Bodyguard Cantiknya Sultan

Bodyguard Cantiknya Sultan
Siasat Andre 3 : Perlawanan


__ADS_3

" Dimana lo Phil?" Tanya Andre kepada sahabat sekaligus partner kerjanya itu melalui sambungan ponselnya.


" Gue diatas kalian guys " Jawab Philip. Pria itu benar-benar sedang berada diatas mereka, lebih tepatnya terbang melewati mereka dengan mengendarai sebuah helicopter.


" Good Phil, jangan sampai kehilangan mereka pria besar " Ujar Andre, lalu menambah kecepatan laju mobilnya mengejar Aiden yang telah lebih dulu berhasil mendekati posisi mereka.


" No problem iceman! " Ujar Philip sambil mengacungkan jempolnya dan mengarahkan helikopternya mengejar Bikram dan para pengawalnya yang jumlahnya semakin bertambah seketika mereka memasuki jalur bebas hambatan di utara kota. Sesuai dengan prediksi Andre bahwa pria itu akan membawa Rin ke gudang senjata miliknya yang berada di atas bukit di ujung utara kota.


" Brengsek! Mereka semakin banyak!" Umpat Aiden.


" Kami di belakang anda tuan " Tiba-tiba suara Andre terdengar melalui intercom yang ada didalam mobilnya.


" Bersihkan jalur dikota bagian utara untuk kami tuan Jared, sesuai dengan apa yang saya beritahukan tadi " Pinta Andre kepada bocah kenius yang masih setia memantau pergerakkan mereka melalui layar komputernya yang besar itu.


" Okay kak...Ehh Andre " Ucapnya sambil menggerakkan jemari lincahnya diatas keyboard virtual yang ada dihadapannya.


Setelah Andre memasuki mobilnya tadi, pria dingin itu langsung menghubungi Jared untuk memberitahu kemungkinan kemana Bikram akan membawa Rin. Andre meminta kepada Jared untuk mencarikan jalur tercepat menuju ke tempat itu dan juga agar Jared mengakali lampu lalu lintas disana dengan harapan mereka dapat mendahului Bikram dan pasukannya sampai disana.


" Kak Aiden aku udah setting GPS mobil agar mobil kakak melalui jalurnya, juga untuk semuanya " Kembali suara Jared terdengar melalui intercom mobil.


" Oke Jared, thanks " Ucap Aiden, tak lama pria itu memutar kemudinya kearah kanan keluar dari jalur bebas hambatan menuju sebuah kota kecil, diikuti oleh Andre dan anggotanya yang lain.


" Kak Keen, apa kau tertidur? Tumben.." Kekeh Jared menggoda sang kakak yang sebenarnya sedang menahan mulutnya yang sudah ingin berceloteh dengan segenap kekuatan jiwanya sejak dari didalam gedung. Ingin rasanya dia memaki Bikram juga Aiden dan Jared saat ini, tetapi dia masih ingat dengan taruhannya bersama Andre. Dia akan kehilangan mobil sport kesayangannya jika dia tidak berhasil menahan mulutnya itu.


" Sial! Andaikan gue bisa menolak ajakan Andre untuk bertaruh malam itu..." Batin Keenan. Tetapi bagaimanapun janji Andre kepadannya memang sangat menggiurkan, Pria itu menjanjikan akan memberikan mobil sport kesayangannya kepada Keenan andai dia berhasil menuruti permintaanya malam itu.


" Jangan menggodanya tuan Jared " Kekeh Philip.


" Oke kita sudah mendekati lokasi, gimana keadaan disana Jared?" Tanya Aiden sesaat setelah mereka berhasil melewati kota kecil itu tanpa hambatan apapaun. Hal yang sangat mudah bagi Jared untuk bisa menembus pertahanan sistem keamanan di negaranya apalagi di kota sekecil itu, dengan hanya menekan satu tombol saja dia berhasil mengatur lampu lalu litas disana hingga memudahkan Aiden dan teman-temannya melewati kota itu menuju ke titik lokasi dimana gudang senjata milik Bikram berada.


" Sepertinya mereka belum sampai kak, hanya ada beberapa penjaga saja disana...Tapi sebaiknya kalian bergerak cepat, mereka udah mau sampe " Ujar Jared sesampainya Aiden dan teman-temannya tak jauh dari lokasi gudang senjata itu.


Andre pun memerintahkan anggotanya untuk menyebar dan menempati posisi-posisi strategis untuk menembak dan menyergap di luar dan dalam gudang itu dan menunggu perintah selanjutnya disana, sementara dia dan Aiden juga Keenan dengan hati-hati dan tetap waspada memasuki gedung itu dari pintu belakang.

__ADS_1


Tak seberapa lama kemudian Bikram dan pasukannya memasuki areal parkir gudang itu, satu persatu personil pasukan Bikram mengosongkan mobil mereka masing-masing. Aiden mengeratkan rahangnya saat dirinya melihat Bikram yang menarik paksa Rin keluar dari mobil yang ditumpanginya, pria itu pun terlihat mendorong tubuh Rin hingga gadis itu terjerembab ke tanah lalu menendang perutnya dan menyeret Rin memasuki gedung itu melalui jendela kaca salah satu sudut gedung tersebut.


" Sabar tuan, kita akan menghabisi mereka hari ini " Ujar Andre, yang menyisakan tanda tanya besar dibenak kedua tuan mudanya itu. Apa yang menyebabkan pria dingin ini begitu sangat marah hari ini pikir Aiden dan Keenan, bahkan mode iblis pria kaku ini jauh melebihi Aiden saat pria bucin itu sedang marah pikir Keenan.


Setelah meyakini bahwa Bikram memasuki gudang dengan sejumlah pasukannya, Andre pun memerintahkan Philp dan anggota yang sedang mengintai di sekitar luar gedung untuk melumpuhkan mereka satu persatu tanpa suara sedikit pun dan menggantikan posisi mereka disana. Sementara dia memerintahkan anggota yang mengintai didalam gedung untuk melupuhkan satu persatu dari pengawal Bikram dari arah belakang mereka dan menggantikan posisinya untuk mengikuti Bikram, seakan mereka adalah pengawal yang mengikuti pria itu dan hanya menyisakan beberapa orang saja dari mereka. Kostum yang mereka kenakan sangat menguntungkan anggota The Black Team untuk menggantikan posisi mereka, mereka sama-sama menggunakan seragam taktikal serba hitam dengan penutup wajah dan kepala yang serba hitam pula.


Empat orang pengawal pengganti sudah memasuki sebuah ruangan bersama dengan Bikram dan Rin juga empat orang pengawal asli Bikram, menyisakan dua orang pengawal pengganti yang bertugas menjaga pintu masuk ruangan itu. Aiden dan Andre serta Keenan sampai disana sesaat setelah mereka menutup dan mengunci pintu ruangan itu dari dalam.


" Tunggu pertanda dariku " Ucap Andre dengan isyarat tangannya.


Sementara didalam ruangan Rin telah dalam keadaan terikat tangan dan kakinya ke kursi kayu yang ada didalam ruangan itu, sayangnya pengawal asli Bikram lah yang diperintahkan oleh pria itu untuk mengikat tubuh Rin kesana.


" Kau tidak bisa lari lagi kali ini nona Romanova " Bikram menorehkan pisau yang ada ditangannya ke pipi Rin dengan sangat pelan, tetapi karena tajamnya ujung pisau itu darahpun menetes dari pipi mulusnya lalu menjilat darah yang keluar dari sana. Sementara Rin tetap diam, gadis itu bahkan tidak merintih saat ujung pisau itu berhasil melukai dirinya.


" Bahkan tuan muda mu itu tidak mencarimu " Kekehnya ditelinga Rin.


" Owh, atau dia adalah kekasihmu sekarang.." Ucap Bikram, kali ini dia mendekatkan ujung pisau tajam itu di leher Rin.


" Apa dia sehebat itu hingga bisa menggantikan Ramses dihatimu Rin?" Ucapnya lagi, kali ini ucapan pria itu terdengar begitu menghina ditelinga Rin.


" Dan kau! Kau harus membayar dengan nyawamu karena telah membunuh kakakku satu-satunya j4l4ng!"


Pelan tapi terdengar jelas ditelinga Bikram ketika Rin terkekeh, dan meludahkan darah yang mulai memenuhi rongga mulutnya.


" Apa yang kamu tertawakan j4l4ng! " Teriak Bikram kesal lalu melayangkan pukulannya ke wajah Rin hingga gadis itu tersungkur bersama dengan kursi yang didudukinya, tetapi suara tawa Rin malah semakin terdengar dengan jelas dan membuat Bikram semakin murka.


Secepat kilat Bikram meraih pistol yang dia letakkan diatas meja, lalu mengarahkan senjata itu ke kepala Rin.


" Kau memang harus mati hari ini nona Romanova, kau tak layak untuk hidup!" Ujarnya sambil mengokang senjatanya bersiap untuk menarik pelatuk yang ada dibelakang jari telunjuk kanannya. Tetapi saat dia akan menarik pelatuk itu, sebuah benda keras telah menempel di belakang kepala pria berjambang itu.


" Don't ever think about it Bikram " Ucap Aiden.


" Or what Aiden? Tarik saja pelatuknya, aku pun akan menarik pelatuk ini...Kami akan mati bersama " Gelak Bikram.

__ADS_1


" Apa kamu yakin? " Kekeh Aiden.


" Lihat sekelilingmu brengsek! Tikus piaraanmu sudah mati semua!" Kali ini satu kalimat celaan telah berhasil keluar dari mulut Keenan, dia pun menodongkan senjatanya di kepala Bikram. Rupanya sesaat setelah Rin terkekeh, dengan sangat pelan satu anggota yang menjaga pintu itu membuka pintunya lalu memerintahkan empat penjaga pengganti yang ada didalam ruangan itu untuk melumpuhkan empat orang pengawal Bikram tanpa mengeluarkan suara sedikitpun saat Rin tertawa dan membuat Bikram semakin murka.


" Kita lihat siapa yang paling cepat menarik pelatuk itu Bikram, mereka atau kamu " Kekeh Rin, gadis itu masih dalam posisinya yang tersungkur.


" Ayolah anak mami, kita sama-sama tahu bahwa kau bahkan tidak pernah berhasil menembakkan pelurumu tepat disasaran " Kali ini Rin tergelak.


Dor!


Dor!


Dor!


Satu peluru mengenai bahu Rin sementara satu peluru berhasil menembus leher Aiden, satunya lagi berhasil menembus kepalanya. Tetapi tidak satupun dari dua peluru itu berasal dari senjata Aiden maupun Keenan, peluru yang ditembakkan oleh Andre lah yang telah berhasil melumpuhkan pria psycho itu.


" LO GILA YAH DRE!" Pekik Keenan, saat menyadari posisi Andre saat ini. Andre menembakkan senjatanya dari arah belakang tubuh Aiden dan Keenan, tepat diantara mereka berdua.


Sementara Aiden dengan sangat cepat menghampiri tubuh Rin, memotong tali yang mengikat tubuhnya, lalu memeluknya erat sebelum dia menggendongnya dan membawa tubuh gadis itu keluar dari sana.


" Hold on baby " Ucapnya.


" Brengsek lu Dre! " Melemparkan kunci mobil kesayangannya kepada Andre.


.


.


.


To be continue 😘


Hai kakak-kakak terimakasih udah meninggalkan jejak kalian disiniπŸ€—πŸ€—

__ADS_1


Maaf othor kebablasan 😁😁😁 sampe panjang banget bab yang ini πŸ˜€πŸ˜†


Happy weekend & see you all tomorrow


__ADS_2