
Kesibukan di Levington Club bertambah dengan diselenggarakannya perhelatan akbar rutin setiap tiga tahun sekali itu, pengamanan diperketat di semua titik baik itu darat maupun udara. Bahkan mereka melibatkan aparat keamanan nasional untuk menjamin keamanan dan keselamatan para tamu agung yang akan menghadiri acara bergensi paling akbar malam ini.
Ada yang unik di persiapan hidangan untuk menjamu para tamu malam nanti, selain hidangan mewah seperti yang sudah biasa mereka hidangkan di acara itu juga ada satu stand makanan yang menurut semua orang yang menyiapkan hidangan itu kurang cocok berada disana. Stand burger legendaris yang ada dikota tersebut.
Stand burger ini bukan tanpa alasan berada disana, menurut kabar yang beredar itu adalah menu favorit dari tuan muda keluarga pemimpin yang berinisial B tersebut dan atas permintaan dari nya lah stand burger itu ikut hadir menyemarakkan acara malam nanti.
Pihak Levington Club sendiri mendatang kan beberapa ahli gizi dan beberapa orang dari lab forensik untuk menjamin kesehatan dan keamanan makanan dan minuman yang akan disajikan kepada orang-orang penting yang akan menghadiri acara besar tersebut.
Tujuh jam sebelum acara berlangsung di Damian Corp.
" Apa kamu bilang?? Kau masih juga belum menemukan keberadaan mereka??!" Pekik Gerry
" Kau suruh anak buah mu untuk mencari nya sampai ketemu sebelum acara malam nanti digelar atau nyawa kalian yang akan menjadi taruhannya! Kau mengerti itu Marco!! " Lanjutnya lagi.
" Baik tuan" Marco menganggukkan kepalanya, dia memohon diri dari hadapan Gerry dengan perasaan yang semakin kesal.
Flashback on
" Maaf tuan, kami telah kehilangan jejak mereka..." Seseorang tengah menghubungi Marco lewat sambungan telepon jarang jauh. Marco tidak mengetahui jika sang penelepon sudah dalam keadaan babak belur.
" Apa maksud mu hah?! " Pekik Marco
" Mereka selalu dikelilingi oleh pengawal khusus pangeran Maleeq tuan, kami benar-benar tidak bisa mendekati mereka sama sekali " Mereka pun menutup sambungan telponnya secara sepihak
" Dasar pemburu bayaran tidak berguna! percuma gue bayar mahal-mahal kalau kerjanya sampah kayak gitu !!" Marco melemparkan handphone miliknya.
Flashback off
Desas desus semakin merebak, kabar akan kemunculan sang pemimpin yang juga akan mengenalkan tuan muda alias anaknya tersebut di pesta malam nanti telah sampai ditelinga Lewis dan Gerry.
" Kita harus mendekati nya Lew, kita harus berhasil mendapatkan perhatian mereka...Kau tahu kabarnya usia tuan muda tak berbeda jauh dengan usia kita " Ujar Gerry antusias. Dia sudah merencanakan apa saja yang akan dilakukan nya malam nanti di acara itu.
__ADS_1
" Aku bilang jaga sikapmu Ger! Ayah akan menghadiri acara itu juga, jangan lancang!" Lewis tidak suka dengan perilaku Gerry yang menurut nya terlalu ceroboh untuk seorang pebisnis selevel dirinya.
Sementara di kediaman Bima
" Jav...Kau kemana kan Shakira? Aku belum melihatnya sejak pagi tadi " Sultan kesal karena Jav tidak juga memberi tahu nya dimana keberadaan asisten pribadi nya itu.
" Shakira sedang bersama dengan para pengawal yang lainnya tuan muda, dia harus memahami protokoler untuk kegiatan nanti malam " Javier tersenyum, dia memahami kekesalan tuan mudanya. Apalagi jika bukan karena sang tuan muda yang tidak bisa menjahili asisten pribadi nya itu.
" Kenapa sayang..?." Kinanti menghampiri anak semata wayangnya, meski usianya telah dewasa tetapi jika sedang berada diantara mereka sifat manjanya akan muncul seketika.
" Jav tak mengijinkan ku untuk menemui Shakira mama..." Sultan menjatuhkan dirinya diatas sofa
" Kau suka sekali menggoda asisten pribadi mu itu nak " Kinanti terkekeh
" Aku tidak menggodanya mama, dia yang selalu menggoda ku " Sultan membuang pandangannya, bermaksud untuk menyembunyikan rasa malunya. Kinanti dan Javier mentertawakan sikapnya yang kekanakan itu.
Sifat aslimu telah kembali tuan muda...
Sore harinya...
Shakira pakai gaun apa baju tugasnya yah?? Jav itu mengesalkan sekali! Seharian ini aku belum juga bisa bertemu dengan wanita itu ...huh!
" Tuan muda...Tuan dan nyonya besar telah menunggu anda dibawah " Piere kembali mengingatkan nya. Sultan segera meninggalkan kamarnya untuk menghampiri kedua orangtuanya.
" Sebentar nak, kita sedang menunggu satu orang lagi " Pinta Kinanti saat Sultan memintanya untuk segera berangkat ke acara tersebut.
Sultan menengadah kan pandangannya saat dia melihat Shakira yang sedang berjalan menuruni tangga dengan anggunnya, matanya bahkan enggan untuk dia kedipkan.
Wanita itu persis seperti seorang dewi dengan balutan dress tanpa lengan yang memiliki warna yang senada dengan kemeja yang dikenakan olehnya, kakinya terlihat jenjang dari belahan baju yang melekat ditubuhnya dengan sepatu bertumit tinggi berwarna keemasan yang talinya melingkar di sepanjang betisnya yang indah.
Ya Tuhan...Aku tak akan rela jika semua orang akan memandanginya nanti...
__ADS_1
" Selamat malam tuan... Nyonya, maafkan atas keterlambatan saya " Shakira menekuk lututnya perlahan sementara Sultan meraih jemari tangan nya. Bima dan Kinanti tersenyum melihat keserasian diantara mereka.
Dalam perjalanan menuju lokasi acara, Sultan dan Shakira menggunakan kendaraan yang berbeda dari kedua orangtuanya. Tiba-tiba handphone miliknya berbunyi, Sultan langsung merespon panggilan nya saat tahu nama Nico lah yang tertera dilayar handphone nya itu.
" Hei bodoh!! Tutup mata lo!! Jangan melihat adik gue dengan tatapan seperti itu!!" Pekiknya. Sultan tertawa terbahak-bahak.
" Sepertinya tugas Lo bakal berat banget malam ini bro saat semua orang akan memandanginya di acara itu...Lo pikir gue rela apa!!" Sultan menutup panggilan nya paksa.
" Kakak mu itu benar-benar menyebalkan!" Sultan mendecih
" Dia itu sangat suka mengganggu kesenanganku!" lanjutnya
" Kalian benar-benar pasangan serasi tuan...Kau dan kakakku..." Shakira terkekeh, sesaat setelah nya dia kembali fokus ke suara protokoler yang terdengar dari earphone yang tersemat di telinga nya.
Sementara di lobby Levington Club terlihat kesibukan para petugas penerima tamu dan didampingi oleh sederetan petugas keamanan yang tengah sibuk dengan alat yang dipakai mereka untuk memeriksa barcode yang tertera di gelang digital yang dikenakan oleh setiap tamu yang datang.
Terlihat Gerry dan Lewis diantara antrian para tamu yang akan memasuki ruangan mewah Club bergengsi itu, mereka pun terlihat menggandeng tangan wanita-wanita cantik disampingnya.
Saat mereka memasuki ruangan, disana sudah ada para tetua yang masuk dalam jajaran pendiri Levington Club. Mereka tengah sibuk melayani para tamu yang datang untuk menghampiri atau sekedar menyalami mereka disana. Mata Gerry terbelalak saat sekilas dia melihat sosok pria dan wanita yang selama ini dicarinya ada diantara mereka, kedua orang itu bahkan dalam keadaan sehat dan bugar!
" Ger...bukankah itu rival mu?" Tanya Lewis ketus, dia seperti senang melihat reaksi wajah sang adik tiri yang terkejut dengan kehadiran mereka disana.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗
See you tomorrow 😉