
Lewis memutuskan untuk menghubungi Javier dan memintanya untuk bertemu, peristiwa yang terjadi beberapa lama ini hanya pria itu yang bisa memberikan penjelasan kepada nya pikirnya.
" Javier pasti kuncinya " Gumamnya.
" Saya baru bisa menemui anda Minggu depan tuan Lewis " Jawaban Javier saat malam ketika Lewis menghubungi nya.
Dan semenjak kejadian di apartemen miliknya, Lewis pun kembali tidak menemukan keberadaan Lexy. Gadis itu bak hilang ditelan bumi.
Lewis mengobati kerisauan hati nya dengan mengunjungi kedai burger itu setiap hari dan berharap dia akan menemui gadis itu disana.
Tak hilang akal, Lewis mencoba peruntungan nya dengan menemui Sultan di mansion nya sepulang nya dia bekerja melalui Javier dan ajaibnya pria yang terkenal sangat ketat dengan aturannya itu mengijinkan nya untuk menemui Sultan malam Ini.
" Selamat malam nak, apa kabarmu?" Kinanti menyambut kedatangan nya dengan hangat.
" Saya baik-baik saja nyonya, terimakasih " Lewis menyerahkan buah tangan yang dibelinya dalam perjalanannya kesana.
" Sultan akan menemui mu sebentar lagi "
" Kau tidak keberatan untuk menunggu? Lanjutnya.
" Tidak nyonya, saya akan menunggu nya disini " Lewis menganggukkan kepalanya pelan.
Lagi-lagi perkiraan nya terhadap keluarga ini keliru, Lewis yang selalu mengira bahwa keluarga ini akan sangat angkuh karena hidup dalam gemerlap nya harta ternyata tidak terbukti sama sekali. Kinanti adalah sosok ibu yang hangat, sorotan matanya begitu menyejukkan dan penampilannya begitu sederhana meski pakaian yang dikenakannya sudah pasti bermerek.
Samar dia mendengar suara keributan dari dalam ruangan sebelah nya.
" Sebentar saya tinggal dulu nak Lewis " Kinanti meninggalkan Lewis.
Tak lama berselang suara-suara ribut itu hilang bersamaan dengan munculnya Sultan disana.
" Hai Lew, maafkan telah menunggumu " Sultan menjabat tangan Lewis lalu memeluknya.
Tentu saja itu membuat Lewis terkejut bukan main, Sultan menerima kedatangan nya dengan tangan terbuka. Bahkan bahasa resmi yang dia gunakan ketika rapat waktu itu berubah seketika.
" Tidak apa-apa..." Lewis masih terdengar canggung.
" Ayolah...Gak usah tegang seperti itu, santai saja " Sultan menepuk pundaknya.
" Oia...Kau sudah makan Lew? Kebetulan kita baru akan mulai makan malam bersama "
" Aku...."
" Kami tidak menerima penolakan Lew, apalagi mama ku " Kekeh Sultan. Sikap kaku Lewis sangat lucu menurut nya
" Dia akan sangat kecewa jika kau menolaknya " Lanjutnya.
Mau tidak mau Lewis menerima ajakan Sultan untuk bersantap malam bersama dengan mereka, dia mengikuti langkah pria itu menuju ruang makan dimana Bima, dan gadis yang dikenal nya sebagai asisten pribadi Sultan dulu telah duduk disana.
Mereka seperti terlibat dalam pembicaraan unik.
" Aku pengen bantuin mama " Rengek Shakira
__ADS_1
" Tidak sayang, biarin mama kamu sama pelayan di dapur, kamu duduk saja nak "
" Bebe... Dengarkan kata papa " Sambung Sultan
" Apa kamu suka buah jeruk Lew? " Sultan mengambil satu buah jeruk dan mulai mengupasnya.
" Kadang aku memakannya " Lewis menelan salivanya ketika melihat Sultan mulai memakan buah jeruk yang terlihat begitu masam dimatanya.
" Maafkan ketidak sopanan Sultan nak.." Kinanti mulai menyajikan berbagai macam menu makanan diatas meja dibantu oleh para pelayan rumahnya.
" Aku hanya memakan buah jeruk ini mama.." Sultan kembali memasukkan potongan buah jeruk kedalam mulutnya.
" Kau membuat Lewis menelan air liurnya Sayang " Kekeh Kinanti.
Lalu mereka pun memulai acara makan malam bersama nya. Sesekali Sultan terlihat melarang sang ayah untuk menambahkan beberapa lauk kedalam piring Shakira.
" Papa, Shakira sudah terlalu banyak makan.."
" Biar cucu papa sehat "
" Mana ada sehat kalo mommy nya kegemukan nanti " Sultan mendengus kesal.
" Abaikan mereka nak..." Kekeh Kinanti saat melihat Lewis yang terlihat canggung melihat pertikaian antara ayah dan anak didepannya.
.
" Bagaimana Lew, ada yang bisa ku bantu ?"
" Aku ingin mengucapkan terimakasih " Lewis meremas kedua tangannya.
" Atas ?" Sultan mengerutkan keningnya
" Semuanya..." Lewis menghela nafasnya
" Aku tidak tahu jika selama ini perusahaan mu lah yang berada dibalik kesuksesan bisnis keluarga kami "
" Untuk itu maafkan aku "
" Kamu gak perlu meminta maaf kepada ku Lew, semua aku lakukan karena dari dulu papaku memang telah melakukan nya " Kekeh Sultan
" Dan kamu juga gak usah berterima kasih kepada kami, berterimakasih lah kepada ayahmu Lew " Lanjutnya
Deg...
Perkataan Sultan terasa sebagai sebuah pukulan telak dibenak Lewis, pasalnya selama ini pria itu sering kali terlihat membenci sang ayah karena dari dulu dia selalu membayang-bayangi dirinya dengan Sultan.
Mungkin dulu dia hanya tidak mengerti kenapa sang ayah memperlakukan nya demikian, menyuruhnya untuk selalu mencontoh sikap Sultan.
" Iya...Tentang ayahku " Lewis menghirup udara untuk memenuhi paru-parunya.
" Aku ingin tahu tentang peristiwa yang terjadi belum lama ini Sultan, peristiwa terkait ayahku dan mantan istrinya juga mantan sekertaris ku " Lanjutnya.
__ADS_1
" Tentang ayahmu dan mantan istrinya hanya Javier yang tahu persis seperti apa sejarah nya "
" Tapi aku harap kamu tidak merendahkan kami atas tujuan kami untuk menolong mu saat itu " Lanjutnya
" Apa tujuan kalian menolong kami ?" Lewis menatap lekat kearah Sultan
" Pada awalnya kami hanya ingin menyelamatkan aset kami " Kekeh Sultan. Lewis tersenyum miris mendengar nya, tapi bagaimanapun tindakan Sultan ini memang tepat.
" Tetapi kami menemukan sesuatu dalam perjalanannya " Sultan menepuk pundaknya
" Tidak ada yang sempurna di dunia ini Lew, bahkan orang tua kita atau diri kita sendiri "
" Ketika kita merasa bahwa diri kita sempurna, maka itu lah ketidaksempurnaan kita sesungguhnya "
" And one more thing Lew, kebencian hanya akan membuatmu sakit dan rasa sakit itu lah yang akan menghancurkan mu "
" Thanks Sultan, i really apriciate it..." Baru kali ini Lewis bernafas lega, satu beban beratnya seakan menguap ke udara.
" Don't mention it Lew " Sultan memeluk pria yang masih terlihat kaku itu.
" Sultan...Boleh aku bertanya sedikit lebih pribadi kepada mu?"
" Apa itu?"
" Apa kau menikahi bodyguard cantikmu
Sultan melihat wajah konyol Lewis ketika pria itu menanyakan hal ini kepada nya, seketika dia tertawa.
" Iya...Aku mencintainya sejak dia masih kecil dulu " Kekeh Sultan
" Its a long story Lew, kapan-kapan aku akan menceritakannya kepada mu "
" Oia...satu hal lagi sebelum aku mengusir mu sekarang " Sultan tergelak
" Kau sedang mengejar cinta macan wanita Lew, dia tidak suka pria cantik "
" Kau harus menjadi dirimu sendiri saat bersamanya " Sultan tertawa.
Dia mengajak Lewis untuk keluar dari ruangan pribadinya untuk mengusir nya dari sana, Sultan sudah sangat merindukan endusan-endusan sang istri tercinta.
Lewis meninggalkan mansion Sultan dengan perasaan bercampur antara bangga, bahagia, lega, dan sebutkan saja perasaan-perasaan bahagia itu. Bahkan mungkin untuk pertama kalinya selama hidupnya dia bisa mengembangkan senyumannya dalam waktu lama.
.
.
.
To be continued 😉
Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disini yah 😘
__ADS_1
Happy reading 🤗