
Sesuai dengan perintah Javier, hari ini Lexy akan mulai bekerja sebagai pengawal pribadi dari Lewis.
Wanita itu sempat menolaknya karena dia tidak terlalu suka berada didekat banyak orang, tidak suka dengan aturan baku, tidak suka berpakaian feminim dan yang pasti tidak suka dengan laki-laki berpakaian rapi.
" Ayolah Lex, Lo bisa nyuci mata tiap hari lihat bocah cantik itu " Tig menggoda nya.
Dimata Tiger, Lewis adalah laki-laki cantik karena selalu berpakaian rapi, dengan potongan rambut klimis dan berwajah mulus serta bersepatu pantofel mengkilat.
" Shut your fuc**n mouth Tig!" Lexy bersungut-sungut. Tiger tergelak, dia sangat suka menggoda Lexy menurut nya wanita tangguh itu terlihat lebih cantik ketika sedang marah.
" Santai nona cantik " Tig kembali tergelak
" Oke kita sudah sampai " Lanjutnya
Kedatangan mereka telah ditunggu oleh salah satu teman Tig yang menjadi koordinator pengawal di perusahaan Lewis bersama Martin, laki-laki berperawakan mirip Tiger ini adalah teman Tiger ketika mereka bekerja sebagai petugas keamanan disalah satu klub malam dikota yang lain dulu.
" Jangan macam-macam dengannya Martin, dia bisa memotong tubuh Lo dengan mudah " Ancam Tig ketika Martin mulai menilai wanita itu dari ujung kepala hingga ujung kaki nya. Sementara Lexy tak bergeming.
" Gue gak pernah raguin Lo Tig, lo gak pernah salah mamen!" Martin mengadukan tinju nya ke kepalan tangan Tiger.
" Kapan dia mulai bekerja?"
" Secepatnya Tig "
" Oke good! Pastikan dia menjadi pengawal pribadi bos Lo yang cantik itu!"
" Sialan lo Tig!" .
Sepeninggal Tiger, Martin langsung memberikan arahan kepada Lexy lalu membawa Lexy ke pos nya yakni di kantor Lewis.
" Ingat kata-kata ku, dia tidak suka orang yang bertingkah, berisik, ceroboh, tidak rapi dan sok tau apalagi lambat " Ujar Martin merangkum sendiri arahannya. Lexy hanya menjawab perkataan Martin dengan anggukan kepala.
Bersamaan dengan selesainya Martin memberikan arahan, Lewis keluar dari ruangan nya menuju ruang rapat ditemani oleh sekertaris barunya Michelle.
Melihat Martin sedang memberikan arahan kepada anggota barunya Lewis menghampiri mereka.
" Orang baru lagi Martin?" Pria cantik itu hanya melihat Lexy dengan ujung matanya.
" Iya tuan, Lexy akan menggantikan Adam untuk mengawal anda kedepannya " Martin membungkukkan badannya.
" Apa kau yakin Martin?" Lewis terlihat mengerutkan keningnya, dia merasa dirinya seperti Sultan saingan beratnya yang didampingi oleh pengawal wanita.
" Sangat yakin tuan, reputasi nona Lexy sudah tidak bisa diragukan lagi "
__ADS_1
" Baiklah jika menurut mu begitu " Lewis berlalu dari hadapan mereka dengan Michelle tetap mengekor dibelakang nya.
" Ikuti dia dan pastikan keamanannya "
" Baik tuan " Tanpa basa basi Lexy langsung mengejar lelaki cantik dan sekertaris genitnya itu menuju ruang rapat.
Whooooaaa....gue pikir gadis ini gak bisa ngomong - Martin
Diruang rapat Lexy berdiri tak jauh dari tuan muda nya, dengan cermat dia membaca situasi, mengingat siapa saja yang berada disana dan apa saja inti dari yang mereka bicarakan.
Yang membuat nya jengah adalah tingkah sekertaris genit itu, tak hentinya dia mencoba untuk merayu Lewis dengan bahasa tubuhnya meski laki-laki dingin itu tidak menggubris nya sama sekali.
Ya ampun, lama-lama gue jambak juga dah rambut tante genit itu....Risih gue!
Di gedung Athalah Corp
Seperti biasa Shakira mengatur semua jadwal kerja suaminya, dengan siapa saja pria itu akan bertemu, klien-klien penting mana saja yang harus di dahulu kan dan lain sebagainya.
Jika dulu Shakira akan memanggilnya dengan sebutan tuan dimana pun mereka berada, sekarang ini wanita itu hanya memanggil nya tuan ketika sedang berada diantara kolega-koleganya.
" Apa kau tidak lelah sayang?" Sultan setiap hari melihat aktivitas sang istri yang mondar-mandir, mengatur jadwal, menerima panggilan telepon dan masih banyak lagi.
" No bebe, aku menikmati pekerjaan ku " Jawabnya sambil tetap menatap layar tab nya dipangkuan Sultan. Hobi barunya tetap tidak hilang sesibuk apapun dia, menciumi wangi tubuh suaminya.
Dan sepuluh menit kemudian mereka sudah berada di ruang rapat dengan klien baru nya Vincentius Lapa dari Lapa company, perusahaan pembuat adonan beton.
Selama perbincangan terjadi sesekali Vincent terlihat mencuri pandang kearah Shakira yang setia duduk disamping tuan muda alias suaminya.
Perasaan pernah lihat wanita ini, tapi dimana yah...
Hei Vincent, apa kamu gak punya sosmed??? coba klik hastag istriku, pasti muncul banyak video aplodan tangan-tangan kreatif netijen.
" Baik tuan Vincent, jika memang sudah setuju silahkan ditandatangani " Shakira menyodorkan berkas-berkas yang harus ditandatangani oleh ke-dua nya.
Bodoh nya pria itu, dengan sengaja dia berpura-pura menyentuh tangan Shakira saat wanita itu menunjukkan dimana dia harus membubuhkan tandatangan. Sementara Shakira langsung menarik tangan nya.
" Maaf nona " Vincent mengedipkan salah satu matanya. Shakira langsung menatapnya tajam,ingin rasanya dia menghajar laki-laki ini hingga babak belur!
Srak...srak..!
Sultan langsung merobek-robek semua kertas yang hampir saja dia tandatangani sambil menatap muak kearah pria genit itu, seketika bola mata Vincent membulat karena yang terlihat oleh matanya adalah uang-uang pergi berterbangan dari hadapannya.
" Lain kali jaga pandangan mu itu tuan Vincent, atau kau akan kehilangan penglihatan mu " Ancam Sultan. Dia langsung menarik Shakira dan meninggalkan laki-laki kurang ajar itu sendiri disana.
__ADS_1
Vincent tak bisa berkata-kata, mulut nya seakan terkunci. Saat ini dia antara bingung dan menyesal atas kecerobohan yang baru saja dia lakukan.
" Siska, urus sampah yang ada diruang meeting dan pastikan dia mengetahui aturan penting di perusahaan ini! " Pesan penting dari Sultan kepada sang sekertaris ketika dia melewati meja kerja Siska.
Huh... Pria-pria bodoh! Merugikan diri sendiri itu namanya...
Siska mengerti apa yang dikatakan oleh bos nya itu, pasti Vincent sudah bikin ulah pikirnya.
" Mulai sekarang kamu tidak usah menemaniku menemui klien-klien pria! Aku gak mau pria manapun memandangi mu apalagi menyentuh mu! "
" Maaf sayang, aku tidak bisa memenuhi permintaan mu " Shakira mendekati Sultan, dia menyentuh wajah suaminya itu.
" Tapi satu hal yang akan aku lakukan jika hal seperti tadi terulang kembali, aku akan langsung menghajar mereka dihadapan mu..." Lanjutnya.
Shakira lalu menciumi leher suaminya, wangi tubuh laki-laki ini bagaikan candu baginya. Entah mengapa tiba-tiba saja dia menyukai aktivitas barunya ini, sekali saja dia melewatkan kesempatan untuk itu rasanya dia akan sangat menyesal.
" Aku masih marah sayang..." Sultan memejamkan matanya, rasanya merinding jika sang istri tengah melakukan hal itu ditubuhnya.
" Hhemmmm... Marahlah, aku hanya ingin mencium aroma tubuh mu " Bisik Shakira.
" Sepertinya kita harus menemui Dokter Spencer untuk menanyakan hal inihhhh...."
" Hhmmm...Iya sayang, tanyakan saja " Shakira mulai melepaskan kancing kemeja Sultan satu persatu.
Wangi.... Disebelah sini wanginya lebih khas...Aku suka...-Ketek
" Shakiraa...!!! Apa yang kamu lakukan disana??!"
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Aku gak boongkan???
Gak boongkan???
Gak boongkan???
__ADS_1
Ya engga lah...Demi penggemar Shakira dan Sultan daku menepati janjiku 😘🤗😘🤗
Happy reading 🤗