa dia adalah saudara anda nyonya " Lanjutnya
" Seorang pria katamu??!" Pekiknya lagi
Perawat wanita itu mengangguk, dia ingin menceritakan bahwa dokter yang menggantikan dokter Michael juga kemungkinan telah membantunya melarikan Sarah dari fasilitas itu. Tetapi hal itu urung dia lakukan demi menyelamatkan nama baik tempat dia bekerja saat ini.
Secepat kilat Lucinda meninggalkan tempat itu, dia ingin mendatangi satu-satunya orang yang selama ini dia percayai untuk selalu mengikuti seseorang selama ini. Sebelumnya dia menghubungi orang tersebut melalui gawai nya sebelum dia mengendarai mobil nya keluar dari tempat itu.
" Tunggu aku ditempat biasa!"
Wanita paruh baya itu mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, dia tidak ingin menyia-nyiakan waktu untuk mendapatkan informasi terkini mengenai Lewis dari orang itu. Selama diperjalanan pikirannya tertuju kepada putrinya dan peristiwa masa lalu yang pada akhirnya membuat putrinya itu mengalami depresi berat, dia harus melakukan segala cara agar bisa mendapatkan kembali putrinya dan mengubur kisah masa lalu yang selama ini dia sembunyikan. Bahkan jika itu harus mengorbankan putrinya sendiri.
" Beritahu aku dimana anak sialan itu berada saat ini !" Titah Lucinda kepada seorang pria sesaat setelah dia memasuki ruangan kerja pria itu.
Pria yang mengaku dirinya sebagai seorang detektif swasta itu bernama Murdock. Pria itu telah bertahun-tahun mengintai aktivitas Lewis, dia bahkan tahu kejadian antara dirinya dan Gerry. Dia juga mengetahui dimana Lewis tinggal saat ini.
Murdock memperlihatkan layar laptopnya kepada Lucinda, disana dia melihat Lewis tengah serius dengan pekerjaannya dikantornya. Wanita itu juga melihat beberapa orang menghampiri Lewis dan berbincang lalu mereka kembali meninggalkan ruangan itu.
__ADS_1
" Dia tidak meninggalkan kantornya hingga saat ini nyonya " Pria itu mengerutkan keningnya.
" Mengapa anda mencurigai anak itu yang telah menculik anak gadis mu?" Lanjutnya
" Perawat wanita itu yang bilang bahwa ada dua orang yang telah menjenguk anakku, dan salah satunya memperlihatkan sebuah dokumen yang menyatakan bahwa dia adalah saudara kami " Lucinda terduduk lemas, dia memijat keningnya.
" Cari tahu dimana anakku Murdock! Aku tidak mau peristiwa itu diketahui oleh banyak orang! Biarkan semua orang mengira bahwa wanita sialan itu telah mati karena bunuh diri !" Lanjutnya
Flashback on
Pengakuan dari Lewis saat mereka menculiknya ke Maldives waktu itu telah membuat Nico dan tim nya mulai menyelidiki masa lalu pria cantik itu dan menggalinya lebih dalam lagi.
Dengan bantuan Lewis mereka mulai menghubungi para pelayan yang dulu pernah bekerja kepada keluarga Damian dan menanyakan peristiwa saat itu sesuai dengan versi mereka masing-masing.
Tak banyak membantu memang, tetapi satu nama yang selalu hadir didalam cerita mereka adalah Lucinda dan anak gadisnya Sarah. Satu kesamaan dalam cerita mereka bahwa ibu dan anak itu adalah orang-orang yang terakhir kali mengunjungi Lily.
Merekapun mulai mencari tahu tentang siapa Lucinda dan anak gadisnya Sarah yang sebenarnya.
" Nic, selama ini wanita itu telah menyewa seorang detektif swasta untuk mengikuti Lewis selama ini "
Lucas menghubungi Nico setelah dia dan Tiger menemukan keberadaan Murdock dari hasil pencarian petunjuk yang mengarah pada pria itu. Petunjuk itu mereka dapatkan setelah mereka menyuap salah satu penjaga keamanan yang bekerja untuk Lucinda.
" Aaahhh...!" Nico mendengar suara seorang pria yang sedang menahan sakitnya melalui sambungan telepon saat Luc menghubungi nya.
" Ada satu informasi yang paling penting, ini menyangkut nyawa adikmu Shakira " Lanjutnya.
Lucas mengakhiri sambungan telponnya setelah dia menceritakan penemuan nya bersama Tiger di kantor milik sang detektif swasta.
" Kau tau Murdock, kau sedang menyerahkan nyawamu sendiri jika kau berani menyentuh sedikit saja rambutnya " Tiger menyeringai.
" Apa mau kalian..." Murdock sudah tidak lagi punya tenaga akibat sengatan listrik yang diberikan oleh pria besar didepannya.
" Ambil saja apapun yang kalian inginkan, aku berjanji tidak akan pernah bekerja untuk wanita itu lagi " Lanjutnya
" Uangmu bahkan tidak akan cukup untuk membeli makananku selama satu bulan penuh pak tua, jadi hilangkan pikiranmu itu " Tiger tergelak.
Hitung saja berapa porsi sekali Tiger melahap burgernya, belum lagi berapa jumlah gelas minuman yang dia tenggak bersama dengan tumpukan burger favoritnya itu. Dan lagi makanan lain diluar itu, jika sekali sarapan pancake saja pria itu bisa menghabiskan 10 keping kue panggang tersebut atau 8 butir telur dan satu liter susu. Kali kan 30 hari dan itu hanya bisa untuk sarapannya saja.
__ADS_1
Tubuh besarnya itu tidak dia dapatkan dengan mudah, olahraga yang dia jalani juga bukan olahraga yang terbilang ringan bahkan bisa dibilang sangat berat hingga asupan nutrisi tubuh nya pun bisa berkali-kali lipat dari orang biasa pada umumnya.
( Othor cuma bisa bilang cek aja keseharian The Rock kalo mau bayangin babang Tiger, baru bisa paham berapa banyak sushi yang dia makan sekali cheat meal. Satu meja penuh mamen! dan jumlahnya bisa untuk 5 orang lebih! )
" Kami ingin anda tetap bekerja untuk Lucinda " Lucas menepuk pundak Murdock, pria itu langsung terkejut. Dia pikir pria besar itu akan mematahkan pundaknya.
" Dan berikan semua informasi yang anda berikan kepada nya kepada kami " Ucapnya lagi.
" Apa jaminannya jika informasi yang aku berikan akurat kepada kalian, bisa saja kan aku membohongi kalian " Kekeh Murdock.
Tig meraih handphone nya dari dalam sakunya, pria itu lalu menunjukkan sebuah video kepada Murdock.
" Dan membiarkan mereka hilang dari hidupmu pak tua?" Kekeh Tiger.
" Kau...!" Murdock berusaha bangkit dari duduknya.
" Nyawa kalian tidak ada apa-apa nya dibandingkan dengan nyawa wanita yang ada di dalam foto ini " Luc memperlihatkan foto hasil jepretan pria tua itu saat dia mengikuti mereka hingga ke Maldives.
" Bahkan satu negara ini bisa hancur jika sampai satu luka kecil saja mendarat ditubuhnya "
Tubuh Murdock membeku seketika, dia bisa membayangkan sebesar apa kekuasan dibelakang dua orang besar yang sedang berada bersamanya saat ini.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗
Oia, othor punya novel lain juga nih yang gak kalah seru, yang ini serunya bikin kalian termehek-mehek juga 😁😁😁✌️
__ADS_1
Mampir disini yah 😘