Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Kelahiran Seorang Pewaris Tahta


__ADS_3

Lewis baru menyadari betapa beratnya tugas yang dijalankan oleh Javier selama hidupnya, dia yang baru beberapa bulan saja mengganti kan dirinya padahal hanya sekian persen nya saja dia mengerjakan tugas yang selama ini dipegang langsung oleh pria kaku itu merasa begitu tertekan.


Nico memberikan tanggung jawab atas tugas yang dijalankan oleh pria tua itu di Athalah Corp kepada Lewis, sementara dirinya lebih banyak bertugas untuk menjaga keamanan dan ketentraman keluarga dan seluruh aset kekayaan milik keluarga Athalah.


Jika dibandingkan dengan Lewis, tugas Nico lah yang paling berat.


" Gue baru tau kalo tugas Jav berat banget selama ini " Lewis menjatuhkan dirinya diatas sofa diruangan Sultan dimana ada Nico disana yang tengah memerhatikan layar laptopnya.


" Lo cuma gue kasih kerjaan Jav di kantor Lew, selebihnya gue yang kerjain "


" Lo kan punya tim Nic, bantuan Lo banyak!"


" Nah lo juga kan ngerjainnya bareng sama Salty "


" Ngomong-ngomong dimana Sultan sekarang?" Lewis menyadari ketidak hadiran Sultan disana.


" Dia masih di mansion "


" Kehamilan Shak udah sembilan bulan bulan ini " Lanjutnya.


Hamil muda aja segitu parno nya apalagi hamil tua...Gak kebayang gue -Lewis


Sementara di mansion Sultan.


Di kehamilan Shakira yang menginjak usia 9 bulan dokter Madison menyarankan Shakira untuk lebih banyak bergerak, agar proses kelahiran sang jabang bayi nanti lancar. Tetapi faktanya hal itu sangat sulit untuk dia lakukan karena ulah memusingkan sang suami yang selalu saja mengkhawatirkan dirinya secara berlebihan.


Pagi ini Shakira memutuskan untuk berjalan-jalan disekitar taman dibelakang rumahnya sambil menghirup udara segar, dia meninggalkan Sultan yang masih terlelap dalam tidurnya. Pria itu baru bisa tertular pulas saat jam menunjukkan pukul 1 dini hari karena Shakira yang sering kali buang air kecil.


" Nona, hati-hati...!" Seorang pelayan wanita menghampiri nya, wanita itu merasa ngeri melihat Shakira yang berjalan perlahan dengan kondisi perut yang sudah besar.


Dia memerintahkan para pengawal untuk tetap mengawasi nona mudanya sementara dia berlari menuju kamar utama untuk membangunkan tuan mudanya.


Berkali-kali wanita itu mengetuk pintu kamar tetapi tidak juga mendapatkan respon dari dalam sana.


" Apa tuan muda masih tidur yah?" Gumamnya.


Ragu tapi harus, dia memberanikan diri untuk memasuki kamar tuan mudanya.


" Tuan muda...."


Rosa berjalan mondar-mandir sambil meremas jari tangannya, karena tuan muda nya tak kunjung terbangun.


" Tuan muda!" Akhirnya Rosa meninggikan suaranya, berharap agar Sultan langsung terbangun. Wanita itu tidak berani menyentuh bagian tubuh manapun dari tuan mudanya.


Berasa mimpi Sultan langsung terbangun dari tidurnya.


" Rosa? Apa yang sedang kamu lakukan disini?" Sultan mengucek matanya, dia masih belum menyadari bahwa sang istri sudah tidak lagi berada disampingnya.


" Nona tuan...Nona sedang berjalan-jalan di taman.." Jawabnya sedikit panik.


" Apa??!!" Pekik Sultan.

__ADS_1


Dia mengarahkan pandangannya kesamping tubuhnya dan mendapati sang istri sudah tidak ada disana, tanpa pikir panjang pria itu langsung berlari menuju taman belakang dimana saat itu dia orang pengawal sedang benar-benar mengikuti nona mudanya dengan perasaan ngeri.


" Hati-hati nona..! "


" Aku tidak apa-apa.." Sesekali Shakira berhenti dan merasakan pinggang nya yang sedikit pegal.


" Shakira!" Pekik Sultan, pria itu berlari menghampiri nya.


" Apa yang sedang kamu lakukan?!" Lanjutnya


" Aku sedang berjalan-jalan Bebe, dokter Mady menyarankan hal ini kan?" Jawab nya sambil menahan sesuatu.


" Apa kamu sakit??Apa perutmu mulas?" Sultan mulai panik


" Kalian berdua ngapain diam saja! Telpon Nico! Suruh dia menghubungi rumah sakit !"


" Aku tidak apa-apa Bebe, hanya pegal sedikit...nanti hilang sendiri " Shakira kembali melangkahkan kakinya.


Tetapi baru saja beberapa langkah dia berjalan tiba-tiba sesuatu keluar dari bagian bawah tubuhnya.


" Owh..." Shakira melihat kebagian bawah tubuhnya.


" Apa itu??!!!"


" Kenapa keluar banyak air dari sana??!!" Pekik Sultan


" Berikan handphone mu!" Pinta Sultan kepada pengawal nya.


" Tiger! Bawa helikopter kemari! Istriku mengeluarkan air!!"


Secepat kilat pria itu berlari menuju luar gedung menuju helikopter yang terparkir disana lalu menyalakan nya dan menerbangkan pesawat tersebut menuju halaman belakang mansion.


Sultan melemparkan handphone nya ketika helikopter yang diterbangkan oleh Tiger mendarat sempurna tak jauh dari mereka berada saat itu, Tig bergegas menurun kan berangkar untuk membawa Shakira menuju rumah sakit setelah sebelumnya dia menghubungi pihak rumah sakit melalui sambungan telponnya.


" Kenapa kamu lama sekali!!" Pekik nya


Shakira semakin merasakan mulas diperutnya, dia terus mengatur nafasnya.


" Sabar sayang.... sebentar lagi kita akan segera sampai "


Tig mulai menerbangkan kembali pesawat nya.


Sampai di roof top gedung rumah sakit disana mereka telah disambut oleh tim medis yang sudah bersiap untuk membawa Shakira ke ruangan bersalin.


" Hallo nona, saya cek dulu bukaannya ya " Dokter Mady mulai memasukkan jari tangannya kebawah sana, Shakira memekik pelan menahan rasa linu yang hadir bersamaan dengan itu.


" Apa yang kau lakukan Madison!! Kau mencoba untuk membunuh nya hah!!"


Dokter Mady hanya membalasnya dengan senyuman, dia memerintahkan kepada asisten nya untuk mulai melakukan persiapan persalinan.


Para asisten yang membantu Dokter Mady semuanya wanita, Sultan tidak mengijinkan petugas medis pria membantu persalinan istri nya itu.

__ADS_1


" Hei apa yang kalian lakukan??" Pekik Sultan saat salah satu dari mereka meletakkan kedua kaki Shakira diatas sebuah alat penopang.


" Jangan lihat kesana!" Pekiknya lagi.


Shakira mulai merasakan kontraksi hebat, secepat kilat wanita itu menggenggam apapun yang dapat diraihnya.


Srekk!!


Piyama yang dikenakan Sultan robek seketika saat Shakira meraihnya.


" Aaaaaaahhh....!!!"


" Sebentar lagi nona, jangan dulu mengejan..." Pinta dokter Mady.


Shakira mengatur nafasnya kembali.


" Dokter keluarkan anak itu!! Cepat!! Istriku kesakitan!!"


Sementara diluar ruangan Nico dan Bima sedang merasakan kepanikan yang hampir sama dengan Sultan, berbeda dengan Kinanti yang terlihat lebih tenang bahkan dia tengah memanjatkan doa-doa untuk kelancaran proses kelahiran cucunya.


Kembali kedalam ruangan..


" Ayo dorong nona " Pinta dokter Mady


" Aaaaaahhhhhj!!!!" Jerit Shakira.


" Ya Tuhan dia pasti sangat kesakitan! " Air mata Sultan sudah keluar dengan derasnya.


" Cepat keluar kan anakku dokter!!!" Tangis Sultan.


Para perawat wanita disana sedang sekuat tenaga menahan tawanya melihat tingkah seorang Sultan yang mereka kenal dengan image laki-laki tangguhnya.


" Oke...Ikuti aba-aba saya nona, tarik nafas dan buang sambil mendorong kuat bayinya "


" Aaaahhhhh!!!" Jerit wanita itu, kali ini Shakira mengeluarkan segenap tenaga yang dia miliki untuk mendorong sang bayi agar dia keluar, sementara tangannya mencengkram kuat lengan Sultan.


" Ya Tuhaann...." Pekik Sultan.


Oek....Oek...!


Suara nyaring tangisan bayi laki-laki menggema di seluruh ruangan itu, sementara Sultan sudah dalam keadaan tidak berdaya ditangan para asisten dokter Mady.


Sultan pingsan tepat disaat dokter Madison menarik bayi laki-laki itu dan mengangkat tubuh mungil nya keudara.


.


.


.


To be continued 😉

__ADS_1


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗


__ADS_2