Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Tamu Istimewa


__ADS_3

" Ayah...Apa ayah yakin dengan keputusan ayah ini?" Lewis menghela nafasnya. Keputusan sang ayah sudah bulat, dia akan mengirimkan Gerry ke luar negeri untuk sementara waktu.


" Ayah rasa ini keputusan terbaik saat ini Lew, bagaimana pun dulu ayah yang memintanya untuk menangani pengambil alihan lahan disana " Sean sebenarnya ragu apakah keputusan yang diambilnya saat ini tepat adanya. Tapi mau bagaimana lagi, dia tidak ingin nama Damian Corp tercoreng.


" Kita bisa menyuruh pengacara kita untuk memenangkan kasus ini ayah "


" Tidak nak, itu bukan ide yang bagus saat ini "


Tok...tok...


" Tuan Lewis, Tuan Javier ingin bertemu dengan anda dan tuan Sean "


Deg...


Untuk apa pria itu datang kemari??? Sean


" Selamat siang tuan-tuan, maaf mengganggu siang anda " Javier memasuki ruangan dan menyalami kedua pria yang terlihat masih terkejut dengan kedatangan nya.


Sementara dikantor cabang Damian Corp


" Apa maksud Ayah dengan mengirim ku keluar negeri?? " Gerry memijat keningnya. Dia masih tidak percaya dengan isi surat yang diberikan kepadanya melalui asisten pribadi baru nya Rod.


Apa ini karena Lewis ingin menguasai semuanya?? Tidak mungkin jika hanya kasus kecil itu penyebabnya...


Rod membuka kuncian layar handphone nya yang tiba-tiba berdering.


" Oke... Sebentar saya tanyakan.." Rod membisu kan handphone nya


" Tuan ..Ada tuan Harry diluar, dia ingin bertemu dengan anda "


" Suruh dia masuk "


Rod memberi tahu si penelepon untuk mengijinkan Harry menemui majikannya.


Untuk apa dia datang kemari kali ini...?


" Hai Ger...Susah sekali menemui mu sekarang.." Harry melemparkan sebuah map diatas meja Gerry.


"Apa ini Har?" Gerry mengerenyitkan dahinya

__ADS_1


" Kau lihat sajalah dulu " Harry mulai menyalakan rokoknya.


Tak berbeda dengan Sean dan Gerry, di Athalah Corp pun sedang kedatangan tamu istimewa. Saking istimewa nya hingga membuat Siska sang sekertaris kesal dengan kehadiran mahluk dari planet Pluto yang tempo hari sempat membuat keributan disini, hanya saja saat ini dia datang bersama ayahnya tuan Abraham sang pemilik resort terkenal di seluruh negeri.


" Selamat siang tuan Abraham..." Sultan berusaha untuk tetap ramah.


" Selamat siang Sultan, maafkan saya mendadak datang kemari " Abraham menganggukkan kepalanya. Dia tahu meski Sultan masih sangat muda tetapi pengaruhnya tidak bisa dianggap enteng.


Sesi berikutnya adalah sesi yang kurang begitu disukai oleh Sultan, sesi B3! Basa Basi Busuk yang ujung-ujungnya kita semua sudah tahu yah. Mendekatkan Sultan dengan anaknya Thalita.


Sultan masih berusaha untuk tetap terlihat tenang, meski Shakira sudah mendapatkan sinyal-sinyal aneh dari tuan mudanya itu. Tiba-tiba Sultan terbatuk dan ingin diambil kan minum oleh sang asisten, tiba-tiba dia menjatuhkan saputangan dan meminta agar Shakira mengambilkannya dan masih banyak lagi tingkah nya yang membuat sang tamu menjadi tidak nyaman berlama-lama disana.


" Sekali lagi saya mohon maaf Sultan, jika Thalita datang kemari waktu itu tanpa membuat janji terlebih dahulu " Abraham mengakhiri kalimatnya.


" Ahh..Iya tentang itu tuan Abraham, anda bisa menghubungi asisten pribadi saya jika ingin membuat janji temu dengan saya lagi " Ujarnya sopan. Sultan tahu jika Abraham bermaksud untuk mendapatkan akses langsung kepadanya dengan kedatangannya saat ini, tapi buat apa memberikan hal itu padanya toh nantinya tetap Shakira yang akan mengatur jadwalnya.


" Apa aku harus menghubungi mu lewat asisten mu itu?" Thalita yang sedari tadi menahan ingin berbicara akhirnya mengeluarkan suaranya. Nada bicaranya seperti biasa sombong tapi manja, tipikal wanita yang tidak disukai oleh Sultan.


" Hmmm...Iya, dia yang mengatur semua hal untukku " Sultan mengangkat sebelah alisnya lalu tersenyum sinis pada wanita itu.


" Hingga urusan pribadimu?!"


" Maafkan atas kelancangan anak saya Sultan, kami memang terlalu memanjakannya " Sang ayah terlihat sungkan melihat raut wajah Sultan saat sang anak bertanya terlalu jauh.


Abraham berpamitan kepada mereka sebelum sang anak membuat kekacauan disana, bagaimana pun saham Athalah Corp adalah pemegang saham paling besar di perusahaan miliknya. Shakira mengantarkan mereka keluar ruangan besar itu.


" Hufftthhh... Akhirnya mereka pergi juga " Sultan menjatuhkan dirinya diatas sofa, dia memijat keningnya. Dari tadi rasanya sudah sakit kepalanya, dia tak pernah tahan menghadapi sesi B3 dalam hidupnya.


Sementara diluar ruangan..


" Nona Shakira, apakah anda bisa mengosongkan jadwal untuk Thalita di hari-hari tertentu agar anakku bisa menghabiskan waktu bersama Sultan ?" Abraham merubah sikap seketika. Dia tidak lagi merasa sungkan seperti tadi ketika berada bersama tuan mudanya.


" Saya tidak bisa menjanjikan hal itu tuan Abraham, tuan muda bukan orang yang dengan mudah menghabiskan waktu nya dengan cara seperti itu" Shakira menganggukan kepalanya, nada bicaranya sangat ramah.


" Saya mengerti nona, tetapi bisa kah anda mengusahakannya nya untuk putri saya...Mungkin satu hari hanya mereka berdua " Abraham mulai memaksanya. Kurang ajar sekali tua Bangka ini pikirnya.


" Cih .. Sepertinya dia hanya menginginkan Sultan untuk dirinya sendiri papa " Thalita mendecih kesal. Tentu saja Shakira tidak menggubris nya.


" Maaf tuan, untuk itu saya tidak bisa mengijinkan nya. Saya tidak bisa mengambil resiko jika sesuatu yang buruk terjadi disaat itu " Nada suara Shakira berubah seketika. Jika mengenai keselamatan tuan mudanya, dia tidak akan gegabah seperti itu.

__ADS_1


" Apa kau....."


" Dia bahkan bisa mengalahkan para pengawal mu dengan sangat mudah tuan Abraham " Sultan tiba-tiba muncul dibelakang Abraham.


" Ma.. Maafkan saya Sultan..Tadi saya hanya..."


" Jika tidak ada lagi hal penting yang akan anda bicarakan, Siska akan dengan senang hati mengantarkan anda ke lobby tuan Abraham " Sultan sudah mulai jengah dengan kehadiran Abraham dan putri nya disana.


" Dan kau...Sudah aku bilang kau tidak boleh pergi dari hadapan ku lebih dari tiga menit!" Hah...Mulai merajuk dia. Sultan menarik tangan Shakira memasuki ruangan nya kembali.


Siska menahan tawanya " Mari tuan saya antarkan anda menuju lobby " Siska memencet tombol lift dan langsung terbuka.


.


.


.


" Jav..saat itu saya tidak tahu jika anak kami Gerry telah melakukan hal seburuk itu.." Sean sudah kehabisan akal meladeni pria yang terkenal akan kegigihan nya tersebut.


" Kematian mereka hanya sebagian kecil dari kasus kematian misterius saat itu tuan Sean, ini bukan kasus yang mudah "


" Buruknya lagi adalah, anak mu telah menyisakan trauma mendalam bagi banyak orang tuan, karena bukan hanya pembunuhan, tapi pelecehan seksual dan pemerkosa telah terjadi waktu itu " Jav menatap ayah dan anak yang tengah tertunduk dihadapannya.


" Dan mengirimkan nya ke luar negeri bukan satu solusi yang baik, bisa saja seseorang menghabisinya disana "


" Apa yang harus kami lakukan tuan Javier, kami bersedia untuk bekerjasama " Ucap Lewis. Akhirnya ada juga yang berpikiran waras pikir Javier.


.


.


.


To be continued 😉


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘


Happy reading 🤗

__ADS_1


__ADS_2