
Setelah aksi penangkapan Bikram oleh anggota The Black Team, Aiden dan Keenan beserta Andre pun kembali melangkahkan kakinya menuju ruang kerja mereka. Tetapi sebelum mereka berhasil memasuki ruangan itu, tiba-tiba saja Andre menghentikan langkahnya.
" Kenapa Ndre?"
" Entahlah tuan Keenan, sepertinya ada yang salah...Tadi itu terlalu mudah..." Andre meraih ponselnya lalu mencoba untuk menghubungi seseorang. Benar saja baru saja dia akan memencet tombol panggilan di layar ponselnya, tiba-tiba saja terdengar suara tembakan senjata api tidak jauh dari mereka berdiri saat ini.
" Rin!" Teriak Aiden
" Jenna!" Teriak Keenan hampir bersamaan
Secepat kilat mereka berlari menuju arah sumber suara, sambil mengambil pistol yang mereka selipkan dibalik jas mereka masing-masing. Tadi sebelum mereka memutuskan untuk menemui Bikram, mereka telah menyelipkan benda tersebut disana untuk berjaga-jaga seandainya situasi menjadi tidak terkendali.
" Jangan mendekat! Atau akan aku bunuh dia!" Teriak Bikram seraya menodong kan senjata api nya ke kepala Kaylee, sementara Jenna tengah berusaha untuk menenangkan gadis itu.
Rupanya adik perempuan Aiden ini tidak sengaja bertemu dengan mereka saat dirinya akan menemui sang kakak hari ini di kantornya, gadis itu baru saja tiba disana dan disambut hangat kedatangannya oleh Jenna saat tiba-tiba Bikram mengalungkan tangannya ke leher Kaylee seraya memerintah Jenna untuk melepaskan borgolnya.Dia bahkan mengancam Jenna jika gadis itu tidakΒ mau melepaskan borgol ditangannya maka dirinya akan mematahkan leher Jenna dengan tangannya.
Rupanya Bikram mengetahui siapa Kaylee, pria itu mendorong tubuh salah satu anggota yang ada dibelakangnya dan dengan lentur memutar tangannya dari belakang tubuhnya ke depan lalu dengan gerakan yang sangat cepat mengalungkan tangannya di leher adik dari Aiden tersebut. Setelah Jenna melepaskan borgolnya, dia meraih pistol yang dia sembunyikan di balik kaus kakinya dan menodongkan senjata itu ke kepala Kaylee.
" Serahkan wanita itu Aiden! Ini bukan urusan kalian! Aku hanya menginginkan wanita itu!" Lanjutnya, semakin mengeratkan cengkraman nya di leher gadis itu.
" Aaahh!! Aku tak bisa bernafas!" Teriak Kaylee
" Tenang Bikram...Jangan gegabah!" Pinta Aiden sambil mengangkat kedua tangannya dan menurunkan senjata di tangannya.
" Lepaskan dia! Aku akan ikut denganmu!" Ujar Rin yang tiba-tiba datang dari arah samping mereka.
" Rin! Jangan bodoh!" Ucap Aiden sambil berusaha untuk mendekati gadis itu, tetapi langkahnya terhenti tatkala Bikram kembali mengancamnya.
" Lepaskan dia Bikram, kita akan harus cepat-cepat pergi dari sini sebelum polisi datang kemari " Ujar Rin, gadis kaku itu menggerakkan kepalanya mengisyaratkan agar pria berjambang itu segera melepaskan calon adik iparnya.
Bikram pun mendorong tubuh Kaylee ke arah Aiden dan dengan gerakkan yang sangat cepat dia menarik tubuh Rin lalu menodong kan senjata api itu ke kepalanya, bersamaan dengan Aiden yang menangkap tubuh Kaylee agar tubuhnya tidak membentur lantai dan Jenna yang meraih tubuh sepupunya dan membawanya pergi dari sana. Bersamaan dengan itu pula semua anggota tim mengokang senjatanya masing-masing, bersiap untuk menembakkan timah panas itu ke tubuh Bikram dan para pengawalnya.
" Rin! " Teriak Aiden saat Bikram memperlakukannya dengan kasar.
__ADS_1
" Suruh mereka menurunkan senjata mereka masing-masing! Atau akan aku bunuh wanita ini!" Ancam Bikram kembali seraya menyeret tubuh Rin menjauh dari mereka, para pengawalnya pun menodongkan senjata mereka ke arah Andre dan anggotanya agar mereka tidak menembakkan timah-timah panas itu.
" Turuti dia tuan.." Pinta Rin kepada Aiden, agar kekasihnya itu memerintah Andre dan anak buahnya untuk membiarkan mereka pergi.
" Aku bisa menjaga diriku sendiri, percayalah " Lanjutnya, menajamkan sorotan matanya kearah Aiden.
" Turunkan senjata kalian.." Titah Aiden.
Dengan sangat terpaksa semua anggota tim pun menuruti perintah Aiden dan menurunkan senjata mereka, tetapi tidak untuk Andre. Pria dingin itu tetap menodongkan senjatanya kearah Bikram, sorot mata tajam nya mengisyaratkan bahwa dirinya sedang murka saat ini.
Bisa saja pria itu tetap menembakkan senjatanya ke arah mereka, atau memerintah kan Rin untuk melawan. Bahkan gadis itu bisa dengan mudah mengalahkan Bikram dan kelima anggotanya. Tetapi Andre tahu alasan kenapa gadis itu memilih untuk menyerahkan dirinya kepada pria itu, dan dia percaya Rin punya rencana yang bagus.
" Kau sudah mengikuti mereka?" Ujar Andre kepada seseorang melalui earphone bluetooth nya.
" Sudah kak " Jawab seorang anak remaja di seberang sana, siapa lagi kalau bukan Jared. Bocah jenius itu belum lama kembali dari luar negeri setelah menyelesaikan studinya.
" Good, pastikan rencana ini berhasil " Lanjutnya.
" Kalian! Ikuti mereka sekarang!" Titah Andre kepada anggotanya.
" Apa yang kau sembunyikan dariku!!!" Lanjutnya seraya mengeratkan cengkraman nya.
" Tenang Aiden! Kau jangan seperti ini!" Pinta Keenan. Sahabatnya itu mencoba untuk melepaskan cengkraman tangan Aiden dari kerah baju Andre.
" Apa Keen??? Lo nyuruh gue untuk tenang??? Gimana kalo yang dia sandera itu Jenna hah?? Apa lo masih bisa bersabar?!!" Ujar Aiden sambil melepaskan kembali tangannya.
" Atau jangan-jangan lo juga tahu rencana mereka!" Lanjutnya sambil menatap tajam netra Keenan, sebenarnya dia merasa curiga dengan sahabatnya ini. Biasanya Keenan akan langsung panik dan berkata kasar jika dirinya sedang menghadapi situasi genting, tetapi tadi itu Keenan cenderung diam seperti sudah tahu apa yang akan terjadi.
" Lo udah gila Keenan!!!!" Teriak Aiden saat kecurigaan nya itu terbukti benar melalui sorot mata pria itu. Aiden mengusap wajahnya kasar.
" Bagaimana mungkin??!" Teriaknya lagi.
" Kita tidak punya banyak waktu tuan Aiden, sebaiknya kita bergerak sekarang sebelum sesuatu terja..." Kata-kata Andre terhenti saat sang bos besar memutar tubuhnya dan berlari meninggalkan mereka menuju halaman depan gedung, dimana mobil-mobil mereka terparkir dengan rapi nya.
__ADS_1
" Katakan dimana mereka sekarang! " Titah Aiden kepada Jared saat dirinya sudah memutar kemudinya keluar dari halaman gedung, melalui intercom mobil.
Jared pun menyalakan layar GPS yang ada di dashboard mobil Aiden dari jarak jauh, dan menjelaskan situasi yang tengah terjadi disana melalui pantauan layar satelitnya.
Malam ketika Rin menaruh kembali kotak obat kedalam lemari yang ada di dalam walking kloset dikamar Aiden.
Tiba-tiba saja ponsel Rin bergetar, gadis itu langsung merespon panggilan tersebut setelah mengetahui siapa yang tengah mencoba untuk menghubunginya malam itu.
" Ya tuan Andre?" Seketika Rin terdiam membisu ketika mendengarkan perkataan Andre diseberang sana.
Pria dingin yang menjadi atasannya itu menjelaskan kepada Rin tentang temuannya ketika dia dan Philips menginterogasi Victor, lalu menjelaskan rencananya kepada Rin saat nanti Bikram akan menemui mereka di Athalah Corp dan segala kemungkinannya.
" Baik tuan " Jawab Rin, lalu mematikan kembali layar ponselnya.
Rin menghela nafasnya sejenak, mencoba untuk menetralisir perasaannya sendiri.
Malam itu Andre pun menghubungi Keenan, dalam hal ini alasan kenapa Andre memutuskan untuk menghubungi sahabat tuan mudanya ini karena pria itu biasanya selalu panik ketika menghadapi situasi genting. Andre tidak mau sampai rencananya gagal karena ulah Keenan yang cenderung diluar kendalinya sendiri, Pria itu tidak bisa berpikir benar dan bertindak sembarangan ketika sedang panik.
Kembali kepada Aiden.
Pria itu tengah mengemudikan mobilnya dengan kecepatan penuh, berusaha untuk mengejar para penjahat yang tengah menyandera Rin saat ini. Mobil yang dikendarai oleh Andre beserta Keenan berada tidak jauh dari dirinya saat ini.
" Aaarrrgghh!!! Bodoh Rin! Kenapa kamu menuruti perintah si brengsek Andre!!" Teriak Aiden, pria itu pun memukuli setir mobilnya.
" Lo gak bakalan habis kali ini Bikram! " Teriaknya lagi. Aiden tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika pria itu sampai berani menyakiti Rin apalagi membunuh pujaan hatinya itu.
.
.
.
To be continue π
__ADS_1
Hai kakak-kakak terimakasih sudah menunggu kelanjutan cerita ini dan terimakasih juga karena sudah meninggalkan jejak kalian disini.
Happy reading ππ€π