Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Kejutan Berujung....


__ADS_3

" Tidak....Tidak...Tidak...Ini tidak mungkin!" Lucinda menatap dirinya di cermin.


Berita terkait kasus kematian Lily yang akan dibuka kembali oleh Lewis, dan kedatangan Maharani malam itu membuat dirinya merasa terancam.


Wanita ini sangat yakin jika kedatangan Maharani ke negara ini berkaitan erat dengan peristiwa kematian Lily malam itu.


" Dia tidak mungkin mengetahui kebenaran nya, mungkin dia hanya akan menjadi saksi atas peristiwa antara aku dan Sean juga dirinya sebelum kehadiran wanita sialan itu!" Lucinda berusaha untuk meyakinkan diri nya.


" Aku harus segera menemukan Sarah, anak sialan itu tidak boleh mengatakan apapun!"


" Tapi dimana dia sekarang ini?"


" Siapa yang telah menculiknya dari fasilitas itu?"


" Bocah sialan itu tak mungkin mengetahui keberadaan Sarah, dia bahkan tidak perduli dengan gadis itu selama ini "


Lucinda meraih handphone nya lalu menghubungi Murdock, dia harus menyelesaikan masalah ini secepatnya! Dan seperti yang sudah dia duga, pria itu mengatakan bahwa dia belum menemukan keberadaan Sarah.


Dia juga menghubungi satu orang lagi, orang yang dia sewa setelah dia menyadari perubahan sikap pada diri detektif swasta yang selama ini telah bekerja untuknya.


" Bagus! Tunggu aku..." Lucinda mengakhiri sambungan telponnya. Dia lalu melihat dirinya melalui pantulan cermin.


" Ini harus berakhir malam ini juga "


.


.


" Untuk permintaan maaf ku Lex..."


Perlahan Lewis membuka kain penutup mata yang dia pakaikan dengan susah payah kepada gadis itu setelah usahanya untuk meyakinkan Lexy bahwa dia tidak akan mencari kesempatan untuk menciumnya lagi berhasil.


Lexy mengedipkan kedua matanya agar matanya itu terbiasa dengan cahaya yang mengitari nya.


" Ini ..." Pekiknya pelan


Lewis membawanya ke pinggir pantai tempat dulu mereka berkenalan kembali setelah gadis itu melayangkan sebuah pukulan diwajah laki-laki itu karena dia telah berani mengambil kesempatan untuk menciumnya.


Bedanya sekarang adalah tempat itu dipenuhi dengan ratusan lampion yang berterbangan dan lilin - lilin kecil yang menyala membentuk sebuah lambang cinta dengan mereka ada ditengah nya.


" Alexey Romanov...Sejak pertama kali mata ini melihat kehadiran mu, sejak saat itu pula aku meyakinkan diriku bahwa kamu adalah milikku "


" Bahkan setiap pukulan yang mendarat di tubuh ini, aku semakin yakin bahwa kau benar-benar akan menjadi milikku "


Lewis menatap erat kedua netra wanita yang sedang ada dalam pelukannya saat ini, dia yakin Lexy tidak akan bisa lagi mengelak dengan pernyataan cintanya dan dia juga yakin saat ini pun wanita ini tidak akan pernah bisa lagi membohongi perasaannya sendiri.


Meski kisah perjalanan cinta mereka terbilang unik, tapi entah kenapa laki-laki ini malah semakin penasaran untuk mendapatkan cinta dari wanita yang bahkan cukup sulit untuk didekati oleh pria maupun.


" Apa aku harus memukul wajahmu lagi agar kamu lebih yakin?"


" Hemmmhh..." Lewis menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


" Tapi dengan ini..." Pria itu sudah tidak takut lagi untuk mendaratkan ciuman nya dibibir wanitanya ini.


Dan untuk pertama kalinya dia mendapat balasan dari aksi yang dilakukan nya. Lewis melepaskan yg tautan bibirnya dan mengembangkan senyumannya.


" Terimakasih cintaku " Lalu menautkan kembali bibirnya.


Tetapi tiba-tiba Lewis menarik nafasnya kasar dan melepaskan tautan bibirnya.


" Aaakhh " Lewis mengerang.


Pria itu lepaskan tautan bibirnya saat dia merasakan sebuah beda dingin menusuk tubuhnya dari arah belakangnya, dia berusaha untuk menahan rasa sakit yang semakin menjadi.


" Lew...!" Lexy membulatkan matanya.


" Lex..." Darah segar mengalir dari bibir nya


Menyadari bahwa ada benda yang tembus menusuk tubuh nya dari tubuh pria yang tengah memeluknya ini, secepat kilat Lexy meraih pistol yang dia sematkan di belakang celananya lalu dengan tetap memeluk Lewis dengan satu tangan nya dia memutar tubuh mereka dan melayangkan sebuah tembakan kearah orang yang berdiri di belakang Lewis.


DOR! DOR!


" Sialan! Kita kecolongan!" Pekik Nico.


Secepat kilat ketiga pria itu berlari mendekati dua orang yang hampir roboh jika saja mereka datang lebih lambat.


" Lex! Lew! "


" Jangan tarik dia Nic! " Pekik Tiger


" Gak ada waktu buat manggil bantuan, kita bawa mereka!" Lucas bergegas membantu rekan-rekan nya untuk membawa keduanya masuk kedalam mobil mereka.


Flashback on.


" Ayolah Lex, apa Lo gak nyadar juga kalo pria cantik itu benar-benar cinta sama Lo? " Tiger kali ini berkata serius kepada sahabat wanitanya ini.


" Lo juga kan sebenarnya?" Lanjutnya


Tiger merasa prihatin juga melihat perjuangan Lewis yang terus saja meminta maaf kepada sahabatnya itu, tetapi tidak juga mendapatkan respon yang baik darinya.


Pria besar itu juga tahu jika sebenarnya mereka sama-sama saling menyukai hanya saja ketakutan Lexy yang lebih besar yang selalu dia sembunyikan dibalik perangai dinginnya itu yang selalu saja menghalangi nya untuk mengakui perasaannya sendiri pada Lewis.


Tig memutuskan untuk membantu Lewis untuk memberikan kejutan kepada Lexy, pria itu ingin mengutarakan maksud hatinya dengan cara yang romantis tapi lucu menurut dia dan kawanan beruang Grizzly nya.


Mereka memerintahkan anak buahnya untuk mengatur semua yang telah diberitahukan oleh Lewis dan memastikan sebelum mereka sampai ditujuan, tempat itu sudah harus beres.


.


.


" Please Lex...Untuk kali ini percaya sama aku " Lewis mengikuti langkah gadis itu sambil memegang seutas kain di salah satu tangannya.


" Pake ini..." Lanjutnya

__ADS_1


" Gak mau! "Tolaknya


" Lo pasti mau nyari kesempatan lagi kan?" Lanjutnya sinis


" Engga Lex! Beneran...!"


" Kamu boleh menghajar aku habis-habisan nanti kalo aku boong "


" Please Lex ..." Ujarnya memelas


Entah karena lelah dengan rengekan pria dihadapannya ini atau karena merasa kasian atau juga karena penasaran dengan apa yang dimaksudkan oleh Lewis kepadanya, akhirnya Lexy mengalah dan mau dipasangi kain penutup mata yang ada ditangan Lewis.


Flashback off


" Bawa pria ini ke ruangan operasi nomor 3!" Pekik salah satu dokter yang menyambut kedatangan mereka.


" Bawa mereka bersamaku " Dokter Spencer segera memerintahkan tim medisnya untuk segera menemui nya di ruang operasi.


Dokter Spencer sekarang menjabat sebagai kepala rumah sakit disebuah rumah sakit baru dikota itu.


" Brengsek! Kenapa wanita itu sampai tahu keberadaan mereka " Nico berjalan mondar-mandir diruang tunggu operasi.


" Panggil si Murdock! Bunuh dia jika dia yang memberitahunya! " Lanjutnya


" Nic...Sabar! Kita semua emang udah lengah tadi " Lucas berusaha untuk menenangkan emosi sang sahabat yang sedang memuncak.


" Gue gak bisa ngebayangin kalo adek gue yang ada di posisi Lexy saat ini "


" Tapi gue juga gak rela kalo sesuatu yang buruk terjadi sama dia Luc " Lanjutnya.


Tak lama berselang beberapa anak buah membawa paksa Murdock kehadapan mereka, pria itu terlihat sudah mendapatkan beberapa pukulan diwajahnya.


" Bukan saya pelakunya! Saya sudah memberitahu anak buah kalian..!"


" Apa kau tahu siapa orang ini?" Tiger memperlihatkan layar handphone nya kepada pria bulat itu.


" Itu...Salah satu pengawal yang pernah dibawa Lucinda ketika dia menemui ku "


" Hubungi wanita itu dan beritahu dia jika kau sudah menemukan anaknya!" Nico melepaskan tangan nya dari kerah bajunya.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Beberapa episode lagi cerita ini akan berakhir, so othor akan berusaha untuk memberikan ending yang terbaik untuk mereka.

__ADS_1


Happy reading 🤗


__ADS_2