Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Tentang Sean Damian


__ADS_3

Dulu selain Athalah Corp ada satu perusahaan yang sama besarnya dengan perusahaan itu. Jika waktu itu Bratayuda mewariskan sebagian besar harta benda dan bisnisnya kepada anak terbesar nya Bima Athalah, maka Damian Corp mewariskan harta dan usahanya kepada anak satu-satunya Sean Paul Damian.


Berbeda dari Bima yang mewarisi sifat baik sang ayah, maka Sean lebih banyak mewarisi sifat sang ibu yang gemar menghamburkan uangnya. Persaingan terjadi sejak mereka beranjak remaja, dari mulai bersaing untuk mendapatkan cinta Kinanti yang akhirnya dimenangkan oleh Bima hingga persaingan prestasi akademik yang tetap dimenangkan oleh Bima.


Berbagai kecurangan-kecurangan telah dilakukan oleh Sean demi ambisi nya untuk dapat menyaingi dan mengalahkan Bima, tapi keberuntungan jarang sekali berpihak kepadanya hingga suatu hari Sean mendapatkan pelajaran berharga dari kelakuan buruknya itu.


Bima mempunyai seorang adik perempuan cantik dan anggun juga pintar tetapi polos bernama Maharani yang begitu dia sayangi dan lindungi bahkan melebihi Kinanti. Sean pernah mendekati Rani hingga adik dari Bima itu jatuh cinta kepadanya, tetapi Sean hanya berpura-pura untuk mencintainya karena tujuan awalnya hanya untuk menghancurkan Bima.


" Kak...Tolong ijinkan aku untuk menerima cintanya, dia begitu tulus kepadaku kak..." Pinta Rani dengan penuh harap.


" Tidak Ran...Dia itu hanya akan menyakiti mu, dia adalah pria yang tidak akan pernah bisa tulus dalam melakukan hal apapun Ran..." Bima memohon pengertian dari sang adik yang sedang dibutakan oleh cinta palsu seorang Sean Paul Damian.


" Tapi kak, bukankah kakak yang sering bilang cinta itu dapat mengubah tabiat seseorang? Bukankah sekarang ini saatnya kakak memberikan kesempatan itu kepada kami ka?" Perkataan Rani memang ada benarnya, tetapi apakah hal itu berlaku untuk Sean? Pria yang dia kenal dengan kecurangan-kecurangan dan kelicikan nya itu?


" Aku akan memberikan kesempatan kepada kamu untuk membuktikan hal itu, tapi dengan syarat...Jav harus bersamamu dan menemanimu kemanapun kamu pergi " Bima menghela nafasnya


" Turuti apa yang dikatakan oleh Javier tanpa berpikir sedikit pun " Bima menatap wajah cantik sang adik, dia ingin tahu apakah gadis itu akan menyela perkataan nya...


" Apa yang akan terjadi dalam waktu satu bulan itu kak?" Rani heran dengan persyaratan yang diajukan oleh kakak terhormat nya.


" Kau akan lihat nanti Ran...Makanya turuti semua perkataan Javier " Bima mengurai senyuman nya. Dia dan Jav telah mengantisipasi hal-hal seperti ini semenjak Sean memperlihatkan gelagatnya ketika dia mendekati Maharani.


Rani benar-benar menuruti apa yang diminta oleh sang kakak, dia akan melaporkan semua kegiatannya kepada Jav dan selalu meminta pendapat dan ijinnya kepada asisten pribadi kakaknya itu yang membuat Sean semakin lama semakin geram.


Sean merasa dirinya tidak dihargai sama sekali! Hingga satu saat dia benar-benar dibutakan oleh emosi nya.


" Sayang...Aku ingin mengajakmu untuk pergi ke suatu tempat, disana sangat indah... Aku yakin kamu akan suka..." Sean berusaha merayu sang kekasih


" Hhmmmm....Kemana sayang?" Tanya Rani dengan mesranya


" Kejutan dong...kalau aku kasih tau sekarang gak bakalan seru ahh..." Sean terus menggoda nya, dia menyentil hidung mancung Maharani.


" Sepertinya aku harus memaksa Jav untuk mengijinkan ku kali ini " Rani mengeluarkan telpon genggam nya dan menghubungi sang asisten yang sebenarnya berada tak jauh dari mereka berada.


" Hufftthhh...Enak sekali yah jadi Javier " Sean mulai merajuk

__ADS_1


" Kenapa sayang...?"


" Ahh ...tidak " Sean menyembunyikan amarahnya, dia membuang pandangannya ke arah lain.


" Sayang maaf, aku harus pulang...Jav menunggu ku diluar...Kak Bima sedang menunggu ku dirumah " Rani beranjak dari kursinya, dia bermaksud untuk merapikan pakaiannya sebelum dia keluar dari ruangan VIP restoran mewah itu.


" Lain kali kita ke tempat yang kamu bilang tadi yah...Maaf kali ini aku tidak bisa..."


Huuppp!


Rani merasa kesadaran semakin hilang ketika seseorang membekap mulutnya dari belakang tubuhnya dengan selembar kain, Sean memerintahkan anak buahnya untuk membawa Rani lewat pintu belakang.


Bukan Javier namanya jika dia tidak bisa memprediksi kejadian tersebut, bahkan sebelum Sean menyadari nya anak buah Javier sudah menunggunya di pintu belakang restoran itu.


Meski cukup kewalahan Jav dan para pengawal nya berhasil menghajar habis semua pengawal Sean yang jumlahnya dua kali lebih banyak, Sean berhasil dihajar langsung oleh Javier hingga tak sadarkan diri saat dia akan kabur membawa Rani dengan mobil sport nya.


Jav memerintahkan anak buahnya untuk membawa Sean ke sebuah apartemen ditengah kota dan menunggu kedatangan nya disana bersama dengan Bima, sementara dia membawa nona mudanya pulang untuk mendapatkan perawatan intensif dari dokter keluarga Athalah.


" Apakah adik saya baik-baik saja dok?" Tanya Bima khawatir kepada dokter Charles yang baru selesai memeriksa kondisi Rani yang masih terbaring lemah.


Sepeninggal dokter Charles.


" Kau menyekapnya ditempat biasa ?" Bima mulai memperlihatkan wajah aslinya.


" Iya tuan, mereka sedang menunggu kita disana " Jav mengikuti langkah sang majikan menuju mobil nya.


" Kecepatan tinggi Jav...Aku ingin segera menemui bajingan itu " Bima mengeratkan rahangnya


" Baik tuan "


Sesampainya di apartemen.


Dua penjaga ditempat kan di masing-masing pintu dan jendela untuk menghilangkan kemungkinan Sean akan kabur dari tempat itu, pria itu terus saja berteriak meminta untuk dibukakan pintu kepada orang yang ada disana. Wajahnya sudah tak berbentuk karena mendapatkan bogem mentah dari para pengawal disana.


" Bawa dia kemari !" Bima duduk dikursi besi yang telah mereka siapkan untuknya. Tak lama dua pengawal menyeret Sean kehadapan Bima.

__ADS_1


" Rupanya mereka tidak memberikan tempat untuk aku agar bisa menghajar mu Sean " Bima mendecih, dia menarik kerah kemeja Sean dan mendekatkan wajahnya.


" Apa kau tidak berfikir bahwa satu hari nanti kau akan punya seorang istri yang sangat kau cintai tapi dia sama sekali tidak membalas cintamu Sean?" Bima menatap wajahnya yang penuh dengan luka memar


" Apa kau tak pernah berfikir jika saat ini ibumu pun tengah mengalami hal yang sama dengan adikku Sean?? Kau sangat menghormati nya bukan?" Bima melihat air mata jatuh di kedua pipinya, dia ingin meminta maaf kepada Bima tetapi dia tidak mempunyai keberanian untuk itu.


" Dan apakah kau tau, aku bisa saja menghabisi mu sejak dulu...Tapi tak pernah sedikitpun aku ingin melakukan nya karena aku menghormati ayahku dan ayahmu Sean?? Karena mereka adalah orang-orang terhormat di mataku..." Bima menajamkan tatapan nya


" Bahkan perusahaan mu dapat aku ambil saat ini juga karena ayahmu berhutang sangat banyak kepada kami karena ayahmu selalu ingin membuat ibumu bahagia Sean... Kau pikir daripada ayahmu mendapatkan uang sebanyak itu hah??!" Bima menarik salah satu ujung bibirnya


" Dan kau...Anak tak punya akhlak! Seharusnya kau membantu ayahmu untuk membesarkan perusahaan keluarga mu dengan benar! bukannya dengan menghalalkan segala cara!! Dimana otakmu kau simpan hah??" Bima membentaknya. Sean menangis sejadi-jadinya, selama ini dia telah dibutakan oleh amarah hingga dia melupakan ayahnya. Orang yang selama ini berjuang keras demi dia dan ibunya.


" Maafkan aku Bima... Maafkan aku...."


" Aku akan memaafkan mu Sean, karena adikku bukan karena dirimu...Dan aku harap ini adalah pertemuan kita yang terakhir kalinya " Bima meninggalkan nya disana dan menyuruh dua orang pengawal untuk mengantarkan nya kerumah sakit.


" Anda terlalu berbaik hati kepada nya tuan..." Jav melajukan mobilnya kembali


" Aku tidak sama dengan dia Jav, saat ini aku hanya memikirkan nasib Rani...Dia pasti akan sangat terpukul Jav " Bima membuang nafasnya kasar, dia merasa telah gagal melindungi adik satu-satunya itu.


" Anda tak usah risau tuan, dia bukan wanita lemah...Saya akan mengirimkan nona ke negara timur, disana masih banyak keluarga tuan besar...Nona akan memimpin perusahaan disana "


" Lakukan yang terbaik Jav....Aku percaya padamu "


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak semoga cerita ini bisa menemani kakak-kakak untuk bermalam Minggu...🤗🤗🤗


Happy reading 🤗😘

__ADS_1


__ADS_2