Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Kunjungan


__ADS_3

Seperti yang sudah dijanjikan oleh Martin, pria besar itu menjemput majikannya di apartemen baru miliknya. Pagi itu mereka bergegas menuju kediaman ayah Martin, pria yang dulu pernah mengabdi lama Damian Corp sebagai pengawal pribadi Sean ayah dari Lewis.


" Jadi apa yang membawamu datang kemari tuan muda ?" Arthur mempersilahkan Lewis untuk menikmati hidangan teh yang telah dibuat nya sendiri.


Arthur tinggal disebuah rumah sederhana yang asri dipinggiran kota, dia hanya tinggal sendiri sepeninggal mendiang istrinya.


" Paman Arthur, Maafkan jika pertanyaan ku akan membuat paman kembali mengingat masa lalu " Lewis menghela nafasnya


" Ini tentang kematian ibuku " Lanjutnya.


Arthur seperti paham apa yang dimaksud oleh anak muda didepannya, dia meneguk teh hangat dari cangkir yang dipegangnya lalu meletakkan nya kembali keatas meja.


" Apa yang ingin kau ketahui nak?"


" Paman...Apa hanya aku yang menemukan mayat ibuku hari itu?"


" Dan apa yang terjadi sebelum aku menemukan mayat ibuku ?" Lanjutnya.


Flashback on


Pagi itu dikediaman Sean, Henrieta kedatangan seorang tamu yang tidak disukai olehnya. Lucinda nama wanita yang hampir tiap akhir pekan berkunjung kerumahnya dengan membawa anak gadisnya Sarah dengan dalih untuk mengajak main Lewis anak dari Lily dan Sean.


Seperti biasa keributan kecil akan terjadi ketika Lucinda berusaha untuk menemui Lily tetapi selalu dilarang oleh Henrieta, tetapi hari itu Lucinda terkesan sedikit memaksa hingga pada akhirnya Hen mengijinkan dia dan anak gadisnya untuk menemui Lily dikamarnya sambil menunggu kepulangan Lewis dari sekolah nya.


" Apa kabarmu Lily ?" Lucinda melihat Lily yang duduk menatap kearah dinding dengan tatapan kosongnya. Wanita itu tidak menjawabnya.


" Sepertinya kau sangat nyaman dengan kondisi mu saat ini, sementara Sean dan anakmu harus menghadapi iblis itu setiap hari " Lucinda terdengar begitu sarkas ditelinga Lily, tetapi wanita itu lagi-lagi tidak merespon perkataan Lily.


Lily sudah sering mendengar perkataan sarkasme dari Hen, Sean apalagi dari Lucinda yang menyatakan betapa nyamannya kondisi dia saat ini, padahal yang dia rasakan adalah sakit yang teramat sangat dihati nya akibat pengkhianatan Sean.


Tanpa dia duga, Lucinda menahan kepala Lily dan berusaha untuk membuat wanita itu membuka mulutnya agar dia bisa memasukkan satu botol tablet obat tidur yang dia temukan dimeja samping ranjang kedalam mulutnya.


" Cepat masukan obat itu kedalam mulutnya !" Lucinda memelankan suaranya agar tidak terdengar oleh siapapun.


" Tapi Mama....Aku takut " Lirih Sarah


" Jangan takut anak bodoh, cepat ikuti perintahku! atau kau akan terima akibat nya!"


Dengan sangat perasaan takut yang teramat sangat akhirnya Sarah mematuhi perintah ibunya, dia tidak mau kemarahan ibunya dilampiaskan kepadanya jika dia tidak menuruti kata-kata nya.

__ADS_1


Lily berusaha untuk memberontak tetapi tenaga Lucinda lebih besar dan dia menyuruh anaknya Sarah untuk memasukkan tablet-tablet itu kedalam mulutnya hingga botol obat itu terjatuh dan membuat isinya berserakan disana.


Sayangnya telah banyak juga obat yang dipaksa masuk oleh Lucinda kedalam mulut Lily, bahkan wanita itu membuat Lily meminum air mineral agar obat-obat yang ada di kerongkongan nya lebih cepat memasuki tubuhnya.


Tak lama berselang tubuh Lily kejang dan mulut nya berbusa, melihat hal itu Sarah lari kedalam pelukan ibunya dan menangis.


" Kuatkan dirimu dan bantu aku untuk menaikkan nya ke atas kasur "


Lucinda membuat tubuh Lily seolah-olah sedang tertidur pulas, dia menyelimutinya dan menaruh botol obat kosong ditangannya. Tak lupa dia membersihkan sidik jarinya dari semua benda yang mereka sentuh, lalu keluar dari kamar itu.


Betapa terkejutnya Lucinda saat dia menemukan Arthur sedang berdiri dibalik pintu saat dia akan keluar dari kamar tersebut bersama dengan Sarah dengan satu nampan berisi makan siang untuk Lily.


" Dia sedang tertidur Arthur, sebaiknya kau bawa kembali makanan itu ke dapur " Pinta Lucinda, wanita itu masih berdiri menghalangi pintu masuk kamar.


" Baiklah nyonya, saya akan kembali lima menit lagi " Arthur menganggukkan kepalanya lalu pergi dari hadapan Lucinda.


Tak lama kemudian Lewis datang, anak itu begitu bahagia karena kedatang Sarah dirumah itu. Dia sampai melupakan keinginan nya untuk bertemu sang ibu hari itu karena Sarah mengajaknya pergi bermain.


Arthur dalam hal ini harus memastikan tuan mudanya untuk makan siang terlebih dulu sebelum dia bermain bersama Sarah dan memutuskan untuk memberikan makan siang kepada Lily setelah Lewis selesai dengan makan siangnya.


" Apakah itu untuk ibu paman Arthur?" Lewis kecil melihat satu nampan berisi makanan ditangan Arthur.


" Iya tuan muda "


" Apa kamu tidak akan bermain dengan Sarah? " Lucinda tersenyum kearah Lewis.


" Setelah aku menyuapi ibuku aunty " Jawabnya


Flashback off


" Ya Tuhan paman, kenapa aku bisa melupakan kehadiran mereka disana saat itu?" Lewis mengusap wajah nya kasar.


" Kau masih sangat muda saat itu tuan muda " Arthur menghela nafasnya.


" Dan setelah polisi menyatakan hasil penemuan nya, maka kasus itu langsung ditutup " Lanjutnya.


" Lagipula anda begitu dekat dengan nyonya Lucinda dan Sarah, saya yakin anda tidak akan mencurigai mereka kan?"


" Iya paman... Paman benar, kalaupun paman memaksakan kecurigaan paman terhadap mereka kepadaku, aku pasti akan memecat paman saat itu juga " Lewis menyenderkan tubuhnya disenderan sofa dan memijat keningnya.

__ADS_1


Sementara di markas The Black Team


" Apa kau sudah merekam nya Lex?" Nico dan kedua temannya sedang mendengarkan percakapan antara Lewis dan Arthur melalui layar komputer.


" Done Nic "


Sepertinya rencana Nico untuk menaruh alat penyadap di cincin Lewis berhasil.


Malam itu ketika mereka membobol apartemen milik Lewis sebelum mereka menculiknya, Tig telah menyuntik Lewis dengan cairan obat tidur saat pria itu tengah terlelap dan Nic melepaskan cincin yang selalu dipakainya untuk diserahkan kepada Lexy.


Lexy menaruh sebuah alat penyadap berukuran mikro didalam cincin itu dan memakaikannya kembali dijari Lewis.


Hal ini mereka lakukan karena mereka masih belum yakin 100% dengan kredibilitas yang dimiliki oleh Lewis akibat masa lalunya dengan keluarga Athalah.


" Oke, cari tahu siapa Lucinda dan anak gadisnya Sarah "


Lexy mulai menekan banyak tombol di atas keyboard nya, sejenak kemudian layar di komputer nya sudah menunjukkan foto Lucinda dan Sarah.


Satu-satunya foto yang dia temukan melalui algoritma pencarian di sosial media milik Lewis adalah foto disaat keduanya sedang menghadiri acara wisuda Lewis.


" Gampang banget nyarinya" Kekeh Tiger.


" Gampang gigi Lo...Coba Lo kerjain sendiri " Lexy menjentikkan jarinya di dahi bening milik Tiger.


" Iya ...Iya...Yang mulia master hacker terbaik seantero jagad...Maafkan hamba " Seloroh pria besar itu.


" Oke... Sekarang Lo musti sering-sering ngobrol sama Lewis " Bunyi kalimat Nico yang ini sukses membuat Lexy menelan salivanya berat.


" Lo gak lagi becanda kan Nic ?"


" Gue yakin dia bakal lebih nyaman kalo ngomong sama Lo Lex " Nico mengedipkan sebelah matanya


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2