
" Cepat masukan semuanya kedalam " Pinta Joe kepada asistennya. Pria itupun memasukan pakaian Aiden kedalam sebuah alat berbentuk kotak seperti sebuah oven kaca besar, tak berselang lama benda tersebut memunculkan reaksi seperti kilatan cahaya sebelum kepulan asap keluar dari dalam sana.
" Viper" Gumam Joe, lalu menghela nafasnya kasar.
" Siapa dia Joe?" Nico menepuk bahu pria itu pelan, itu pun sudah cukup membuat Joe meringis sambil mengusap bahunya.
" Dia musuhku sejak di SMA dulu " Joe kembali menatap layar komputernya, lalu mulai menekan tombol-tombol di keyboard dengan jemari tangannya.
Tak berselang lama muncullah sebuah foto dengan keterangan identitas lengkap disamping kiri foto tersebut.
" Hei...Itu pria yang tadi uncle Joe!" Teriak Keenan sambil menunjuk layar besar itu dengan telunjuknya.
" Selain dia menabrak mu, apalagi yang dia lakukan?" Joe mencoba untuk memastikan.
" Lebih tepatnya apa yang aku lakukan uncle, aku menepuk bahu pria itu " Jawab Aiden.
" Perlihatkan tanganmu tuan, apa kamu menyentuh sesuatu tadi dengan tanganmu ini?" Joe mulai memeriksa telapak tangan Aiden dengan alat scanner ciptaannya.
" Tidak uncle " Jawab Aiden ragu.
" Aktifkan mode screening di seluruh ruangan!" Titah joe kepada asistennya, dia tidak mau sampai kecolongan. Joe sangat hapal dengan kelihaian musuh bebuyutan nya dalam dunia hacking, apalagi dengan nanobot ciptaannya.
" Well hello..." Ucap Joe ketika alat scannernya menemukan sebuah nanobot di telapak tangan Aiden, bersamaan dengan bunyi alarm yang begitu memekakkan telinga diruangan itu.
Perlahan Joe mengambil nanobot itu dengan sebuah alat khusus lalu meletakkan nya didalam kotak kecil yang terbuat dari kaca, tak lama salah seorang asisten Joe pun membawa sebuah kotak kecil yang sama tentunya dengan beberapa buah nanobot didalamnya.
" Aku ingin tahu dimana kamu sekarang Viper " Gumam Joe, jari-jari pria itu pun kembali sibuk menekan tombol-tombol keyboard nya.
" Iissshhh...!"
" Kenapa Joe?" Nico mendekati nya.
" Dia melindungi dirinya dengan sangat baik " Jawab Joe tanpa melihat kearah Nico.
" Apa kamu perlu bantuan Joe? Kita bisa memanggil Lexy kemari "
Mendengar nama sang ibu disebut oleh Nico, Keenan memberanikan dirinya untuk bertanya.
" Maksudmu Lexy ibuku uncle Nic?" Keenan menautkan kedua alisnya.
__ADS_1
" Yeah boy, apa kamu tidak mengetahui kehebatan ibumu Keen?" Kekeh Nico, Keenan langsung menggelengkan kepalanya.
" Well, sudah waktunya kamu mengetahuinya " Lanjutnya.
Nico pun menghubungi sahabat lamanya melalui sambungan telponnya, dan anehnya pria itu hanya menyebutkan dua buah kata sebelum mematikan ponselnya.
" Code Red " Ucapnya.
Limabelas menit kemudian Keenan menyaksikan sendiri kedatangan maminya ke ruangan dimana dia dan Aiden berada saat ini, tetapi dia tidak datang sendiri. Wanita yang masih terlihat cantik diusianya yang sudah tidak muda lagi itu datang bersama dengan sang adik Jared.
" Kau rupanya disini sayang " Lexy mencium pipi Keenan lalu berjalan menghampiri meja dihadapan Joe, Jared duduk disampingnya.
Dua mahluk yang baru saja diketahui kehebatannya oleh Keenan tersebut langsung melakukan aksinya.
" Lo benar-benar gak mengetahuinya Keen?" Aiden menyenggol lengan Keenan, sahabatnya itu masih memandang wajah mami dan adiknya dengan tatapan penuh tanda tanya.
" Sumpah gue baru tau sekarang " Jawabnya tanpa melepaskan pandangannya.
" Kemana aja Lo selama ini " Kekeh Aiden
" Emang Lo tau?" Keenan balik bertanya
" Tau lah, tau banget malah "
Aiden menjawab pertanyaan Keenan dengan isyarat matanya yang melirik sekilas kearah Nico.
" Mereka pernah bertugas bersama ketika masih di marinir dulu " Ujar Aiden.
" Hah?? Mami gue marinir?" Keenan berusaha mencerna perkataan Aiden
" One of the best malah " Kekeh Aiden.
Keenan kembali menatap wajah cantik maminya. Memang selama ini dia selalu melihat maminya ini rutin melakukan olahraga, latihan beladiri bahkan sesekali naik gunung. Tetapi semua itu hanya Keenan anggap sebagai hobi dari sang mami belaka, sementara sang adik Jared kedekatannya dengan sang ibu hanya Keenan anggap sebagai sikap manja dari sang adik saja. Ternyata dibalik semua itu...
Seketika sebuah senyuman terlukis diwajah Keenan.
" Kenapa Lo senyam senyum sendiri gitu?"
" Mami gue keren kan Aiden?" Kekeh Keenan.
__ADS_1
" Mami kita memang keren Keen " Aiden langsung membayangkan Shakira mommy nya.
" Dapat! " Pekik Jared
Sontak semua mata tertuju pada mahluk paling kasat mata disana.
" What??" Tanya Jared pada semua orang yang tengah menatapnya saat ini.
" Aku memang menemukan lokasi orang itu" Jari lincah Jared mulai mengotak-atik layar besar dihadapannya.
" Menurut lokasi yang udah aku dapetin melalui sinyal yang terpancar melalui satelit, orang itu seharusnya ada disini saat ini " Jared membesarkan titik lokasi yang ada dilayar monitor dengan menarik kedua tangannya.
" Itu... Universitas dimana kami kuliah dulu, seharusnya ruangan fasilitas itu sudah tidak ada " Ujar Joe.
" Wait...Kita bisa menyerang orang itu dari sini " Lanjut Jared, lalu dia dan sang mami mulai melancarkan aksinya.
" Kau sudah menerimanya Tig? Bawa Lucas dan Philip serta Andre kesana " Titahnya.
" Sepertinya dia ingin mencuri teknologi ciptaan mu uncle Joe " Ujar Jared.
" Tapi untuk apa? Dia itu lebih hebat dari aku " Joe menggelengkan kepalanya
" Tapi kau lebih beruntung darinya uncle " Kekeh Jared.
Sementara Aiden dan Keenan hanya bisa saling berpandangan, keduanya hampir tidak memahami isi percakapan diantara kedua mahluk astral yang sedang berkomunikasi dihadapan mereka saat ini.
" Lo ngerti gak sih maksud percakapan mereka?" Tanya Keenan.
" No...Dan sebaiknya kita segera pergi dari sini Keen " Kekeh Aiden.
Mereka berdua pun memutuskan untuk menemui para Daddy di ruangannya, sepertinya berbicara dengan mereka akan jauh lebih bisa dimengerti oleh keduanya.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
happy reading 🤗