
" What??!!"
" Lo kenapa gak bangunin gue tadi pagi??? Aaahhh....!" Sultan langsung beranjak dari tidurnya dan berlari menuju kamar mandi.
" Lah....Kenapa dia?"
" Nic.... Bangunin Shakira!! Kita harus ke mansion utama !" Teriak Sultan dari arah kamar mandi
Tanpa perlu Nico coba bangunkan Shakira langsung terbangun begitu mendengar kata mansion utama, itu artinya sang calon mertua telah meminta atau bahkan menunggu nya disana.
Shakira berlari menelusuri anak tangga menuju kamarnya di lantai bawah.
" Sepertinya akan terjadi sebuah drama seru siang ini disana " Nico tergelak sambil berlalu dari kamar Sultan.
Setengah jam kemudian, Sultan terlihat berlari menelusuri anak tangga menuju kamar Shakira sambil berusaha merapihkan pakaiannya.
" Sayang...Apa kamu sudah siap???!" Sultan menggedor pintu kamar wanitanya.
Ceklek...
BRUK!
Shakira tiba-tiba keluar dari dalam kamar dan menabrak Sultan yang sedang berdiri menunggu nya dibalik pintu, hingga membuat nya mundur beberapa langkah dan hampir saja jatuh.
" Sayang...!"
" Gak ada waktu, ayo cepat...!" Shakira menarik tangan Sultan hingga membuat dia berjalan dengan cepat mengikuti langkah Shakira.
" Ayo cepat masuk!" Nico melambaikan tangannya, dia telah menunggu mereka di dekat mobil dan membukakan pintu untuk Shakira masuk sementara dia dan Sultan duduk di kabin depan setelah nya.
" Kecepatan penuh Nic! Mereka pasti akan memenggal kepalaku!" Sultan mengusap wajah nya kasar.
Nico langsung menuruti perintah sahabat nya itu, dia melakukan mobil dengan kecepatan penuh ketika mereka telah berada di jalan raya.
" Memangnya ada apa di mansion utama?"
" Papa sama Mama minta gue sama Shakira untuk kesana tadi pagi !"
" Whoaaa...Itu buruk sekali! Lo udah bikin mereka nunggu berjam-jam lamanya "
Nico memindahkan perseneling lalu menambahkan kembali kecepatan nya.
" Jangan banyak omong! Cepat bawa kita kesana...!"
" Bisakah kalian diam?? " Pinta Shakira dari arah kursi penumpang. Wanita itu terlihat sedang memijat keningnya, kepalanya sedikit pusing karena tadi dia terbangun secara tiba-tiba sebanyak dua kali.
__ADS_1
Menyadari Shakira sedang memijat kepalanya, kepanikan Sultan bertambah. Wanita itu juga terlihat sedikit pucat.
" Sayang...Apa kamu sakit?? Muka kamu pucat " Nico membalikkan badannya
" Apa perlu kita ke rumah sakit sekarang Nic?? Lihat adik lo!...Dia terlihat sedang sakit.."
" Kamu sakit Shak?" Nico melihat sang adik lewat kaca spion depan kemudi.
" Enggak, aku hanya sedikit pusing karena kalian telah mengejutkanku tadi " Shakira masih memijat kepalanya.
" Kita hampir sampai, nanti kita panggil dokter aja kesana "
Sesampainya di mansion utama.
" Hei bocah tengil! Darimana saja kamu hah!? " Bima berkacak pinggang menyambut kedatangan mereka.
" Bagus! Kalian bertiga datang rupanya" Lanjutnya.
" Sudahlah sayang...Kasian mereka " Kinanti mencoba untuk meredam kekesalan sang suami yang dari pagi tadi sudah kesal menunggu kedatangan anak dan calon menantunya.
" Maafkan aku dan Sultan papa, kami bangun tidur kesiangan " Shakira dan Nico menyalami calon mertua dan besannya. Kinanti memeluk keduanya.
Sementara sang anak Sultan terlihat sedang menghubungi seseorang.
" Oke saya tunggu kedatangannya dok " Sultan mengakhiri sambungan telponnya, lalu menyalami kedua orangtuanya.
" Kamu menghubungi siapa nak?"
Kinanti mengajak semua orang untuk memasuki ruang makan, disana sudah tersedia berbagai jenis makanan untuk mereka bersantap siang bersama.
" Dokter Spencer mam " Sultan menarik sebuah kursi untuk Shakira duduki.
" Apa kau sakit ?" Kinanti menyentuh kening sang anak dengan punggung tangannya
" Bukan aku mam... Shakira " Sultan menduduki kursi nya, sang mama secepat kilat meninggalkan Sultan dan menghampiri Shakira.
" Apa kamu sakit nak?" Seperti hal nya tadi terhadap Sultan, dia melakukan hal yang sama pada Shakira.
" Hanya pusing kepala mam " Shakira tersenyum
" Kau terlihat pucat, apa kamu...." Kinanti mengembangkan senyumannya
" Engga....engga mam, ini tidak seperti yang mama pikirkan " Shakira menggelengkan kepalanya, dia mencoba untuk menghentikan pikiran unik mama mertua nya ini.
" Memangnya kenapa sayang ?" Bima terlihat penasaran.
__ADS_1
" Kamu masih ingat kan sayang ketika dulu aku mengandung anak kita??" Kinanti kembali mengembangkan senyumannya.
" Panggilkan penghulu sayang, kita akan menikah kan mereka sekarang juga " Bima terlihat begitu bersemangat. Sementara Sultan dan Nico berusaha menahan tawanya karena melihat kebingungan Shakira dan antusiasme kedua orangtuanya.
Ya Tuhan bagaimana aku harus menjelaskannya nya kepada mereka?-*Shakira
Yes...Gue nikah hari ini!- Sultan
Sorry sist, kakakmu ini gak akan bisa nolongin Lo saat ini . Lebih cepat lebih baik...- Nico*
Selesai bersantap siang bersama, Bima langsung menghubungi Javier, tangan kanan sekaligus suara ke-dua dari dirinya dan meminta agar pria itu mengurus segala sesuatunya sekarang juga.
" Kenapa kamu gak bilang sama orang tuamu yang sebenarnya? Gimana kalo mereka salah paham nanti?" Shakira terlihat sangat kesal kepada calon suaminya ini. Berani-beraninya dia membiarkan kedua orangtuanya berpikir bahwa dia tengah hamil!
" Cepat atau lambat kamu akan hamil juga kan sayang ? " Sultan memperlihatkan deretan gigi putihnya.
Dengan gerak cepat tim makeup artist menyulap kedua calon mempelai menjadi seorang raja dan ratu, mereka terlihat serasi dengan balutan pakaian berwarna senada. Shakira menggunakan gaun pengantin berwarna putih dengan banyak mutiara menghiasi bagian dada dan punggungnya dan Sultan mengenakan setelan jas berwarna senada.
Bima dan Kinanti mengadakan sebuah pesta kecil untuk meresmikan hubungan anak dan menantunya itu sebelum nanti mereka mengadakan resepsi pernikahan yang lebih megah.
" Papa ingin kalian meresmikan pernikahan kalian terlebih dahulu, mengenai resepsi itu terserah kalian..." Bima menghela nafasnya
"Anggap saja ini sebagai hukuman Keterlambatan kalian karena telah membuat papa dan mama menunggu kedatangan kalian selama berjam-jam lamanya "
Maksud dari permintaan Bima dan Kinanti agar Sultan dan Shakira menemui nya pagi itu adalah memang untuk membahas perihal pernikahan, karena semenjak dia memperlihatkan dirinya sebagai pemimpin dari Levington Club ada banyak sekali rekan-rekan bisnis nya yang mencoba untuk menjodohkan anak-anak gadis mereka dengan anaknya Sultan.
Hal itu telah membuat nya cukup kerepotan apalagi mereka adalah tipe orang tua yang tidak pernah bisa memaksakan kehendak mereka terhadap anak semata wayangnya.
" Kamu masih pusing sayang ?" Sultan melihat Shakira yang masih suka memijat keningnya sendiri.
" Ini bahkan bertambah..." Shakira masih memikirkan bagaimana cara untuk memberi tahu mertua nya bahwa dia benar-benar tidak sedang hamil.
Tak lama seorang penghulu datang ditemani dengan beberapa orang dari kantor catatan sipil untuk mengesahkan hubungan mereka dimata agama dan negara.
Sumpah sehidup semati pun mereka ikrar kan bersama dengan disaksikan oleh kedua orang tua Sultan, Kakak laki-laki Shakira Nico, Javier dan semua pelayan serta para pengawal mansion utama plus Dokter Spencer.
Dokter ini datang sangat sangat terlambat pikir Shakira, sekarang tidak ada lagi alasan bagi dirinya untuk meyakinkan mertua nya bahwa dia tidak sedang mengandung.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
Happy reading 🤗