Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Flashback


__ADS_3

" Nic, gue pengen makan burger itu! " Seperti biasa jika sudah menjelang hari nya Sultan akan merengek kepada Nico untuk makan di kedai burger favoritnya.


" Nanti malam Salty, gue sama anak-anak masih banyak kerjaan " Nico menggunakan alasan itu karena memang dia dan teman-temannya sedang berbagi tugas untuk menyelidiki Steve dan temannya itu.


" Cih...sudah ku bilang beli saja kedainya! kan gue jadi gak perlu repot-repot harus datang kesana " Sultan mendecih kesal, dia melipat kedua tangannya merajuk.


" Gak bakalan mau jual orangnya! Udah nanti malam aja sekalian kita kumpul bareng disana " Nico sudah selesai menalikan tali sepatunya, dia sudah siap untuk pergi bersama teman-temannya pagi itu.


" Oke...Jam makan malam! Jangan telat!" Sultan menekankan kalimat nya, tetapi dia lah yang akan datang terlambat malam itu karena Steve dan Gerry menahannya di Levington Club.


Malam harinya.


Luc mengantarkan Sultan dan Shakira untuk memenuhi undangan Steve rekan bisnisnya, ketika mereka sampai ditempat Luc tidak meninggalkan posisinya dikursi belakang kemudi. Nico memang menugaskan dia untuk menjadi sopir pribadi sementara.


Sejak sore hari Luc merasakan perasaan aneh dibenaknya, menurut nya akan terjadi hal yang buruk malam ini dan dia sangat mempercayai intuisi nya itu. Sesampainya di lokasi Luc menghubungi Nico untuk segera datang menemuinya di Levington Club.


Sementara Luc menunggu kedatangan Nico dan teman-temannya, dia tiba-tiba kebelet ingin buang air kecil dan dengan sangat terpaksa meninggalkan mobilnya disana dengan keadaan terkunci tentunya. Saat itulah seseorang yang berpakaian serba hitam mendekati mobil secara diam-diam, dia meletakkan sesuatu dibawah body mobil itu. Sebuah benda dengan lampu merah kecil yang terus berkedip.


Tak lama kemudian Luc berpapasan dengan Shakira dan Sultan yang terburu-buru untuk pergi dari sana sekembalinya dia dari kamar kecil khusus untuk sopir yang berada di samping gedung.


" Cepat Luc...Aku sudah tidak sabar untuk menyantap burger itu, perutku sudah lapar!" Sultan mengelus perutnya. Setelah mereka memasuki mobil, sementara Shakira sedang mengajak Sultan untuk berbicara, Luc kembali menghubungi Nico bermaksud untuk memberi tahu bahwa mereka akan segera pergi dari tempat itu.


Luc merasa aneh dengan layar sistem navigasi mobilnya yang tiba-tiba eror, sambil mengemudikan mobilnya pikirannya mencoba untuk menganalisa apa yang mengakibatkan hal tersebut. Tiba-tiba dia mengingat sesuatu, secepat kilat dia mengerem mobil dan meminta Shakira dan Sultan untuk segera keluar dari dalam mobil.


" Awch! Hati-hati Luc!" Sultan berteriak karena Luc mengerem mobil tiba-tiba.


" Cepat keluar dari sini!! Cepat!! " Luc membuka pintu samping nya dan segera keluar begitu pula Sultan dan Shakira. Mereka berlari secepat mungkin kearah depan mobil, Shakira dan Luc sudah terbiasa dengan lari cepat tetapi tidak dengan Sultan. Dia berlari paling belakang sehingga membuat Luc harus menarik tubuhnya agar dia bisa menyusul nya.

__ADS_1


BUMMM..!!!!


Tubuh mereka bertiga terpental akibat ledakan mobilnya. Nico yang sudah dalam perjalanan menuju Levington Club dapat melihat api yang menyala dan kepulan asap dari jauh, perasaannya bercampur antara panik dan marah. Dia menambahkan kecepatan mobilnya, dan sesampainya disana Nico dan kedua temannya melihat mobil yang sudah hancur itu lalu mencari keberadaan ketiga nya.


Sementara dari kejauhan seseorang sedang menghubungi Javier, dia memerintahkan orang itu untuk tetap berada di posisinya dan memantaunya dari kejauhan. Dan dari lokasi yang berbeda seseorang menyunggingkan senyumannya atas keberhasilan misinya, setidaknya pria bertato aneh itu berpikir demikian.


Di kediaman Bima


" Bereskan semuanya Jav, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan untuk itu? " Bima mengetuk meja dengan jari-jari tangannya.


" Baik tuan, saya permisi " Javier menganggukkan kepalanya dan meninggalkan sang tuan besar diruang pribadi nya.


Bima sudah tak perlu lagi memberikan instruksi kepada asisten pribadi nya itu, Jav selalu tahu apa yang harus dia lakukan untuk membereskan masalah sejak dulu dan Bima selalu puas dengan hasilnya.


Jav segera menuju rumah sakit dimana tuan mudanya saat ini berada, dia juga cukup mengkhawatirkan gadis yang wajahnya mirip dengan mendiang istrinya itu.


Jav melihat keterkejutan Harry saat pria itu menyadari kehadiran nya disana, sementara Nico tidak terganggu sama sekali karena sejak tadi sudut matanya tak sengaja melihat Jav berdiri tak jauh dari sana. Jav memberikan kode kepada Nico untuk menghiraukan kedatangan nya.


Memasuki ruang rawat tuan mudanya, pria paruh baya yang masih terlihat gagah itu menghampiri Shakira yang tengah menangis disisi tempat tidur Sultan. Jav mengembangkan senyumannya mengetahui gadis itu dalam keadaan baik-baik saja.


" Dokter sudah mengijinkan mu untuk pulang nak, biar pengawal yang akan menjaga nya " Jav menghampiri nya


" Tidak Jav, biarkan aku disini menjaganya...Aku sudah lalai menjalankan tugasku " Shakira terisak. Dulu mungkin dia akan terdiam membisu dan cenderung akan marah untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya, tetapi sekarang dia sudah bisa mengekspresikan perasaan nya lewat tangisan nya.


Menangis menandakan kekuatan, bukan kelemahan. Menangis adalah salah satu cara yang dapat membantu tubuh untuk membuang energi yang tidak diperlukan, itulah kenapa setelah menangis kita langsung bisa merasakan ketenangan.


" Apa kamu sudah tenang sekarang ?" Jav mengelus rambut Shakira, gadis itu mengangguk pelan dia bahkan sudah hampir tertidur disamping ranjang tuan mudanya sambil memegang tangannya.

__ADS_1


" Aku akan meminta sopir untuk mengantarkan pakaian untukmu, kau beristirahat lah nak " Jav meninggalkan mereka disana untuk beristirahat.


Pikiran nya sudah tertuju pada rencana untuk membereskan kekacauan yang telah dibuat oleh Steve, orang yang dulu pernah menghina sang tuan muda.


Dulu Jav memberikan saran kepada Sultan untuk tidak memberi tahukan identitas aslinya kepada Steve dan anaknya, alasannya adalah agar Sultan dapat mengetahui sifat asli dari orang-orang itu. Saat itu Jav melihat Sultan yang masih labil dan sedang dimabuk cinta, bahkan anak itu sudah berani menentang papa dan mamanya untuk mendapatkan perhatian Clarisa.


Andaikan dari dulu ku habisi mereka, hari ini pasti tidak akan pernah terjadi. Tuan besar terlalu berbaik hati...


Sebelum keluar dari rumah sakit itu, Jav mendatangi kamar yang ditempati oleh Luc.


" Selamat malam tuan-tuan..." Jav menganggukkan kepalanya, dia tersenyum kepada semua orang yang hadir disana. Entah mengapa senyuman Jav ini selalu membuat Tig merinding.


" Saya atas nama keluarga Athalah ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada tuan-tuan, terutama kepada anda tuan Luc yang telah melindungi tuan muda kami " Jav menganggukkan kepalanya khusus kepada Luc yang sudah bisa duduk diatas ranjang nya.


" Saya khusus datang kemari untuk meminta bantuan kepada anda semua...." Jav lalu menceritakan bantuan apa yang dia butuhkan dari keempat orang yang ada disana.


.


.


.


To be continued 😉


Terimakasih atas jejak kalian disini, mohon maaf karena belum bisa membalas komentar satu persatu 🙏🙏🙏🙏


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2