Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Bye Bye Pria Cantik


__ADS_3

" Apa ini??!" Lewis menerima surat pengunduran diri Lexy, pria itu tidak percaya dengan apa yang dibacanya barusan.


Setelah peristiwa penangkapan Michelle dan Henrieta, Lexy memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai pengawal pribadi dari Lewis sesuai dengan janjinya kepada Javier.


" Surat pengunduran diri saya tuan " Jawabnya singkat.


" Aku tidak buta nona " Lewis menghela nafasnya, dia mengatur nafasnya agar emosi nya mereda.


" Apa maksud dari surat pengunduran diri ini?" Lanjutnya.


" Artinya saya mengundurkan diri tuan " Jawabnya lagi.


" Saya tidak mau menerima pengunduran diri mu!" Lewis memutar kursinya.


Lexy memutuskan untuk bekerja hari ini untuk terakhir kalinya, besok dia sudah tidak akan lagi kembali ke kantor ini. Sebenarnya di sudah tidak tahan berada dekat dengan Lewis, dia tidak bisa menjadi dirinya sendiri ketika bersama dengan pria ini. Berbeda saat ketika dia bersama dengan sahabat-sahabatnya dia bisa lebih all out.


Jika disuruh untuk memilih antara Lewis dan Sultan, di lebih memilih untuk menjadi pengawal pribadi Sultan. Menurut nya Sultan lebih asik dibandingkan dengan Lewis.


Sementara di suatu tempat.


" Kenapa kamu melakukan hal itu kepada ku?" Sean mengunjungi Henrieta dikantor polisi, wanita itu tengah menunggu sidang perdana terkait kasus yang dilaporkan oleh Sean atas percobaan pembunuhan pada dirinya.


" Aku hanya ingin kau dan anakmu mati Sean " Henrieta tergelak


" Lalu semua akan menjadi milik anakku, menjadi milikku!" Lanjutnya.


" Sepertinya kau salah Hen" Sean menarik salah satu sudut bibirnya.


" Sampai kapanpun kau tak akan pernah bisa memiliki perusahaan itu " Kekeh Sean


" Apa maksud mu brengsek?!" Henrieta menggerakkan tangannya ke atas meja.


" Perusahaan itu bukan hanya milikku, saham kami bahkan tidak sampai separuhnya Hen " Sean tersenyum melihat kekecewaan yang langsung muncul diwajah wanita itu.


Sean beranjak dari duduknya dan meninggalkan Henrieta diruangan itu memaki dirinya, pria itu melangkah kan kakinya dengan perasaan puas.


Di lobby kantor polisi Sean berpapasan dengan Javier yang baru saja keluar dari kantor kepala kepolisian kota itu.


" Jav...Aku ingin berbicara dengan mu..."


.


Disinilah sekarang mereka, di gedung Athalah Corp bersama dengan Sultan.


Javier memutuskan untuk mengajak Sean ke gedung Athalah Corp, menurut nya sudah saat nya Sean memberi tahu Lewis siapa mitra perusahaan mereka selama ini. Tetapi sebelumnya dia harus mereka harus berbicara dengan Sultan terlebih dahulu karena Bima sedang sibuk dengan aktivitas barunya, mengawasi sang menantu.

__ADS_1


" Aku tidak tahu bagaimana caranya memberi tahu anakku Lewis Jav " Sean memijat keningnya.


Peristiwa dengan Henrieta merupakan sebuah peringatan besar baginya untuk tidak menyimpan rahasia ini lebih lama lagi.


" Sepertinya untuk pertemuan berikutnya, kau harus menghadiri nya secara langsung di Damian Corp nak " Lanjutnya lagi, kali ini dimaksudkan untuk Sultan.


" Aku mempunyai ide yang lebih bagus " Ujar Sultan


" Minggu depan adalah pertemuan pemilik saham, aku akan memimpin nya secara langsung di perusahaan mitra "


", Bagaimana pun aku tak ingin image Lewis hancur jika aku memperkenalkan diri ku di Damian Corp " Lanjutnya.


Kembali ke Damian Corp.


Seharian ini Lexy dibuat pusing oleh Lewis, bagaimana tidak pria itu tiba-tiba banyak sekali mau nya. Bahkan Lexy harus melakukan pekerjaan yang sama sekali bukan tugasnya, membelikan makan siang yang dia harus pilih sendiri untuk Lewis.


Sabar Lexy....Ini hari terakhir Lo kerja... Setelah ini Lo bakal bebas menghirup udara segar dan bersiin mata lo yang ternoda akibat liatin pria cantik tiap hari.


" Satu burger spesial, satu burger keju, dua root bir, dan kentang goreng nya dibuat krispi " Pinta Lexy kepada pelayan kedai itu.


Coba tebak dimanakah dia pemisrah????


Yesss!!! Kedai burger legendaris favorit Sultan! Tentu saja itu burger favorit Lexy juga.


" Kau memberiku makanan apa ini? Kau mau meracuniku yah?!" Lewis memicingkan matanya saat dia membuka bungkusan yang dibawa oleh Lexy, pria itu bahkan membuka bungkusannya dengan menggunakan pensil!.


Lewis menelan salivanya melihat betapa lahap asisten pribadi nya itu memakan burger milik nya.


" Apa anda tidak akan memakan nya tuan?" Lexy menggigit kembali burger keju nya.


Lewis memberanikan diri untuk membuka bungkusan yang ada dihadapannya, awalnya dia hanya memakan satu potong kentang goreng yang sudah terkontaminasi oleh bumbu burgernya tetapi lama kelamaan dia mulai memakannya bahkan menghabiskannya.


" Dimana kau membeli makanan ini?? Aku ingin membeli kedainya !" Lewis memasukkan gigitan terakhir burger nya.


" Pemilik nya tidak akan menjual kedainya tuan, salah satu teman kami pernah mencobanya" Kekeh Lexy.


" Kalau begitu nanti malam aku ingin makan malam disana " Pintanya.


" Apa anda yakin? Disana bukan tempat yang biasa anda kunjungi tuan "


" Saya tidak perduli " Jawabnya singkat


" Saya akan mengantarkan anda kesana tuan "


" Tidak! Kau harus temani aku makan!"

__ADS_1


Dan malam ini mereka sudah berada di kedai itu, kedai yang tidak terlalu luas tetapi banyak dikunjungi para pengunjung. Lexy bahkan harus menghubungi Nico untuk memesan kursi kosong untuk mereka berdua.


" Pesankan yang tadi " Titahnya.


Tak lama pesanan mereka pun mendarat dengan mulus di meja yang mereka tempati.


" Bungkusin dua spesial burger yah " Pinta Lexy kepada pelayan yang mengantarkan makanan mereka, setelah sebelumnya dia menerima pesan singkat di handphone nya.


" Untuk saudaramu ?" Lewis penasaran


" Iya tuan, dia lagi ngidam " Lexy terkekeh.


Gak apalah kali terakhir ini gue sama dia, besok bye bye pria cantik...


Sementara di mansion Sultan


" Nic...! Gue pengen burger Nic....Please beliin gue burger spesial legendaris itu..." Sultan memohon lewat sambungan telepon genggam nya.


" Gak mau!" Pekik Nico


" Hei brengsek! Apa Lo mau keponakan Lo ileran ntar hah??!"


" Kenapa Lo gak mampir tadi bucin akut!"


" Adek Lo udah gak sabar pengen ngendusin gue " Kekeh Sultan


" Lo tu yah! Ya udah tunggu, gue minta Lexy beliin kebetulan dia lagi ada disana " Nico menutup sambungan teleponnya seketika.


" Iisshh...Dasar jomblo akut!" Sultan melepaskan ear piece nya seketika.


Tiga puluh menit kemudian Lexy datang membawa bungkusan yang sudah dinanti kan oleh Sultan didepan pintu masuk mansion nya.


Seperti anak kecil Sultan langsung berlari menghampiri Lexy ketika wanita itu mengacungkan bungkusan itu ketika dia baru saja keluar dari mobilnya.


" Thanks Lex, you are my hero !" Sultan menciumi aroma burger dari bungkusannya, lalu bergegas kembali masuk menghampiri sang istri yang sedang mendapatkan pengawasan dari sang papa.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


See you all tomorrow 😉


__ADS_2