Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Siasat Andre


__ADS_3

Andre menyeret pria tadi ke sebuah ruangan gelap didalam gedung itu, dia dan Philip mengikat kedua tangan pria itu keatas kepalanya dan menggantungkan nya di rantai besi.


" Apa yang akan kalian lakukan?!!" Teriak pria itu, dia meronta sekuat tenaga menendang ke sembarang arah karena sejak Philip dan Andre menyeretnya kedalam mobil itu mereka telah memasang penutup dimatanya.


" Hei! Jawab aku brengsek!" Teriaknya lagi, tetapi pria itu tidak juga mendapatkan jawaban dari keduanya.


Rupanya Andre dan Philip sudah keluar dari ruangan itu sejak tadi, mereka berada sebuah ruangan kaca yang terhubung langsung dengan ruang gelap itu melalui sebuah cermin kaca besar.


" Kau sudah memindai nya?" Tanya Andre kepada Joe.


" Yeah..." Jawabnya lalu menggeser posisi nya agar dua pria besar dibelakangnya bisa melihat layar monitor didepannya.


" Victor Valdes 35 tahun chief security Skyloft company....Hhmmm rupanya pria itu masih juga mengincarnya " Gumam Andre.


" Skyloft company bukannya milik tuan Bikram? " Tanya Joe memastikan.


" Ya " Jawab Andre singkat.


" Apa hubungannya dengan tuan Aiden? Bukannya mereka akan mengadakan kerjasama kerja dengan kita?"


" Bukan dengan Aiden Joe, tapi dengan Rin " Philip menepuk pundak pria berkacamata itu.


" Nona Rin? Pengawal pribadi baru tuan Aiden?" Tanya Joe lagi.


" Calon istri Joe, dua bulan lagi mereka akan menikah " Kekeh Philip.


Joe memejamkan matanya sejenak mencoba untuk mencerna perkataan pria tinggi besar dihadapannya ini, apa Philip sedang bercanda pikirnya.


" Fokus Joe " Titah Andre.


" Okey....Okey...Lalu apa yang akan kita lakukan dengan pria itu?" Tanya Joe sambil melihat keluar jendela kaca dimana pria tadi masih tergantung didalam sana.


" Tahan dia untuk sementara waktu, kita akan menemui mereka besok untuk penandatanganan kontrak kerja " Jawab Andre, pria dingin itu lalu meninggalkan Joe disana diikuti oleh Philip.


" Apa yang akan kamu lakukan besok Dre?"


" Aku akan memikirkannya, sementara itu temani Joe disini dan korek informasi dari pria itu " Ujarnya.


Philip pun kembali ke ruangan tadi dimana Joe masih asik dengan layar monitor nya.


" Buka pintunya Joe..." Pinta Philip seraya menyingsingkan lengan bajunya.

__ADS_1


Keesokan harinya.


Aiden mengerejapkan matanya mencoba untuk membuka lebar-lebar kelopak matanya itu, kepalanya sedikit pusing pagi ini akibat mabuk tadi malam.


" Crap! " Keluh Aiden sambil mencoba untuk bangkit dari tidurnya.


" What da..." Seketika dirinya terhenyak saat menyadari bahwa tubuhnya sudah dalam keadaan polos dan hanya ditutupi oleh selimut.


" Riiiiinnnnn!!!!" Pekik Aiden. Pria itu langsung panik ketika melihat gambar pada put1ng sebelah kanannya.


Setengah berlari Rin menghampiri Aiden dengan tubuh yang masih penuh dengan busa sabun.


" What??? Kenapa harus berteriak seperti itu Aiden?"


" Apa ini??" Tanya Aiden sambil menunjuk gambar tersebut dengan jari tangannya.


" Owh...aku menggambarnya semalam " Ucap gadis itu datar sambil memutar kembali tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi.


Rin menggambar bentuk bibir di areola sebelah kanan Aiden, dengan tinta berwarna merah! Aiden mengejar gadis itu masuk kedalam kamar mandi nya.


" Hei! Ini permanen atau bukan Rin!" Teriaknya.


Pagi itu Aiden berangkat kerja masih dalam keadaan kesal karena gambar bibir yang Rin buat di areola nya ternyata baru hilang setelah satu minggu, andaikan Rin mengukir nama dirinya di areola nya itu mungkin Aiden akan dengan senang hati menjadikannya sebagai tato sungguhan.


" Apa kamu mendapatkan sesuatu dari pria itu Andre?" Tanya Aiden, pria itupun menjatuhkan dirinya diatas kursi kebesarannya.


" Sudah tuan " Andre menyodorkan notepad miliknya kehadapan Aiden, seketika tersungging sebuah senyuman tipis dari bibir pria tampan itu.


" Sepertinya dia masih menyimpan dendam itu kepadamu Rin " Kekeh Aiden.


" Dia telah membunuh Ramses terlebih dulu sebelum akhirnya aku membunuhnya tuan " Ucap Rin setelah dia menatap layar notepad yang disodorkan oleh Aiden.


Dulu Ramses dibunuh saat Rin dan pria itu diberikan tugas untuk menghentikan pengiriman senjata gelap yang dilakukan oleh perusahaan ilegal milik kakak dari Bikram, Vikram menembak Ramses tepat di kepalanya didepan mata Rin saat dirinya tengah mengintai mereka tak jauh dari posisi mereka berada saat itu.


Rin yang murka langsung menembaki pria itu membabi buta hingga dia tewas seketika dengan kepala pecah akibat tembakan peluru yang dilancarkan oleh Rin.


" Apa dia akan datang hari ini Andre?" Tanya Aiden kepada pria itu.


" Sepertinya dia akan sedikit terlambat tuan " Andre mengambil kembali notepad milik nya lalu mengangguk pelan.


Tentu saja mereka akan datang terlambat, bahkan sangat terlambat untuk menemui Aiden. Bagaimana tidak, Andre diam-diam melaporkan semua tindak kejahatan mereka pada agen rahasia milik negara. Tak sampai disana, pria itu pun menghubungi semua kolega bisnis Skyloft dan menyebarkan video pengakuan dari pria yang disekap nya malam tadi.

__ADS_1


Pria itu mengakui semua kejahatan yang dilakukan oleh Bikram dan kecurangan-kecurangan pria itu terhadap koleganya, hingga membuat mereka menarik kembali saham-saham milik mereka secara serentak dari Skyloft.


Tiga jam kemudian, melewati jam makan siang Bikram dan para pengawalnya baru bisa menemui Aiden di Athalah Corp.


" Maafkan atas keterlambatan saya tuan Aiden " Ucap Bikram seraya menjabat tangan Aiden.


" Saya mengerti tuan Bikram " Ujar Aiden seraya mempersilahkan calon kolega nya itu untuk menduduki kursi yang telah dipersiapkan untuk nya.


" Untuk kontrak kerja sama kita tuan Aiden..." Bikram terlihat menghela nafas panjang.


" Untuk kontak kerjasama kita tuan Bikram, mohon maaf dengan sangat berat hati saya terpaksa tidak bisa melanjutkannya " Potong Aiden.


" Apa? Ini tidak bisa terjadi tuan Aiden, kita sudah sepakat akan menandatangani kontrak itu hari ini!" Bikram berdiri dari kursinya, pria itu bahkan telah berani menggebrak meja dihadapannya. Dan hal ini tidak bisa didiamkan begitu saja oleh Andre, pria dingin itu menghampiri Bikram dan meminta nya untuk duduk kembali.


" Jaga sikap anda tuan Bikram " Ujarnya, lalu menatap tajam kearah para pengawal nya.


" Sebaiknya anda melihat ini, seseorang telah mengirimkan nya kepada kami " Ucap Aiden tenang seraya mempertontonkan video pengakuan pria tadi malam melalui pantulan layar besar diruangan itu.


" Ini....Darimana anda mendapatkan rekaman video ini tuan Aiden?!"


Cekrak!


Cekrak!


Para pengawal Bikram mengokang senjata-senjata mereka dan mengarahkan nya kepada Aiden dan Andre, tetapi sayangnya anggota The Black Team yang menyamar sebagai para petugas keamanan gedung memasuki ruangan itu sambil menodongkan senjata api kearah mereka.


" Sebaiknya anda mengurungkan niat anda tuan, anda kalah jumlah " Kekeh Aiden.


" Tangkap mereka!" Titah Andre


Secepat kilat mereka pun menahan Bikram dan lima orang pengawal nya, memasangkan borgol ditangan mereka dan membawanya pergi dari ruangan itu.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2