
Pada akhirnya malam itu Shakira dan Sultan benar-benar tertidur pulas tanpa ada kegiatan apapun sebelumnya, tanpa ada ciuman mesra, pelukan hangat dan bahkan tanpa melakukan pertempuran seru.
Sultan hanya menaruh tubuh wanita itu diatas kasur, lalu meninggalkan nya untuk mandi. Dan setelah dia selesai membersihkan dirinya Sultan melihat Shakira sudah tertidur pulas maka diapun memutuskan untuk tidur disampingnya.
" Bik, apa tuan muda sudah sarapan pagi?" Nico memasuki ruang makan, diikuti oleh ketiga temannya.
" Tuan muda belum bangun tuan " Wanita itu menganggukan kepalanya pelan, lalu menyajikan sarapan pagi untuk mereka.
" Sepertinya dia kelelahan Nic " Luc memulai sarapan paginya.
" Sepertinya begitu Luc, dia gak pernah melewatkan olahraga paginya selama ini "
" Selamat pagi tuan-tuan dan nona " Javier menganggukkan kepalanya kepada Nico dan kawan-kawan nya.
" Ayo Jav...Kita sarapan bersama " Ajak Nico
Tak lama seorang pelayan wanita melayani Jav untuk bersarapan pagi bersama.
" Apa kau akan ke kantor hari ini Jav?" Nico melihat Jav sudah dalam keadaan berpakaian sangat rapi dengan balutan jas abu-abu tua dan kemeja putih serta sepatu pantofel hitam.
" Ya...Ada yang harus saya selesaikan disana " Pria itu terlihat tidak begitu menikmati sarapan pagi ini.
" Dan sepertinya tuan muda tidak akan bisa pergi ke kantor hari ini " Lanjutnya
Javier segera menyudahi acara makan pagi nya, pria itu bergegas menuju mobil yang sudah menunggu nya dihalaman rumah dan pergi menuju kantor.
" Dia itu manusia apa robot sih?" Lexy melihat punggung pria itu menghilang dari pandangannya.
Di gedung Athalah Corp.
" Nona Siska, beritahu semua klien yang akan bertemu dengan tuan muda Sultan hari ini untuk memindahkan jadwal nya ke hari Rabu " Javier tengah berada diruangan kerja Sultan, Pria itu terlihat begitu serius menatap layar laptopnya.
" Baik tuan " Siska menulis semua yang Javier perintah kan kepada nya.
" Beritahu semua manajer untuk berkumpul diruang meeting satu jam dari sekarang "
" Untuk sementara cukup nona Siska " Lanjutnya tanpa melihat wajah sang sekertaris.
" Baik tuan, saya permisi " Siska membungkukkan badannya lalu pergi dari hadapan Javier.
Jam makan siang dikediaman Sultan.
Nico dan kawan-kawan baru saja kembali dari aktivitas rahasianya di The Black Team untuk beristirahat makan siang disana, dan saat dia akan memasuki ruang makan dia mendengar ada keributan diruang tamu. Nico dan kawan-kawan memasuki rumah lewat pintu garasi dan bergegas menghampiri sumber suara.
Dia melihat seorang wanita cantik tengah berusaha untuk masuk dan meminta agar dirinya dapat menemui Sultan.
Nico meminta ketiga temannya untuk meninggalkan dia disana.
" Ada apa ini?" Nico menghampiri seorang pelayan wanita yang berdiri dihadapan wanita itu.
" Nona Thalita ingin bertemu dengan tuan muda tuan Nico " Wanita itu terlihat begitu takut, dia tidak berani menatap wajah Nico. Sebaliknya Thalita terlihat membulatkan matanya.
__ADS_1
Siapa laki-laki ini?? Sungguh menyeramkan sekali...
Lalu pelayan wanita itu menarik tangan Nico agar dia sedikit memiringkan tubuhnya dan memberanikan diri untuk berbisik di telinganya.
Nico menatap wajah pelayan itu, dan tersenyum kepada nya.
" Hei...Aku sedang bicara padamu! Panggilkan tuan muda mu, aku ingin bertemu dengan nya "
" Maaf nona, sebaiknya anda menemui tuan muda esok hari dikantornya " Nico mewakili sang pelayan untuk menjawab pertanyaan nya.
" Tidak bisa! Aku harus menemui nya sekarang juga " Thalita mengepalkan tangannya
" Well nona, jika anda ingin menemui nya sekarang itu artinya anda harus pergi ke Korea saat ini juga " Nico mengedipkan sebelah matanya kepada sang pelayan wanita yang masih berada disana.
" Korea??!"
" Iya nona, dan baru besok sore mereka akan kembali "
Tanpa permisi gadis itu meninggalkan Nico dan sang pelayan wanita dengan menghentakkan kakinya, sementara Nico bergegas menuju lantai dua untuk menemui Sultan.
" Salty...Lo udah bangun kah?" Nico mengetuk pintu kamar itu sambil menarik pegangan pintu nya.
Ceklek...
Tumben gak dikunci..
Bola matanya membulat sempurna saat dia melihat dua orang mahluk yang masih tertidur dengan lelap nya, sang pria tidur dengan posisi terlentang sementara salah satu kaki sang wanita terlihat menindih wajahnya.
" Salty....! Shakira...! " Nico mengguncangkan tubuh keduanya.
" Bangun! Udah siang ini...!"
" Nnggg...."
Hanya suara itu yang terdengar ditelinga Nico, selebihnya mereka hanya merubah posisi tidurnya lalu kembali ke alam mimpi.
Musti gue apain ini mahluk dua ..???
Nico ingat di gantungan kunci kamar nya terdapat sebuah peluit, dia lalu meraihnya dari dalam saku celananya dan menarik nafas nya dalam lalu meniupkan peluit itu sekencang-kencangnya.
PRIIIITTTTTT!!!!
Dalam sekejap keduanya terbangun.
Sultan terlihat berusaha membuka matanya sementara Shakira malah menutup kepalanya dengan bantal.
" Brengsek lo bego!!! Kaget tau!!" Pekik Sultan saat menyadari bahwa Nico telah mengejutkan nya.
" Abisnya udah siang masih molor aja! Bangun wooi!!"
" Sumpah gue masih ngantuk banget Nic..." Sultan menutup matanya kembali.
__ADS_1
" Emang Lo tau ini udah jam berapa?"
" Masih pagi kan Nic ?" Sultan sudah akan tertidur lagi.
" Ini jam satu siang bego..!" Nico menjentikkan jarinya dikening Sultan.
" What???!!!!"
.
" Hawaii??!! Untuk apa dia pergi kesana??!" Thalita melemparkan tas nya kearah sopirnya.
" Aaahhh....!!! Brengsek...!"
" Apa anda baik-baik saja nona?" Sang sopir memberanikan diri untuk bertanya
" Apa kau lihat aku sedang baik-baik saja saat ini hah?!"
" Aku membenci gadis itu! Dia selalu saja menjadi penghalang antara aku dan Sultan!"
" Ambilkan handphone ku!" Pintanya.
Dengan satu tangannya sang sopir mengambil handphone dari dalam tas yang tadi Thalita lempar ke arahnya, lalu memberikan nya kepada sang majikan.
" Hallo...Ayah, aku ingin membuat pesta ulang tahun termewah Minggu depan, dan aku ingin mengundang secara khusus untuk Sultan menghadiri pesta ulangtahun ku!"
Tanpa memperdulikan jawaban dari sang ayah, Thalita mengakhiri sambungan telponnya. Dia bertekad akan membuat Sultan berpisah dari Shakira malam itu apapun caranya.
Ambisi Thalita untuk menjadi kekasih Sultan begitu membara, dia bahkan ingin menghalalkan segala cara untuk mewujudkan keinginannya itu. Dia tidak menyadari jika perusahaan milik keluarga nya ada dibawah kendali Athalah Corp dan mereka bisa saja mengambil alih nya kapan pun mereka mau.
" Aku tidak mungkin meminta Bima untuk menjodohkan Sultan dengan Thalita, karena aku tahu Bima tak akan pernah memaksakan kehendaknya kepada anaknya itu " Abraham memijat keningnya sendiri, sementara sang sekertaris mengusap punggung pria paruh baya itu.
" Mungkin kita bisa mencari cara lain untuk menyatukan mereka sayang, maksud ku dengan sedikit membuat jebakan agar Sultan mau tidak mau menikahi anak gadismu itu " Michelle memindahkan posisi elusan tangannya dari punggung ke bahu sang bos besar dan mulai memberikan pijatan disana.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak mohon maaf semalam hanya bisa menulis satu episode saja, daku lelah 😆😆😆 setelah pulang menjemput Abah dan Ambu ditempat terapi di luar kota.
Terimakasih untuk yang terus setia menunggu dan menikmati cerita ini serta memberikan komen yang asik, lucu dan terus memberikan othor semangat untuk menulis plus ngasih like sebanyak-banyaknya 🤗😘
Love you all with all my heart seluas cakrawala
Dan buat yang maksa-maksa plus ngasih komen unik yang bikin othor garuk-garuk kepala, othor tetap kasih cinta othor sepenuh hati dan jiwa serta raga. Othor doakan hidupnya bahagia sehat sentosa sepanjang masa 🤗🤗🤗
Happy reading 🤗
__ADS_1