Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Pilihan


__ADS_3

“ Philip!!” Panggil Aiden dengan teriakan penuh ketika dirinya keluar dari gudang itu sambil membopong tubuh Rin. Secepat kilat pria tinggi besar itu menghidupkan kembali helikopternya, mengerti dengan situasi yang tengah terjadi.


 “ Ke rumah sakit secepatnya!” Teriak Aiden


 “ Baik tuan muda” Ucap Philip lalu menerbangkan kembali baling-baling pesawat itu.


 “ Aku tidak apa-apa Aiden, jangan panik kayak gitu “ Kekeh Rin.


 “ Apanya yang tidak baik baby? Kamu sangat tidak baik-baik..Maafkan aku karena datang terlambat!” Ujar Aiden setengah berteriak karena suara bising mesin pesawat yang mendominasi kabin kecil itu.


 Luka lebam diwajah Rin akibat hantaman bogem mentah Bikram, dan bisa Aiden pastikan bahwa sekujur tubuh gadis itupun dipenuhi dengan luka lebam, juga luka akibat timah panas yang berhasil mengenai bahu kanannya membuat hatinya teriris. Andai laki-laki j4h4nam itu masih hidup, entah apa yang akan Aiden lakukan terhadapnya. Pastinya dia akan membalasnya hingga ribuan kali lipatnya.


 Tak lama kemudian pesawat helikopter itu berhasil mendarat diatap gedung rumah sakit milik Athalah Corp, disana sudah berjejer tim medis yang sudah bersiap untuk menyambut kedatangan mereka.


 “ Aiden! “ Panggil Shakira. Wanita paruh baya yang masih terlihat kecantikannya itu berlari menghampiri Aiden, bersama dengan Sultan.


 “ Bagaimana dengan kondisi Rin?” Lanjutnya seraya memeluk anak sulungnya itu.


 “ Masih di ruang operasi mom “ Jawab Aiden khawatir.


 “ Sabar son, daddy yakin Rin akan baik-baik saja “ Ucap Sultan sambil menepuk bahu anak lelakinya itu.


 “ I sure hope so dad..”


 Tak lama kemudian dokter Spencer menghampiri mereka. Pria seusia Sultan itu membawa salinan hasil pemeriksaan terakhir Rin untuk ditunjukan kepada Sultan.


 “ Bagaimana kondisi calon menantuku Spence?” Tanya Sultan kepada dokter sekaligus sahabatnya itu.


 “ Kondisinya sudah mulai stabil tuan, pelurunya sudah berhasil kami keluarkan” Jawab sang dokter seraya menuntun Sultan dan keluarganya menuju kamar dimana Rin dirawat saat ini.


 “ Apa yang terjadi Sultan?” Tanyanya.

__ADS_1


Pasalnya Spencer cukup terkejut dengan kondisi Rin saat gadis itu memasuki ruangan operasi. Selain luka akibat tembusan timah panas, ada keretakkan di beberapa bagian tulang rusuk gadis itu. Belum lagi luka lebam diwajah dan sekujur tubuhnya yang Spencer yakini disebabkan oleh pukulan benda tumbul, gadis itu benar-benar dalam kondisi yang memprihatinkan pikirnya.


 “ Gak usah banyak tanya Spence, kau tahu kan apa akibatnya?” Ujar Sultan, melirik sekilas kearah pria yang selalu ingin tahu itu.


 “ Ya…Ya…Ya…Kalian memang selalu berhasil membuatku bungkam “ Jawabnya ambigu. Spencer tahu ancaman yang biasa dilontarkan Sultan kepadanya, yang selalu sukses membuatnya terdiam bahkan memilih untuk diam. Apalagi jika bukan ancaman pria itu yang akan mencabut ijin prakteknya, meski dirinya yakin jika Sultan tidak benar-benar akan melakukannya tetapi aura membunuh pria itu selalu sukses meyakinkan Spencer untuk diam.


 “ Hai baby….” Ucap Aiden saat pertama kali mereka memasuki ruangan dengan fasilitas nomer satu itu seraya menghampiri lalu mencium kening Rin.


 Berbeda dengan Sultan dan Shakira yang memang begitu terkejut melihat kondisi calon menantunya itu, bagaimana tidak? Belum lama ini mereka bertemu dengan gadis cantik itu, sekarang wajahnya bahkan terlihat begitu berbeda. Wajah gadis itu bengkak akibat memar yang dialaminya.


 “ Spencer! Apa kamu mulai tidak becus dengan pekerjaanmu hah?! Bagaimana mungkin wajahnya bisa terlihat seperti itu?” Ujar Sultan dengan penuh penekanan. Pria itupun menatap tajam wajah Spencer yang terlihat santai-santai saja itu.


 “ Dan kamu! Bisa-bisanya terlihat santai seperti itu! “ Sultan menarik nafasnya kasar.


 “ Jika besok dia masih seperti itu, akan aku cabut ijin praktekmu itu Spencer!” Lanjutnya, mengeluarkan jurus ancaman mautnya.


 “ Sudah bisa aku duga!”Batin Spencer


 “ Aku yakin dia sudah melakukan yang terbaik untuk calon menantu kita, iya kan Spence?” Tanya Shakira kepada Spencer yang masih ragu untuk meninggalkan ruangan itu.


 “ Iya nyonya, anda benar..” Jawabnya sambil menatap wanita itu sekilas, hanya untuk melihat gerakan kepalanya lalu pamit dengan dalih masih ada seorang pasien yang tengah menunggunya saat ini.


 Rin yang melihat kejadian itu hanya bisa memijat kepalanya yang semakin berdenyut, ini keluarga macam apa pikirnya. Well dia tidak tahu kan bagaimana Bima sang papa mertua dulu begitu posesif terhadap Shakira??


 “ Maafkan daddy ku sayang “ Bisik Aiden ditelinga Rin.


 “ Kau selalu saja membela si Spencer itu bebe, lihat dia semakin melunjak” Keluh Sultan.


 “ Aku tidak membelanya sayang, itu memang kenyataannya” Kekeh Shakira lalu mencium pipi Sultan yang mulai kendor itu.


 “ Bagaimana keadaanmu sekarang Rin?” Tanya Shakira kepada Rin.

__ADS_1


 “ Aku baik-baik saja nyo…mom” Jawabnya, hampir saja salah memanggil shakira dengan sebutan nyonya.


 “ Kau memang wanita yang sangat tangguh Rin “ Puji Shakira seraya mengelus tangan gadis itu.


 “ Just like you mommy “ Ucap Aiden seraya mencium pipi dan kening sang mommy tercinta.


 “ Jangan cium-cium mommy kamu Aiden! Dia itu milik daddy” Ucap Sultan lalu menarik Shakira menjauh dari Aiden.


 “ Sebaiknya kita pergi dari sini bebe, sebelum sakit Rin bertambah karena melihat pertikaian kalian nanti “ Ajak Shakira kepada sang suami yang sudah bersiap untuk memukul genderang perang terhadap anak sulungnya itu.


 Baru saja Shakira dan Sultan akan melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu, tiba-tiba Nico datang bersama dengan Sisca dan Jenna serta Kaylee sementara Andre dan Philip terlihat berada diluar ruangan itu.


 “ Ini tidak bisa dibiarkan Salty!” Ucap Nico saat melihat kondisi Rin, sementara Sisca mencoba untuk menenangkan beruang grizli nya itu dengan mengusap punggung sang suami menggunakan sebelah tangannya.


 “ Bikram sudah tewas ditangan Andre uncle..Tenanglah “ Ucap Aiden, mencoba untuk ikut menenangkan paman besarnya itu.


 “ Bagaimana jika yang lainnya tiba-tiba muncul boy? Apa kamu pernah memikirkan hal itu?!” Tanya Nico, yang sontak memunculkan perasaan tidak nyaman dibenak Rin dan perasaan khawatir dibenak semua orang yang ada diruangan itu apalagi Aiden.


 “ Jangan tersinggung Rin, bukan maksudku untuk membuat perasaanmu tidak nyaman hanya saja kita sudah harus membuat pilihan apakah kita yang akan menyambut kedatangan mereka atau kita yang akan memburu mereka “ Lanjut Nico yang langsung mendapatkan persetujuan dari Sultan.


 “ Gather all team member Nic! “ Titah Sultan


.


.


.


To be continue


Hai kakak-kakak terimakasih udah menjadi pembaca setia novel ini, dan terimakasih udah selalu meninggalkan jejak-jejak cantik kalian disini

__ADS_1


Happy Reading


__ADS_2