
" Tuan Nic, ada tuan Harry sedang menunggu anda di ruang tunggu tamu "
" Oke Siska, terimakasih saya akan segera menemui nya "
Siska akhirnya memberi tahu Nico tentang kedatangan Harry melalui telpon, wanita ini tidak mau membuat Harry menunggu lebih lama lagi. Lebih tepatnya karena Siska tidak menyukai sikap Harry yang sok dekat dengannya.
" Hallo Harry, maaf telah menunggu lama " Nico memasuki ruangan dan mengulurkan tangannya.
" Santai saja Nic " Harry menyambut uluran tangan Nico, lalu mereka bersama-sama duduk di sofa dalam ruangan itu.
" Aku hanya ingin mengabarkan bahwa Gerry sedang sakit saat ini " Harry menghela nafasnya.
" Aku butuh bantuan mu untuk memberitahu Lewis tentang hal ini " Lanjutnya.
Meski Nico tidak pernah menyukai Gerry, tetapi pria besar itu sudah memaafkan laki-laki itu atas perbuatannya dulu kepada keluarganya terutama kepada Shakira adik satu-satunya.
" Kenapa dia Har?"
" Sejak Henrieta masuk penjara, dia seperti kehilangan harapan hidupnya Nic "
" Bahkan sudah dua kali dalam setahun ini dia mencoba untuk mengakhiri hidupnya " Lanjutnya.
" Entahlah Har, apa Lewis bisa menerima kenyataan ini nantinya tapi aku akan coba untuk membicarakan hal ini kepadanya "
Harry menyudahi pertemuan nya dengan Nico, dia tidak ingin berlama-lama berada didalam gedung itu. Menurutnya gedung dengan fasilitas paling canggih itu membuatnya sedikit tidak nyaman, dia selalu merasa diawasi apabila sedang berada disana.
" Lew...Kita masih punya waktu beberapa jam untuk menemui klien kita " Nico menghampiri Lewis yang tengah serius menatap layar laptopnya.
" Terus?" Tanyanya tanpa melihat kearah Nico
" Gue punya kabar buruk buat Lo "
Mendengar hal itu Lewis membuang pandangannya kearah pria besar yang sekarang ini sedang berdiri dihadapannya.
" Maksud Lo? Jangan bercanda lagi Nic...Gue lagi gak mau diajak bercanda"
" Kali ini gue serius Lew, ini tentang Gerry "
" Bikin ulah apalagi dia sekarang?" Tanya nya tak acuk
" Lew...Dia lagi sakit sekarang, barusan Harry kesini ngasih tau "
" So? Apa urusannya sama gue? Gue gak mau ketemu sama dia "
" Lew...Meski dia itu jahat, tapi dia sodara Lo dan gue yakin dia nyesel sekarang "
" Ya terus gue mesti gimana Nic? Gue udah gak mau ada urusan sama dia " Lewis mulai merasa jengah. Mendengar nama Gerry saja ingatannya selalu kembali ke masa dimana dia dan ibunya merusak kebahagiaan keluarganya.
" Apalagi setelah gue tau dia yang membunuh keluarga Lo, nyakitin adek Lo...gue beneran gak mau lagi ketemu sama dia Nic " Lanjutnya.
" Gue sama Shakira udah maafin Gerry Lew, itu yang bikin hidup kita menjadi tenang selama ini "
__ADS_1
" Emang Lo gak mau maafin dia? "
" Entahlah Nic, terlalu menyakitkan buat gue "
" Oke, gue ngerti...Tapi kalo Lo ada waktu, sebaiknya Lo jengukin dia Lew "
.
.
.
" Ayah..."
Selesai menemui kliennya bersama dengan Nico Lewis tidak langsung pulang ke mansion nya, dia memiliki untuk menemui ayahnya.
" Apa kau sudah mendengar kabar terakhir tentang Gerry ?"
" Iya Lew, ayah sudah tahu " Sean menghela nafasnya sejenak.
" Terakhir kali ayah menemuinya sebelum pesta pernikahan mu "
" Apa ayah memberitahu tentang pernikahan ku kepada Gerry?"
Sean mengangguk pelan, dia sebenarnya akan merahasiakan tentang hal ini dari Lewis. Dia tahu Lewis masih belum bisa memaafkan adik tirinya itu.
" Bagaimana kondisi nya saat itu ayah ?"
Sean lalu menceritakan tentang kunjungan dirinya selama ini untuk menemui anak laki-laki nya dari Henrieta, bagaimana Gerry dia tetaplah anaknya. Ada rasa sesal didalam hati Sean selama ini, andaikan saja dia lebih memerhatikan Gerry selama ini mungkin dia tidak akan berada dibalik jeruji saat ini.
" Itu bukan salahmu ayah, dia sudah dewasa dan dia sudah bisa memilih jalan hidup nya sendiri "
Setelah lama berbincang Lewis memohon pamit kepada sang ayah untuk kembali ke kediamannya, tadi saat dia akan mengunjungi Sean dia lupa untuk memberitahu Lexy terlebih dahulu.
" Sial...Kenapa gue sampe lupa ngasih tau Lexy tadi ?" Gumamnya
Beberapa kali dia mencoba menghubungi istrinya itu tetapi tidak juga mendapatkan respon, Lewis cukup kaget melihat berapa kali sang istri mencoba untuk menghubungi nya.
Sesampainya dihalaman rumah dia memarkirkan mobilnya sembarangan dan meminta kepada pelayan yang menyambut kedatangannya untuk memasukkan mobil nya kedalam garansi.
" Sayang ...Apa kamu sudah tidur?" Lewis memasuki kamarnya dan melihat tubuh sang istri yang sudah tertutupi selimut dan hanya menyisakan sedikit bagian kepalanya.
Lewis mendekati nya dan mengecup kening nya.
" Maafkan aku, aku lupa memberi tahu mu...Tadi aku menemui ayah " Bisiknya ditelinga Lexy.
Sadar sang istri tengah tertidur lelap, dia tidak mau mengganggu nya dan memutuskan untuk membersihkan dirinya sebelum dia bergabung bersama dengan Lexy ditempat tidur.
Pagi hari Lewis terbangun dan sudah tidak mendapatkan Lexy disampingnya, seingatnya dia tertidur sambil memeluk tubuh istrinya itu.
" Sayang....Dimana kamu ?" Lewis mencarinya ke kamar mandi tetapi sang istri tidak ada disana.
__ADS_1
" Apa diruang olahraga yah ?" Gumamnya. Lewis pun mencoba untuk mencari sang istri kesana.
Benar saja Lexy sedang melakukan aktivitas rutin paginya, dari balik kaca dia melihat sang istri yang tengah bergelut dengan peralatan olahraga didalam sana. Keringat yang membasahi seluruh tubuhnya membuat lekuk tubuh sang istri semakin terlihat jelas, sangat menggoda pikirnya.
Perlahan Lewis melangkahkan kakinya dan saat Lexy meletakkan kembali alat beratnya dia memeluk tubuh seksi istri nya dari arah belakangnya.
" Aku masih berkeringat sayang " Lexy mencoba untuk meraih handuk kecil yang dia letakkan tak jauh sana.
Lew mengambil kan handuk kecil itu, tetapi dia tidak memberikannya kepada sang istri. Dia mengusap seluruh keringat yang membasahi wajah dan leher Lexy perlahan menggunakan handuk yang ada ditangannya.
" Aku mencari mu tadi " Bisiknya ditelinga Lexy lalu menggigit nya pelan.
Perlahan Lewis menanggalkan seluruh pakaian yang melekat ditubuh istrinya itu dan memulai olahraga pagi versi dirinya.
" Dari mana semalam ?" Saat ini mereka sedang menikmati sarapan pagi bersama
" Aku menemui ayah, maafkan aku sayang aku lupa memberi tahu mu "
" Kau tahu kan apa akibatnya kalo kamu bikin aku nunggu sayang ?"
Entah kenapa pertanyaan Lexy ini membuat bulu kuduk Lewis berdiri.
" Maafkan aku sayang, aku janji gak akan bikin kamu nunggu lagi "
" Hhmmm...Itu bagus " Lexy memasukkan potongan buah kedalam mulutnya.
Gerakan memasukan potongan buah itu membuat Lewis bergidik ngeri, dia tidak bisa membayangkan jika Phoenix miliknya berakhir didalam gigitan sang istri.
" Sayang..." Bisik Lexy ditelinga Lewis
Prang!!
Lamunan Lewis buyar, seketika dia menjatuhkan pisau dan garpu makan yang dia pegang.
" Ma...Maafkan aku sayang aku...."
" Apa yang sedang kamu pikirkan hhmmm??" Bisik Lexy.
" Phoenix! Eh..."
.
.
.
To be continued 😉
Makasih kakak-kakak semua 😘🤗😉
See you all again tomorrow 🤗🤗🤗
__ADS_1