
" Mom...Mommy..." Panggil Aiden. Remaja yang beberapa hari lagi akan merayakan ulang tahun ke tujuh belas nya itu mencari keberadaan sang mommy sejak tadi.
" Uncle Nic...Where is my mom?" Aiden menghampiri Nico di meja makan, bocah remaja itu lagi-lagi tidak menemukan keberadaan mommy nya saat dia mengedarkan pandangannya disana.
" Sepertinya dia sudah berangkat pagi ini dengan kedua adik dan Daddy mu Aiden " Nico memasukan potongan pancake buatan sang istri kedalam mulutnya.
Tiger yang sedari tadi memerhatikan tingkah Aiden sambil menyantap tumpukan pancake didepannya tidak bisa lagi menahan rasa penasarannya.
" Ada apa kamu mencari ibumu pagi-pagi begini tuan kecil ?"
" Beberapa hari lagi usiaku tujuh belas tahun uncle Tig, mon and dad mau merayakan ulang tahun ku di Levington Club...Tapi aku tidak mau uncle " Aiden menarik kursi makan yang ada didepannya lalu menjatuhkan bokong nya disana.
" Bukannya hal itu bagus? Biasanya anak seusia mu malah ingin merayakan ulang tahunnya secara besar-besaran " Kekeh Tiger sambil menggelengkan kepalanya.
" Well...Aku bukan mereka uncle Tig " Aiden memajukan bibirnya beberapa senti.
" Lalu apa yang kamu inginkan untuk ulang tahun mu sayang ?" Siska menyodorkan dua helai pancake keatas piring Aiden lalu membubuhkan sirup mapel kesukaan Aiden diatasnya.
" Aku hanya ingin pergi berlibur dengan kalian semua ke suatu tempat....Mungkin mengunjungi grandpa dan grandma atau pergi ke tempat grandpa Jav dan grandma Maharani dan mengunjungi panti asuhan mereka disana "
" Itu ide yang bagus sayang ..Apa mommy mu sudah tau ?"
" Belum...Mommy hanya memintaku untuk menyetujui rencananya aunty "
" Uncle Nic bisa bantu aku untuk meyakinkan mommy ku kan ?"
" Hei boy... Hanya Daddy mu yang bisa menaklukkan mommy mu itu " Kekeh Nico
" Belum tentu uncle Nic, apalagi kalau mommy tiba-tiba mengancam Daddy dengan ancaman mautnya " Aiden terlihat memainkan makanannya.
" Mommy selalu mengancam Daddy dengan kata-kata...awas kamu gak akan dapat jatah malam ini " Lanjutnya menirukan suara Shakira.
Uhuk...uhuk ...
Nico dan Tiger tiba-tiba tersedak makanannya sendiri, mereka buru-buru meraih gelas berisi air putih didepannya.
" Oke...Oke...Uncle Nic usahakan..." Menghela nafasnya sejenak
" Sekarang makan makananmu, aunty kamu sudah susah payah membuatnya " Lanjutnya.
" Salty...Ada yang pengen gue bicarain sama Lo " Nico memasuki ruangan, saat ini dia dan Sultan sudah sama-sama sampai di gedung mewah itu.
" What's up Nic " Sultan baru saja merapihkan kertas-kertas yang sudah dia tandatangani.
" Ini tentang ulang tahun Aiden " Nico menduduki kursi kosong didepan meja Sultan.
__ADS_1
" Owh, Lo jangan khawatir tentang itu Nic, istri gue sedang mengaturnya "
" Di Levington Club ?"
" Yeah .. Sepertinya keputusan Shak sudah bulat..."
" Apa Lo tau Aiden gak mau merayakan ulang tahun mu dengan cara seperti itu? Sepertinya dia mewarisi sikap Shakira yang dulu..."
" Maksud Lo Nic ?"
Lalu Nico pun menceritakan apa yang tadi pagi diutarakan oleh Aiden. Keinginan nya untuk berlibur bersama keluarga atau sekedar mengunjungi kakek neneknya dan juga mengunjungi panti asuhan Jav dan Maharani.
" Dia memang anak yang spesial Nic..." Sultan begitu terharu mendengar penuturan Nico
" Jadi bagaimana menurut Lo? Apa Lo yakin masih mau merayakan hari ulang tahunnya dengan cara seperti itu? Dia gak bakalan menikmati nya Salty "
" Sepertinya gue punya ide yang bagus Nic " Sultan menyeringai.
Ceklek
" What?? Kenapa kalian berdua ngeliatin gue kayak gitu...?" Lewis yang baru memasuki ruangan merasa terintimidasi dengan tatapan mata dua orang yang sedang berada di kursi singgasana kerajaannya.
.
.
Saat ini remaja tanggung itu tengah melihat pantulan dirinya di cermin, dia mengenakan setelah jas hitam dengan dasi berwarna senada juga sepatu mengkilap berwarna hitam yang sudah dipakainya. Rambutnya ditata sedemikian rupa sehingga gaya baru yang belum lama dia dapatkan di salon langganan nya terlihat sempurna.
" Oke...Semoga gue gak ngecewain mommy..." Aiden menghela nafasnya kasar.
" Hallo kak...Apa kamu sudah siap?" Kaylee memasuki kamar Aiden.
" Kamu harus memakai ini dulu kak " Gadis itu memperlihatkan seutas kain penutup mata berwarna hitam untuk dikenakan oleh Aiden.
" Buat ?" Aiden mengerutkan keningnya. Bukannya kejutannya sudah sangat jelas? Pikirnya.
" Nanti kakak bakal tau " Kaylee mulai memakaikan kain penutup mata itu, meski gadis itu harus naik ke kursi untuk mensejajarkan tingginya dengan sang kakak.
Dengan sangat hati-hati Kaylee memapah Aiden menuju ke ruangan dimana semua keluarga sudah menunggu kehadirannya, saat dia akan membuka ikatan penutup matanya sang Daddy melarangnya.
" Belum saatnya boy..."
Kalyee pun kembali memapah tubuh kakaknya menuju mobil, dan menyuruh nya untuk duduk setibanya mereka didalam mobil.
" Kakak belum boleh membuka penutup mata ini sebelum aku bilang yah kak "
__ADS_1
Aiden mengangguk, tok dia sudah pasrah dengan semua rencana yang telah dibuat oleh mommy nya itu.
" Dasar kak Aiden, pasti aja tidur kalo jauh perjalannya " Kekeh Kaylee. Biasanya dia akan langsung membangunkan sang kakak jika dia tertidur dalam perjalanan, tapi kali ini tidak. Dia sengaja membiarkan Aiden tertidur dengan pulas sementara sang sopir terus menerus mengendarai mobil nya memutari landasan pacu pesawat.
" Apakah tuan Aiden sudah nyenyak nona?"
" Sudah paman, sebaiknya paman hentikan mobilnya didekat pesawat "
" Anakmu tuh sayang... Tidurnya kayak kebo " Tuduh Shakira kepada Sultan, sementara Nico mengangkat tubuh Aiden dan memasukkan nya kedalam pesawat.
" Enak ini bikinnya " Bisik Sultan.
" Aww...Sakit sayang..." Bisiknya lagi saat sang istri mencubit pinggang nya.
" Sssttt...Kalian bisa diam gak sih ?"
Nico baru saja keluar dari ruangan tidur yang ada didalam kabin pesawat, lalu menghampiri sang pilot agar segera menerbangkan pesawat nya dan meminta mereka untuk mengencangkan sabuk pengamannya.
.
.
" Ulang tahun gue!!!" Pekik Aiden saat dia tersadar dari tidur panjangnya.
Aiden mencoba untuk menyadarkan dirinya, dia sangat yakin jika dia telah melewati pesta ulang tahunnya karena ketiduran. Pasti mommy kecewa pikirnya.
" Ini dimana ?" Gumamnya.
Aiden beranjak dari tempatnya sambil terus mengedarkan pandangannya.
" Mom...Dad...Kaylee ..!" Aiden bergegas menuju kearah pintu, dan ketika dia membuka pintu itu matanya langsung terbelalak.
" Surprise....!!!!"
Dihadapannya saat ini berdiri orang-orang yang begitu dia cintai dan rindukan. Mommy dan daddy serta kaylee, Uncle Nic dan aunty Siska serta Jenna juga grandpa dan grandma nya, jangan lupakan kehadiran Grandpa Jav dan grandma Maharani disana. Seketika air matanya mengalir, remaja itu berhambur kedalam pelukan mereka.
" Thanks mom...Ini hadiah paling berharga untuk ku..." Ucapnya tersedu.
.
.
.
To be continued 😉
__ADS_1
Hai kakak-kakak mohon maaf kemari othor tidak update episode yang baru di novel ini, othor lagi nulis novel baru nih....
Tinggal tengok profil othor, pasti ada dia disana 😘😘😘